North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 57


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


Di sepanjang lorong sekolah yang sepi. Yura berjalan santai menuju parkiran. Para penghuni SMA Turnagara sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Yura yang tadi di panggil Bu Sarah untuk menemui nya di kantor. Pulang sedikit terlambat.


Ces !! ces !! prang !!


"Omo ! omo ! keciprat !!"


Suara heboh memecahkan kesunyian di lorong. Yura celingukan mencari sumber suara. Pintu ruang eskul tata boga yang terbuka lebar berhasil menarik perhatian Yura.


"Apaan tuh ?" Yura berjalan pelan menuju ruang eskul.


"Eh." Yura mengintip di balik dinding melihat Yoon so yang mengenakan helm di dalam sana. Sudut bibir Yura menaik sembari memandangi gerak-gerik heboh Yoon so dengan sendok penggoreng di tangan kanannya.


"Argh ! argh ! Eoma ! Appa ! Hyung ! Yura !" Yoon so berteriak heboh terus menghindar dari cipratan minyak panas.


Yura tertawa geli melihat tingkah Yoon so yang semakin heboh. Yura berjalan cepat menghampiri Yoon so. Senyum di wajah nya terus mengembang.


"Woi ! lo ngapain ?"


Yoon so menoleh ke belakang sembari membuka kaca helm yang ia kenakan.


Dengan wajah terkejut Yoon so melongo menatap Yura. Ia tak menyangka saat ini Yura berdiri tepat di hadapan nya dengan senyum lebar.


"Muka lo di kontrol !!"Yura menutup kasar kaca helm Yoon so yang masih melongo.


"Ko-kok kamu ada di sini ?" Yoon so bingung tak percaya,ia membuka kembali kaca helm nya. Yoon so ingat jelas kalau di kelas tadi tak ada siapapun. Bahkan di sepanjang lorong sudah sepi.


Ctes !!


"Argh !!" Yoon so menggerang saat minyak panas mendarat tepat pada pipi mulus nya.


Yura kalang kabut mengambil perlengkapan P3K di tasnya. Dengan tergesa-gesa Yura membuka helm Yoon so.


"Pakai apa nih obatnya gue bingung ?" Raut wajah Yura tampak khawatir sekaligus bingung harus memberi obat apa pada Yoon so. Yang ia tahu untuk mengobati luka cipratan minyak hanya dengan pasta gigi.

__ADS_1


"Panas !" Yoon so meringis menahan sakit.


Melihat raut wajah Yoon so yang terlihat begitu kesakitan membuat Yura semakin bingung.


"Gu--gue cari pasta gigi dulu ! bentar ya !" Yura berlari menuju toilet. Berharap ada pasta gigi di sana. Walau mustahil Yura terus berlari.


Di tengah perjalanan,Yura berhenti sejenak.


"Astaghfirullah,gue bego apa oon ya !"


Yura berbalik arah menuju kantin. Menuruni tangga melewati pagar. Akhirnya Yura berhasil menemukan pasta gigi di kantin.


"Terimakasih."


Dengan secepat kilat Yura berlari menuju ruang eskul. Dengan nafas tersengal-sengal Yura berhasil tiba di ruang eskul.


"Yoon so..hah..hah..in--"


Nafas Yura yang terus memburu seketika netral saat netra nya menatap lurus Yoon jin yang sedang mengobati luka pada pipi Yoon so.


Kesal pakai banget, ingin rasanya Yura melempar pasta gigi sampai ke kantin.


Yoon so masih meringis menahan pipinya yang terus cenat-cenut sekaligus panas.


Yura melempar pelan kantong plastik berisi pasta gigi tepat di depan Yoon so.


Dua kakak beradik itu saling pandang saat tahu apa isi dari kantong plastik yang Yura bawa.


"Kamu beli ini buat aku ?"Yoon so bertanya dengan senyum tipis.


Yura menatap Yoon so sekilas. Ia masih kesal,walau senang Yoon so sudah di obati. Tetap saja ia merasa kesal. Bagaimana tidak,Yura berlari dengan penuh semangat agar bisa segera mengobati luka pada pipi Yoon so. Tapi baru saja tiba di ambang pintu. Yoon jin dengan anteng nya mengobati Yoon so.


"Maaf harusnya aku tunggu kamu sampai kembali."


Yoon so berusaha mengembalikan mood Yura.

__ADS_1


Yura masih diam bersedekap dada dengan wajah masam.


"Ngapain nungguin gue,kalau lo nungguin gue , luka lo makin parah." Ketus Yura.


Yoon so tersenyum merespon Yura. Ia berusaha senyum meski pipinya terasa nyeri. Yoon jin menatap lekat wajah Yura. Siapa pun yang berada ndi dekat Yura. Tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Yura. Tak ada kata bosan untuk terus memandang wajah Yura.


"Tenang udah gue obattin ,lo khawatir banget sampai ngos-ngosan gitu."


"Ya wajar lah si Yoon so kesakitan banget muka nya. Udah pakai helm masih aja kena ciprat minyak."


Yura kembali menyunggingkan senyum mengingat gelagat Yoon so tadi.


"Jangan ngeledekin gue !!"Yoon so kesal menutup wajahnya merasa malu.


"Udah Yur kasihan adik gue nih,"Yoon jin mengacak-acak kasar rambut Yoon so.


Yoon so semakin kesal dengan Yoon jin yang mengacak-acak rambutnya.


Yura tak berhenti tersenyum. Mata nya berair kebanyakan tertawa. Momen langka bagi Yoon jin dan Yoon so melihat Yura tertawa lepas bersama mereka.


"Udah ah gue mau pulang, udah telat nih,"Yura bangkit dari duduknya membenahi tas nya.


Dua kakak beradik ikut berdiri berjalan menyusul Yura. Yura terus mengelap air matanya dengan tangan kosong.


Yoon jin mengeluarkan tisu dari tas menyerahkan kepada Yura.


"Nih tisu."


Sambil mengucek mata Yura menerima tisu dari Yoon jin.


"Duh mata gue gatal,"Yura terus mengucek matanya kirinya.


"Jangan di kucek,"Yoon so berpindah posisi ke samping Yura.


"Perih nih ya kali enggak di kucek." Yura di buat kesal dengan ucapan Yoon so.

__ADS_1


"Mau di tiup ?"


Yura dan Yoon so seketika berhenti berjalan. Seakan tak percaya dengan apa yang baru Yoon jin ucapkan.


__ADS_2