North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 61


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


"Libur gini enaknya ngapain ya ?" Fitri berucap dengan dengan tangan yang terus mengupas kulit buah jambu biji yang belum sepenuhnya matang. Dengan fokus Fitri mengupas kulit buah agar benda tajam tak mengiris jari tangannya.


Yura dan Arin sibuk dengan aktivitasnya masing-masing tanpa merespon ucapan Fitri.


Saat ini tiga sahabat itu tengah sibuk membuat rujak di rumah Arin. Sudah tiga hari libur ujian anak kelas 12 berlalu. "Lo pada enggak bosan apa di rumah mulu ?"


Arin mulai menumbuk beberapa cabe. "Gue sih biasa aja."


Duk ! duk ! duk !


Suara benturan alat penumbuk cabe milik Arin.


Fitri tampak tak senang dengan jawaban Arin. Fitri beralih menatap Yura di sebelah sana.


"Lo Yur ?"


"Hmm....gue sih suka di rumah."

__ADS_1


Mendengar jawaban Yura membuat Fitri semakin tak senang dengan jawaban Yura yang tak jauh berbeda dengan Arin. Dua sahabatnya itu tak ada yang sepemikiran dengan nya. Semua menikmati waktu libur yang di anggap nya begitu membosankan.


"Aa !! gue mau sekolah ! mau ketemu cogan !" Fitri histeris di tengah kesunyian.


Yura dan Arin diam tak menghiraukan Fitri yang mulai berulah. "Lo enggak kangen sama Yoon jin ?"


Yura tetap diam sambil terus menggoreng kacang tanah.


"Atau Yoon so ? enggak kangen lo ?"


"Udah deh mending lo diam capek gue dengar omongan lo." Arin tak dapat menahan diri dengan tingkah laku Fitri yang kadang cerewet tak jelas.


Fitri merasa kesal dengan apa yang Arin katakan barusan. "Gue di abai kan nih ceritanya." Fitri memanyunkan bibirnya. Jari tangan yang terus mengetik pada benda pipih di tangan nya. Entah apa yang ia lakukan. Yura dan Arin tak menghiraukan Fitri yang memang selalu bikin ulah.


Selesai menumbuk cabe dan kacang goreng. Yura mengaduk-aduk semua bahan rujak yang mengeluarkan bau cuka segar. Fitri yang berada di pojokan berjalan menuju sumber aroma segar itu berasal.


Fitri menyerah kan sendok pada Fitri yang baru saja berpindah posisi ke samping Yura.


"Nih !" Arin menyerahkan sendok.

__ADS_1


Dengan segera Fitri memakan rujak yang berhasil mereka buat. Manis-manis pedas berhasil membuat rasa ketagihan pada lidah mereka. Untung saja Fitri mengupas banyak jambu biji. Kalau tidak mereka pasti merasa kurang.


"Huh hah !!" Fitri mengambil cepat segelas air dingin di depannya. Wajahnya berkeringat usai memakan rujak jambu yang mereka buat.


Arin yang tahu seberapa pedas cabe yang ia tumbuk. Tak berani meminum kuah rujak itu. Arin tak mau merasa panas perutnya usai meminum kuah rujak.


Berbeda dengan Yura yang masih meminum kuah rujak.Ia tak mengeluh kepedasan tapi bibir merah yang sedikit dower efek kepedesan terlihat jelas kalau ia menahan pedas.


"Udah Yur, enggak kasihan tuh bibir lo tebal banget kepedasan." Arin menarik sendok dk tangan Yura. Jika tak di hentikan mungkin saja Yura akan terus meminum kuah rujak merah merekah itu.


Dengan terpaksa Yura menghentikan aktivitas nya. Yura bergeming, ia segera meneguk air yang di pegang Fitri. Yura baru merasa kepedesan.


Gluk! gluk! gluk!


Yura meneguk habis segelas air. "Hah ! pedas banget !" Yura terdiam berusaha menahan pedas


"Tadi kayak nya pas makan enggak sepedas ini." Yura kembali meneguk air.


"Lebih pedas mana dari mulut Valen ?"

__ADS_1


"Pedas ini lah." Jawab Yura segera.


__ADS_2