
Assalamu'alaikum ✨✨
Sudah beberapa minggu Dhafir menginap di rumah sakit. Dhafir sedang berada di masa pemulihan. Sambil belajar berjalan di bimbing para suster.
"Hari ini Dhafir sudah lebih lancar dari sebelumnya, kemungkinan besar minggu ini Dhafir bisa pulang ke rumah."Jelas Suster pembimbing.
"Terimakasih banyak Suster,"
Dhafir kembali berbaring di ranjangnya, bunga-bunga di hatinya sedang bermekaran.
Para lebah sedang panen nektar di hatinya.
"Alhamdulilah,aku akan segera cari kerja untuk membayar biaya operasi yang sudah keluarga Yura berikan, mungkin tak sebanding, tapi semoga aku bisa."
"Amin."
Jawab seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu dengan senyum tipis.
Dhafir tersentak melihat Yura yang mendengar doanya. Ia merasa malu segera memalingkan wajahnya.
Yura masuk ke dalam di ikuti Yoon jin dan Fitri.
"Jangan di jadikan beban, kalau memang mau mengganti boleh,tapi ingat ya Kak kami sekeluarga ikhlas menolong Kak Dhafir."
Dhafir tak kuasa menahan tangis,ia mengelap kasar air matanya,namun air matanya terus mengalir enggan berhenti.
"Jangan nangis Kak Dhafir,ini semua takdir Allah."Ucap Yoon jin dengan senyum tipis.
Dhafir masih enggan menolehkan wajahnya, enggan menunjukkan mata sembab nya.
"Suster bilang minggu ini Kak Dhafir bisa pulang kan,nanti kita jalan-jalan ya Kak."Titah Fitri
Dhafir mengangguk sembari tersenyum manis.
Hari demi hari silih berganti,hari ini Yura dan teman--temanya menjemput Dhafir. Abi dan Umi tak bisa ikut karena ada pertemuan penting.
Yura dan teman--temanya sedang menunggu Dokter Hermasyah untuk konfirmasi kepulangan Dhafir. Dokter Hermasyah masih berkutat dengan beberapa pasien membuat Yura dan teman--temanya menunggu lama di depan ruangan nya.
"Wee,gue duluan ke kamar Kak Dhafir ya,mau duduk capek gue." Ucap Fitri.
"Ya udah sana tapi bareng Arin, enggak boleh dua-duaan di kamar."Sahut Yura
Fitri berlalu bersama Arin,"Iya--iya Mak,bawel amat."
Ceklek!!
Fitri membuka pintu kamar Dhafir. Tampak Dhafir masih tertidur dengan piyama cream.
Arin dan Fitri berjalan mengahampiri Dhafir yang masih terpejam.
"Ganteng banget Kak Dhafir."Arin berbisik agar Dhafir tak terusik.
"Mukanya mulus banget,Kak Dhafir perawatan ya."
"Woi!!, ngapain lo berdua!!."Ucap Yoon so dengan suara keras mengagetkan Arin dan Fitri yang sedang menikmati wajah damai Dhafir yang masih terpejam.
__ADS_1
"Astaghfirullah!!,kaget!!"Teriak Arin dan Fitri bersamaan.
"Lo berdua ngapain di situ."Yura mengulang pertanyaan Yoon so.
"Huss,lo pada kenapa sih,Kak Dhafir lagi tidur nih."Jawab Fitri kesal.
"Aku sudah bangun kok,"jawab Dhafir berusaha duduk di kursi.
Arin dan Fitri menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Mereka tak percaya dengan wajah bantal Dhafir yang terlihat sangat tampan.
Yura tak munafik,ia juga kagum dengan wajah tampan Dhafir.
Yoon jin menatap datar wajah Yura yang masih setia menatap Dhafir. Ada rasa kesal di hatinya.
Yoon so di samping nya ikut kesal melihat Yura yang terus menatap Dhafir.
"Ehem!!" Yoon so berdehem menyadarkan Yura yang langsung mengalihkan pandangannya.
"Ganteng banget ya."Yoon jin berbisik di telinga Yura.
Yura mengerutkkan dahi,tak mengerti maksud Yoon jin.
Yoon jin berjalan duluan menghampiri Dhafir, meninggalkan Yura di ambang pintu.
"Ayo Yura masuk."Ajak Yoon so
Dhafir terus tersenyum,ia sudah lancar berjalan.
Namun Dokter Hermasyah mengingatkan untuk berhati-hati dan jangan terlalu lama berdiri.
Restoran bernuansa korea, yang sebelumnya pernah di kunjungi Yura dan Yoon jin bersama dua pawang kecil. Di sini lah mereka menyantap makan siang.
"Appa bilang gratis,"Ucap Yoon jin memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Boleh nambah dong,"Yura berujar dengan sengiran kuda.
"Doyan apa lapar lo."Titah Fitri mendorong lengan Yura.
"Dua-duanya."Jawab Yura santai.
"Yura makannya banyak ya."Ucap Dhafir.
"Ya gitu deh,Jin Oppa setiap hari bawa kan Yoon so kue, setiap hari juga si Yura minta bagi kue gratis dari Yoon so."Oceh Fitri.
"Enak aja,Yoon so yang nawarin."
"Emang iya Yoon so ?"
"Enggak tuh."
"Ooh oke,kita bukan teman, besok lo duduk bareng Rachel."Yura memanyunkan bibir.
Yoon so gelagapan, segera ia membujuk Yura agar tidak marah.
"Ma-maaf Yur,kamu tahu kan kalau aku bercanda."
__ADS_1
"Enggak tuh."
"Hayo,si Yura ngambek tuh,besok duduk bareng gue aja."Sela Fitri.
"Gue duduk bareng Rachel."Timpal Arin senang.
Senyum tipis terukir di wajah Dhafir, melihat keakraban Yura dengan teman-teman nya.
"Kalian semua satu kelas ?"
"Yoon jin kelas sebelas." Jawab Yura
"Yura duduk sama Yoon so ?"
"Iya,cocok kan ?"Yoon so mengangkat dua jari nya.
Dhafir mengangguk merespon Yoon so, kembali memakan makanannya.
'Masa sekolah indah ya.' Dhafir membatin
"Kak Dhafir mau sekolah ?"
"Ohok--ohokk!!"
Dhafir tersedak,ia terkejut dengan pertanyaan Yura. Seakan tahu kegundahan hatinya.
"Eng-enggak, enggak sama sekali."
Wajah Yura kembali datar, jawaban gugup Dhafir terlihat jelas kalau ia sedang berbohong.
Mood Yura memburuk,ia beranjak dari kursinya.
"Gue ngantuk mau pulang."Ucap Yura pergi menuju mobil.
Semua diam menatap Yura,mood Yura yang cepat sekali berubah sudah tak asing bagi teman-teman nya.
Raut wajah Dhafir tampak kebingungan.
"Aku salah bicara ya ?"
"Udah Kak Dhafir tenang aja,Yura emang begitu mood nya cepat berubah."
"Sama Jin Oppa juga pernah,iya kan." Ucap Fitri
"Kapan ?"
"Dulu di Vila,jangan berkilah Jin hyung."Yoon so ikut menggoda.
"Udah ah,gue mau pulang ayo Kak Dhafir."
Dhafir mengangguk, hatinya terus bertanya-tanya perihal perubahan mood Yura yang tiba-tiba.
.....
Hai para readers semua, terimakasih sudah membaca novel karangan Author, sebelum nya mohon maaf mungkin ceritanya masih ngelantur kemana-mana 😆.
__ADS_1
Stay terus ya di North pole couple ❤️