North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 15(Revisi)


__ADS_3

🌺 Assalamualaikum 🌺


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi❤️....


Yura sudah berganti pakaian, mereka sepakat untuk membawa baju ganti untuk jaga--jaga. Ternyata perkiraan mereka benar. Baju ganti sudah melekat pada badan mereka.


Yura menatap keluar jendela. Tampak beberapa bukit rendah bewarna hijau dari kejauhan.


Seperti nya alam memang mendukung kegiatan mereka untuk weekend di Vila. Namun mood Yura sudah memburuk ketika Yoon jin menyuruhnya mencuci bersih,bahkan minta diberikan farfum pada hoodie yang tidak sengaja ia pakai.


Semua masih sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Fitri keluar bersama Arin, di susul Rachel yang ikut duduk di sofa.


"Lagi lihatin apa Yur ?"Tanya Rachel berbasa-basi.


"Lihat bukit. "


"Lo enggak enak badan ?"Tanyanya khawatir.


"Sedikit."


"Aku tanya Yoon so dulu ya,dimana kotak p3k


lo harus minum obat."


"Enggak usah nanti juga sembuh sendiri."


"Ini makan snack dulu."


"Enggak aku mau pulang,"jawabnya datar berlalu menuju kamar.


Rachel diam mematung mendengar Yura yang ingin pulang.


Yoon jin sedang membuat jamu kencur di dapur. Ia menuangkan air hangat pada gelas yang sudah berisikan kencur halus,dan gula.


Ia membawa gelas itu menuju ruang tengah. Langkahnya terhenti melihat Yura keluar dari kamar dengan tas di pundaknya.


"Yura,kamu mau kemana ?."Tanya Yoon so khawatir.


"Pulang."


"Kamu kan sakit, minum obat dulu."


"Gue pulang duluan,kalian kalau masih mau disini enggak apa--apa kok."


"Yah,Yura kita kan belum bakar--bakar." Arin


"Ya udah kalian aja,gue mau pulang."


Helm sudah terpasang di kepala Yura. Ia memposisikan motornya menuju gerbang.


"Yur,lo egois."ucap Yoon so menundukkan kepalanya.


Deg!

__ADS_1


Jantung Yura seakan berhenti berdetak. Yoon so yang selalu berkata--kata manis dan lembut , selalu aku-kamu, barusan memanggilnya lo.


Yura membalikkan badannya menatap Yoon so yang menundukkan kepalanya.


Semua duam bisu,terkejut pada kalimat Yoon so. Yura menutup kaca helm dan menstater motornya.


"Assalamu'alaikum,"ucapnya kemudian menjalankan motor pergi meninggalkan pekarangan Vila mewah keluarga Kim.


"Waalaikumsalam,"jawab mereka serentak dengan suara lesu.


"Waalaikumsalam."Jawab Yoon jin yang masih setia melihat kepergian Yura dari balik kaca jendela.


"Yura kenapa sih ?"Tanya Yoon so pada dirinya sendiri.


Yoon so masuk kedalam Vila dilihatnya Yoon jin sedang mengintip dari jendela sambil memegang segelas air.


"Apaan tuh ?"


"Itu jamu ya."Tebak Fitri.


Yoon jin kelabakan tak ingin ketahuan kalau jamu itu untuk Yura.


"Sejak kapan Jin Hyung mau minum jamu."Yoon so merasa heran.


"Gu--gue.."Yoon jin tak melanjutkan kalimatnya.


"Gue ke kamar dulu,mau kemas--kemas."Ucap Yoon so malas dengan hyungnya.


Kepulangan mood booster, membuat suasana menjadi hening, mereka memutuskan untuk ikut pulang dengan rasa kecewa yang amat dalam terhadap Yura.


...****************...


Yoon jin menyodorkan sekotak kue Korean egg bread atau dikenal dengan sebutan gyeran-ppang yang merupakan salah satu jenis jajanan jalanan terkenal di Korea Selatan.


Roti yang cocok disajikan saat musim dingin dalam kondisi hangat.


"Untuk gue ?"


"Hhmm makan sekarang selagi hangat."


Kedatangan Yoon jin mengundang perhatian semua siswa-siswi di kelas. Semua menatap pergerakannya yang menghampiri Yura.


"Ehem--hem!!" Arin berdehem keras walau tenggorokan nya tidak gatal.


"Jiahk, Oppa tabog sekarang jadi Oppa sweet."Goda Fitri gemas.


"Aku juga pengen."


"Pengen punya ayang."


"Iri."


Histeris ciwi--ciwi di kelas.


"Sebelumnya, kenapa lo ngasi gue kue ?" Yura memperhatikan roti yang Yoon jin berikan.

__ADS_1


"Gue minta maaf soal kemarin."Jawabnya datar.


Yura terdiam berpikir sejenak. Dengan bola mata berputar kesana--kemari.


"Gue mau ice creamm, kimchi,bulgogi, Jajangmyeon, bibimbap."Pinta Yura.


"Meras ih."Timpal Fitri.


"Oke,tapi kita berdua aja yang makan di restoran nanti."Dengan wajah serius Yoon jin menatap Yura.


Cukup lama Yura terdiam memandang wajah Yoon jin yang seakan menantang.


"Deal."Ucapnya datar.


"Jam tiga sore, setelah shalat ashar gue jemput." Yoon jin berlalu dengan tangan yang selalu masuk ke dalam saku celana.


Semua orang terdiam bisu, ciwi--ciwi histeris melihat kepergian Yoon jin yang terlihat sangat keren.


"Yur,kamu mau berdua aja sama yang bukan mahram ?"Tanya Yoon so serius.


"Tenang aja gue punya rencana."Sahut Yura datar mengangkat sebelah alisnya.


"Bungkusin, entar buat gue jangan lupa ."Timpal Fitri.


'Kalau boleh jujur,aku juga pengen makan berdua sama kamu Yur.'Batin Yoon so terasa pedih.


"Udah jangan natap gue lama--lama,nih makan." Yura membuyarkan tatapan lekat Yoon so pada wajah nya.


"Kalau ada apa--apa lo langsung telpon gue."


"Lo,kok khawatir banget gue jalan bareng Hyung lo,apa hyung lo bukan orang baik."Selidik Yura.


"Enggak gitu,cuma..."


"Udah lah nih makan," Yura langsung memasukan sepotong kue kedalam mulut Yoon so.


Yoon so tersentak,bola matanya membulat ketika potongan kue besar masuk tepat kedalaman mulutnya.


Fitri tertawa melihat ekspresi wajah Yoon so yang terlihat imut. "Habisin ya Yoon so."


Yoon so menelan kasar potongan kue yang memenuhi mulutnya.


" kebanyakan Yur ! mulut aku enggak muat."Keluh Yoon so bersusah payah menelan potongan kue di dalam mulutnya.


"Anak orang tuh Yur,kalau keselek terus mati gimana."


"Huss,Rachel kalau ngomong suka bener." Arin terkekeh ria.


"Emang cocok lo pada."Kesal Yoon so.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa tinggalkan jejak kedatangan kalian berupa like, dan komen sebanyak mungkin ❤️sebagai dukungan untuk author.❤️❤️❤️


__ADS_2