
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Langit biru dengan awan putih yang bertebaran indah tak beraturan di atas sana menemani sang surya yang bersinar cerah menerpa bumi. Wajah datar pria berkemeja putih tengah sibuk mengobrak-abrik isi kamarnya.
Kamar yang selalu rapi itu berubah kacau bak kapal pecah. Wajahnya tampak gusar sibuk mencari-cari sesuatu di antara setumpuk buku.
Sambil terus berdecak Yoon jin memastikan kembali rak buku yang selalu di jadikan tempat bertengger buku kesayangan nya.
Buku itu ia simpan sehati-hati mungkin. Seperti buku keramat milik nya yang tak sembarang orang bisa menyentuh nya. Buku privasi nya yang telah lama ia tulis, tempat ia mencurahkan isi hati nya. Hilang entah kemana, meski sudah berulangkali mencari.di tempat yang sama.
Buku itu tak kunjung ia jumpai.
"Ck! astaga ! kemana sih!" Yoon jin terus mencari keberadaan buku nya. Sampai akhir nya ia mengacak-acak rambut nya kesal keluar dari kamarnya. Nanti juga pasti ketemu begitu pikir nya.
Yoon jin mengambil tas selempang hitam mini yang tergantung di dinding. Yoon jin mengunci pintu kamarnya. Walau ia tak mencurigai orang rumah. Karena sudah lebih dari lima tahun ia menulis buku itu tak pernah sekali pun ada yang berani menyentuh nya. Tetap positif thinking.
Yoon jin melewati meja makan tempat Yoon so mengisi perut nya di pagi hari. Dengan langkah lebar Yoon jin berjalan menuju pintu.
Yoon jin menghentikan langkah nya saat tangan berjari panjang itu memegang knop pintu.
"Gue berangkat."
Dengan mulut yang penuh dengan roti Yoon so berujar, "Semangat Hyung kerja nya, hati-hati!
"Assalamualaikum !" Ucap Yoon jin pergi meninggalkan Yoon so sendirian di rumah.
Yoon so berjalan perlahan-perlahan menuju jendela.
Srak!!
Yoon so membuka tirai yang menjadi penghalang nya untuk melihat jelas kepergian Hyung nya. Tampak di luar Yoon jin mulai mengendarai mobil keluar dari halaman rumah.
Dengan langkah seribu Yoon so berlari menaiki tangga menuju kamar Yoon jin.
Dengan nafas memburu Yoon so memutar kenop pintu.
__ADS_1
"Eh kok ?!" Yoon so terus memutar-mutar kenop pintu kamar Yoon jin yang sudah di kunci si pemilik kamar.
"Astaghfirullah! di kunci." Raut wajah Yoon so semakin gelisah.
"Apa Jin Hyung tahu kalau buku keramat nya hilang. Ampun deh!! mati dah gue!"
Yoon so tampak frustasi mengacak-ngacak rambut belah tengah yang sudah ia sisir rapi.
Beberapa jam kemudian, di kelas 11 tempat di mana Yoon so mendudukkan bokong nya untuk menimba ilmu. Wajah tampan itu bersandar pada telapak tangan yang bertumpu pada sikunya. Tampang-tampang tak semangat hidup tergambar jelas pada raut wajah nya.
Saat ini kelas sedang di landa jam kosong. Kelas yang tak kalah bising dengan pasar tak bisa di kontrol lagi.
"Nyontek pr lo dong."
"Emang ada pr ?"
"Woi!! buruan siniin hp gue!!"
Tuk!!
Yoon so memegangi kepalanya yang terlempar kertas yang di bentuk seperti bola.
"Sory !" Yura berhasil membuyarkan lamunan Yoon so.
Yoon so menyunggingkan senyum saat tahu yang melempar nya adalah Yura yang pernah singgah di hati nya. Pria imut itu mengikhlaskan perasaan nya, karena ia tahu Yura dan Hyung nya memiliki rasa yang sama.
Walau bertemu jarang melempar senyum dan jarang bersenda gurau layaknya para pasangan yang saling menaruh hati.
"Enggak sakit kok."Yoon so tersenyum manis ke art Yura yang menatap nya datar tanpa ekspresi.
"Gue enggak nanya sih." Yura membalikkan badannya menghadap ke depan. Kembali melanjutkan aktivitas bobok nya.
Yoon so menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Yura yang tak pandai berbasa-basi.
"Fit! Fitri!!,"Yoon so menggoyangkan kursi Fitri yang asik ngegosip bersama Arin.
__ADS_1
"Ya! ya! ya! apaan ?" Fitri menoleh kebelakang menghadap ke arah Yoon so.
"Lo ada lihat enggak buku yang tergeletak di laci gue." Yoon so bertanya dengan penuh harap.
"Enggak ada tuh,buku apaan ?"
"Aduh! gue harus cari kemana tuh buku!"
Fitri dan Arin saling bertatapan bingung, mereka tak tahu buku yang di maksud Yoon so.
sedangkan Yura,dia memejamkan mata sambil menguping pembicaraan di belakang nya.
"Buku lo sama gue."
Yoon so refleks menoleh ke arah Yura yang masih pada posisi tidur nya.
"Hah!! serius !!" Yoon so terlonjak.
"Hmm."
"Huff~~ syukur deh,gue benaran keringat dingin pas tahu buku itu enggak ada di gue." Yoon so mengelus-elus dadanya merasa lega.
"Mana Yur bukunya ?"
"Di rumah gue belum selesai baca."
"Hah !!" Yoon so menganga lebar, ekspresi nya benar-benar tak bisa ia kontrol agar tetap terlihat maskulin.
"L-lo ba-baca buku i--itu ?!"
"Hmm."
Yoon so tak sanggup berkata-kata lagi,Yoon so terduduk dengan mulut yang masih menganga.
"Astaga!"
__ADS_1