North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 32


__ADS_3

✨ Assalamu'alaikum ✨


"Yang ini aja bagus enggak ?"Yura meminta pendapat Yoon so mengenai ponsel yang ia pegang.


"Hmm, bagus-bagus, bukannya merek ponselnya sama dengan punya mu ya ?"


Yura mengangguk mengiyakan ucapan Yoon so. Yura membayar ponsel yang ia beli.


"Casing hp nya kak sekalian ?"Tanya penjual ramah.


Yura menatap semua casing hp yang terpampang jelas di hadapannya.


Tak ada yang mencuri perhatian Yura kecuali casing hp yang terpampang jelas wajah tampan Kim Seokjin idolanya.


"Kalau gue kasih casing hp yang ada Kim Seokjin nya mau enggak ya ?"Tanya Yura ragu.


"Lo bingung-bingung amat cari casing hp."Oceh Arin


"Yang ini aja kenapa sih."Fitri merekomendasikan casing hp berwarna biru tua yang terlihat keren untuk casing hp laki-laki.


"Suka sih suka tapi tu hp kan buat Kak Dhafir,ya kali lo kasih casing hp yang ada kim seokjin nya."Oceh Fitri kembali


"Ini aja Yur,cocok buat laki-laki."Saran Yoon so.


Yura menyetujui saran Yoon so dan Fitri.


Segera ia menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Nomor hp gue udah di masukin belum ?"Tanya Fitri.


"Gue juga Yura jangan lupa." Arin tak mau ketinggalan.


"Udah-udah."


"Ya udah langsung aja kita ke rumah Kak Dhafir,"Ajak Yura semangat langsung mengendarai motornya bersama Arin di belakangnya.


"Semangat benar mau ketemu Dhafir,"Ucap Rachel sembari menghidupkan mesin motornya.


"Mungkin Yura merasa iba dengan kondisi Kak Dhafir,"Yoon so menaiki motor Rachel.


"Kayaknya bukan cuma iba deh."


"Masak iya tipe Yura seperti Kak Dhafir."


"Ya siapa tahu aja,dari iba jadi cinta."


"Jangan gitu ah,dada gue nyesek nih."


"Lo kenapa enggak nembak Yura ?"Tanya Rachel penasaran

__ADS_1


"Jin hyung kayaknya suka sama Yura."


"Terus ?"Rachel di buat penasaran


"Ya udah malas gue,Yura juga enggak mau pacaran."


"Iya bro dosa,stay halal aja ya."Sahut Rachel


"Udah ah enggak usah banyak omong,fokus nyetir lo, entar nabrak nenek-nenek."


"Enggak lah ya,anak motor gue."


Dua puluh menit menempuh perjalanan,kini mereka sudah berada di ruang tamu kediaman Dhafir yang kosong tak berisi apa--apa.


Sebelum Mereka sampai ternyata Yoon jin sudah duluan datang ke rumah Dhafir yang juga membelikan Dhafir Smartphone.


"Oh jadi lo udah belikan Kak Dhafir Smartphone."


"Udah."Jawab Yoon jin singkat.


"Kayaknya smartphone lo belum ada casingnya tuh,ya udah Kak Dhafir ambil smartphone yang gue beli aja."


Dhafir bingung dengan pemandangan di hadapannya. Dua orang yang baru kenal dengan nya memberikan nya sebuah smartphone yang pasti harganya mahal.


Tak pernah terbesit di benak nya untuk membeli smartphone. Hatinya ragu untuk menerima pemberian keduanya.


"Ya udah Kak Dhafir ambil aja smartphone yang Yura beli."


"Gue lelang aja,atau ada yang mau diantara kalian ?"Tanya Yoon jin menyodorkan kan sebuah smartphone bermerek iPhone.


"Gue sih pengen aja oppa,tapi gue baru beli smartphone."Jawab Fitri


"Ya udah,"Yoon jin memasukkan Smartphone ke dalam sakunya.


Yura memberikan smartphone kepada Dhafir yang enggan menerima nya.


"Ambil Kak."


"Untuk apa membeli kan ku smartphone ?"


"Untuk komunikasi."


"Nanti Yoon so yang ajarkan,ya kan Yoon so ?"Tanya Yura


"Iya kak,gue yang ajarkan Kak Dhafir cara memainkan smartphone itu"


"Kalau aku tolak pemberian mu ini apakah tidak jadi masalah ?"


"Kita tidak akan bertemu lagi."Jawab Yura datar bersedekap dada.

__ADS_1


Bila Yura sudah bersedekap dada imejnya tampak lebih dingin. Membuat Dhafir enggan menolak.


"Aku rasa mengungcapkan terimakasih tidak lah cukup,"Dhafir menunduk kan kepala.


"Ya sepertinya begitu, Kak Dhafir harus ikuti semua kata--kata gue,"Ucap Yura menaikkan sebelah alisnya.


Semua mengerutkkan dahi bingung menatap Yura.


"Boleh jika itu yang kamu inginkan."


"Oke,Kak Dhafir sudah gue masukkan kedalam grup chat,nanti Kak Dhafir harus online ya."


"Jadi nanti kamu chat sama Dhafir lewat grup chat ?"Tanya Yoon so


"Ya, tapi di situ cuma ada gue,lo dan dua manusia receh samping lo."


Refleks semua mata menatap ke arah Yoon so, disebelah berdiri tegap Arin dan Fitri yang memasang wajah masam.


"Gue enggak ikutan ?"Tanya Rachel


"Enggak."


"Oh gitu ya,oke fiks kita bukan teman."Oceh Rachel tak terima.


"Oppa Yoon jin enggak di ajak ?"Tanya Arin


"Enggak!!"


Semua terperanjat mendengar suara keras Yura.


Pada dasarnya Yura sangat irit bicara.


"Ih kok ngegas, enggak asik."Oceh Arin


Dhafir tersenyum tipis melihat tingkah receh sahabat Yura. Baru kali ini Yura mengeraskan suara nya di hadapan Dhafir.


Walau hanya mengeraskan suara, Dhafir merasa dekat dengan Yura.


"Kira-kira apa yang harus aku turuti."Tanya Dhafir


"Enggak tahu sih apa,belum kepikiran."Jawab Yura santai


"Gue pikir lo udah siapin rencana buat Kak Dhafir,eh malah belum kepikiran gimana sih."Oceh Arin


.


.


.

__ADS_1


like komen dan vote nya readers ❤️


__ADS_2