
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Hari Senin di SMA Darmagara,Yura duduk termenung di kursi Yoon so. Penghuni nya belum tiba. Pikiran Yura terus berkelana entah kemana. Apa yang sedang ia pikirkan hanya dia yang dan Allah yang tahu. Penghuni dua kursi di depan juga masih kosong. Arin dan Fitri belum tiba di sekolah. Siapa yang mau datang ke sekolah tepat pukul enam.
Yura memang memiliki kebiasaan yang berbeda dari yang lain. Ia senang berangkat awal ke sekolah. Alasannya sudah jelas. Ia tak suka keramaian. Tak suka susah mencari tempat parkir motor Scoopy mininya. Manusia anti ribet.
Ia senang berjalan melewati lorong sekolah yang sepi. Setiba di kelas yang sunyi senyap tak ada kehidupan. Yura melamun ke luar jendela. Benar-benar gabut, tapi Yura suka dengan kegabutan nya.
"Assalamu'alaikum."Sapa salah satu penghuni kelas yang baru tiba di kelas.
"Waalaikumsalam,"
Yura refleks menoleh ke sumber suara suara.
Dengan senyum manis Yoon so menghampiri tempat duduk nya.
"Awal banget Yur,baru jam 06.08,"Ujar Yoon so sembari meletakkan tas di atas meja.
"Biasalah."Jawab Yura singkat.
Yoon jin berjalan menuju belakang pintu. Perlahan ia menyapu bagian belakang kelas.
Hari ini jadwal Yoon so piket. Makanya ia awal berangkat ke sekolah. Kalau bukan jadwalnya piket. Kurang lima menit menuju jam tujuh baru ia tiba di kelas. Berbanding terbalik dengan Yura.
Yura memperhatikan gerak-gerik Yoon so yang masih menyapu. Walau sekolah elit. Piket untuk para siswa-siswi itu wajib. Tak ada alasan. Bahkan di kelas Yura. Yang tidak melaksanakan piket di denda 100.000. 100 000 untuk anak sultan penghuni SMA Darmagara bukanlah apa-apa. Makannya Sekolah menambah sanksi dengan mengurangi nilai 30%.
Sanksi yang fi berikan cukup membuat para siswa-siswi patuh pada aturan. Nilai adalah segalanya merupakan moto dari para siswa siswi SMA Darmagara.
"Yoon so,lo duduk bareng Rachel ya."
Yoon menghentikan aktivitas nya. Ia menoleh ke arah Yura yang juga menatap nya.
__ADS_1
"Kenapa ?"
"Lo tahu alasannya tanpa perlu gue jelasin."
"Kamu menjauh,"ujar Yoon so kembali menyapu debu-debu di lantai.
"Menjauh ?"
"Pindah kan tas ku,aku akan duduk dengan Rachel. Maaf selama ini membuat mu tak nyaman," Yoon so mengembalikan sapu pada posisi semula. Ia berjalan keluar kelas.
Ia tahu suatu saat Yura akan pindah tempat duduk. Karena Yura berusaha menjaga dirinya dari yang bukan mahram. Wajar ia di usir dari tempat duduknya sendiri.
"Ugh !"Yoon so bersandar di dinding memegangi wajahnya.
"Aku rasa aku terlalu mencintaimu Yura."Gumam Yoon so dengan jantung yang terus berdebar kencang.
Waktu terus berjalan, siswa siswi terus memadati gedung megah yang berdiri kokoh tempat para pelajar menuntut ilmu.
"Tas siapa nih ?" Rachel mengangkat tas di kursi sebelah.
"Eh !!"Lengkingan suara Fitri berhasil memusatkan perhatian pada dirinya.
"Lo sama Yoon so pisah ?"
"Cerai."Sambung Fitri.
"Apaan sih,l."
"Yoon so nya ke mana ?"Rachel duduk santai di singgasana nya. Dengan sebelah kaki ia naikan me atas kursi.
"Kita baru tahu jadi enggak tahu."Jawab Arin asal.
__ADS_1
"Yura yang gue tanyain bukan lo !"
"Mungkin ke tempat Yoon jin."
"Ngapain ?"
"Enggak tahu tuh."
Sesuai dugaan Yura,dua saudara itu duduk manis di kursi taman. Yoon so menceritakan kegundahan hatinya pada hyung nya.
"Jadi lo ngerasa galau cuma gara-gara enggak duduk bareng Yura."Yoon jin memastikan terkaan nya.
"Hmm."
Yoon jin mengangguk-anggukan kepalanya paham dengan perasaan Yoon so.
"Lo tahu enggak kalau gue tuh suka sama Yura."Yoon jin berucap sedikit ragu.
"Tahu."
"Kok lo tahu ?" Yoon jin terkejut dengan jawaban spontan Yoon so.
"Kentara,siapa yang enggak tahu. Dari awal juga kalian udah di kira pasangan,"Yoon so berucap dengan wajah masam.
"Haha gitu ya,"Yoon jin menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Gue sma lo siapa yang bakal di pilih Yura ya,"Yoon jin berucap sambil mengayun-ayunkan kakinya.
"Aku lah mana mungkin Hyung."Jawab Yoon so percaya diri.
"Hmm bisa jadi sih,lo sama Yura dekat banget. Enggak kayak gue. Canggung."
__ADS_1
"Dekat bukan berarti bisa memiliki." Yoon so membatin menatap langit.
"Udah ah gue merinding ngomong yang ginian. Hyung ke kelas dulu," Yoon jin bangkit dari duduknya menepuk pelan pundak Yoon so.