
✨ Assalamu'alaikum ✨
Lama mencari, akhirnya Yura bertemu dengan dua sahabatnya yang ternyata berdiri paling depan tengah bersorak-sorai menyemangati Yoon so, Rachel dan Deha.
"Tumben jalan berdua ?"Tanya Arin ketika Yura berdiri tepat di samping nya di dampingi Yoon jin yang kembali memasang wajah datar.
"Kita udah jadi teman."Jawab Yura singkat
"Dari dulu lo berdua belum temenan ?"Giliran Fitri yang bertanya.
Yura mengedikkan bahu nya,sorot matanya terus menatap kedepan menyaksikan Yoon so yang sedang mendribble bola basket dengan gaya cool.
'Baru kali ini gue lihat wajah cool Yoon so'Yura membatin kagum.
"Yoon so jago ya main basketnya."Puji Fitri
"Oppa Yoon jin jago juga ?"Tanya Arin
"Enggak."
"Skornya berapa ?" Tanya Yura
"Yubesgara unggul 4 poin."
"Lee wei jago banget main basket nya, dari tadi dia mulu yang cetak poin."Timpal Fitri
"Mana ganteng banget lagi,"Fitri histeris melihat Lee wei yang sedang mendribble bola basket.
"Dasar,semua cowok di bilang ganteng."
"menurut lo pemain basket di sana siapa yang paling ganteng ?"Tanya Arin pada Yura.
"Yoon so lebih ganteng tuh dari Lee wei."
"Waduh,kalau Yoon so dengar lo ngatain dia ganteng, kejang-kejang di tempat pasti si Yoon so."Goda Fitri sambil terkekeh.
"Laki-laki mah ganteng kalau cewek cantik."Sahut Yura santai
"Hyung nya ganteng enggak ?"Fitri kembali bertanya.
"Ganteng, ganteng banget."Jawab Yura penuh penekanan pada kalimat nya.
Fitri dan Arin menatap kesamping ingin melihat reaksi Yoon jin. Wajahnya tetap datar namun di hati nya para lebah sedang panen nektar bunga.
"Ehem!!!!"Yoon jin berdehem agar Arin dan Fitri berhenti menatap nya.
Pertandingan basket berlangsung sengit antara Yubesgara Versus Turnagara, dengan sorakan heboh dari para suporter setiap kali salah satu tim basket berhasil mencetak poin.
Yura dan Yoon jin hanya menjadi penonton senyap diantara heboh nya para suporter.
Pertandingan usai, Yubesgara kembali membawa piala kemenangan untuk yang ke sekian kalinya.
__ADS_1
Ciwi-ciwi berlarian menuju Lee wei memberi air, handuk semua yang ada tangannya di serahkan semua kepada Lee wei secara sukarela.
"Kayak anak panti yang baru dapat sumbangan." Ucap pemain basket lain yang iri melihat Lee wei di kerumuni ciwi-ciwi dari Yubesgara, Darmagara dan Turnagara.
Yoon so mencari keberadaan Yura dan teman--temanya. Sorot mata Yoon so langsung menemukan sosok wanita yang selalu membuat hatinya menghangat.
"Kemana ?"Tanya Rachel menarik pergelangan tangan Yoon so yang hendak berlari.
"Ke sana,"jawab Yoon so berlari menghampiri Yura.
"Palingan ke tempat Yura."Tebak Deha
"Kalah lagi kita Kak,"Keluh Rachel tergeletak lelah.
"Kalau basket Yubesgara menang telak dari dulu."Deha ikut tergeletak lelah.
"Tapi enggak beda jauh kok."Deha kembali berujar.
Di tempat lain,Yoon so langsung membaringkan tubuhnya di dekat Yoon jin duduk.
"A-air Yur,minta air dong,"Yoon so merengek mengibas--ngibaskan tanganya sebagai kipas alami.
"Enggak bawa air gue."Jawab Yura santai
"Yah gue sekarat nih, tega banget sih enggak nyiapin air buat atlit ganteng kayak gue."
Yoon jin meletakkan sebotol air mineral dingin pada kening Yoon so."Nih air,udah gue bawain."
Yoon so bangkit dari baring nya segera meneguk habis sebotol air."Terimakasih Jin hyung."
"Sekolah kita kalah ?"Tanya Yura datar.
Yoon so menjawab dengan nada yang di buat lebai."Ya gitu deh,kamu mah enggak nyorakin nama aku, padahal aku udah nungguin suara lembut mu meneriaki nama indah ku."
"Lebai banget lo."Arin bergidik ngeri
"Rachel mana ?"Tanya Arin tak mendapati sosok Rachel sedari tadi.
"Ada di sana bareng kak Deha."
Sorot mata Fitri sedari tadi terus memperhatikan gerak-gerik Lee wei yang masih di kerumuni ciwi-ciwi .
"Lee wei dari tadi kayak nya meratiin lo deh Yur."
"Hah!!!,serius."Teriak Arin heboh.
"Yura woi!!! bukan lo!!!"Fitri menoyor kepala Fitri pelan.
Yoon so dan Yoon jin langsung menatap ke arah Lee wei. Benar saja sorot mata Lee wei tepat ke arah Yura yang tak memperdulikan Lee wei.
'Apa-apaan tu orang.'Yoon jin membatin kesal
__ADS_1
'Berani banget natap wajah Yura pakai wajah ngeri kayak begitu.'Yoon so membatin kesal.
Yoon jin dan Yoon so segera duduk di hadapan Yura untuk menghalangi pandangan Lee wei.
Benar saja di sana Lee wei tampak kesal melihat tingkah dua kakak beradik yang terlihat kekanak-kanakan.
Yura tampak bingung dengan dua pria yang tiba-tiba duduk di hadapannya.
"Ngapain lo berdua duduk di depan gue?"
"Biar wajah lo enggak di lihat terus-terusan sama Lee wei."
"Bener tuh,emang kamu mau wajah kamu di lihat terus sama mata sipit Lee wei."Timpal Yoon so.
"Enggak ngaruh tuh,udah biasa gue di perhatiin."
"Hah!!!, seriburius kok gue enggak tahu,"Arin tekejut tak percaya.
"Kok enggak cerita sih,parah lo Yura, enggak mau cerita-cerita sama kita."Kesal Fitri
"Lo enggak risih di tatap mulu ?"Yoon jin tampak tak percaya.
"Mana ada orang yang enggak risih di tatap mulu,lagian itu hak dia mana bisa gue ngelarang dia buat jangan natap gue."
"Lagian gue udah biasa di tatap."
"Iya sih,aku aja sering natap kamu diam-diam,wajah kamu enggak cukup kalau hanya sekali di pandang."Yoon so menggombal namun Yura tak tersipu.
"Garing amat gombalan lo,wajah Yura datar-datar aja tuh."Yoon jin menyentil kening Yoon so geram.
Yoon so memicingkan mata menahan sakit pada keningnya. "Akh,sejak kapan Jin hyung banyak bicara di depan Yura ?"
"Enggak tahu."Yoon jin menjawab asal.
Heboh bertengkar mereka tak tabu kalau Lee Wei datang menghampiri Yura dengan coklat berukuran besar di sodorkan ke arah Yura.
"Yura gue suka sama lo sejak pertama kali gue melihat wajah datar lo yang terlihat cantik meski saat itu lo marah-marah ke gue."Lee wei mengatakan isi hatinya di hadapan semua orang.
Ciwi-ciwi menutup mulutnya tak percaya,merasa patah hati ketika tahu pria idamannya menyatakan cinta pada wanita lain.
Yoon so dan Yoon jin yang sedang duduk segera bangkit menatap Lee wei tak suka.
"Terus,"jawab Yura santai bersedekap dada menaikkan sebelah alisnya.
"Lo mau enggak jadi pacar gue ?."
Yura diam tak menjawab pertanyaannya Lee wei yang penuh percaya diri akan di terima.
Semua hp memotret,merekam momen penting ini.
Di mana pria tampan dari Yubesgara sebagai ketua geng motor dan ketua tim basket putra menyatakan perasaannya kepada wanita berparas cantik yang selalu membuat pria patah hati dengan sifat dinginnya.
__ADS_1