North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 53


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


Broom ! Broomm ! Broomm !


Kepulan asap keluar dari kenalpot menyeruak ke langit-langit yang perlahan menghilang.


Semua bersorak-sorai meneriaki peserta balap dengan heboh.


"Kya !! Rachel !!"


"Semangat Rachel !"


Teriakan melengking dari penggemar Rachel. Rachel memainkan gas motornya bersiap melajukan motornya dengan kecepatan penuh.


Di balik kaca helm sorot mata Rachel tertuju pada Yura yang diam bersedekap dada melihat nya dengan wajah datar tanpa ekspresi. Berbeda dengan Yoon so Arin dan Fitri yang tak henti-henti meneriaki nama nya.


Meski di tolak kasar tanpa basa-basi oleh Yura. Rachel bersikeras membujuk Yura untuk menonton nya. Bermacam bujukan dan rayuan Rachel kerahkan agar Yura mau datang di pertandingan. Mulai dari jalan-jalan, shoping-shoping, nonton bioskop, dan akan membeli kan album foto Kim seokjin. Yura tetap menolak tanpa berpikir panjang.


Tiba-tiba saja Rachel teringat sesuatu. Jurus terakhir yang ia gunakan tak mungkin gagal.


Saat Rachel mengatakan akan mentraktir makan malam di Restu mewah. Yura langsung mengiyakan sebelum Rachel selesai bicara.


Jika Yura sudah setuju yang lainnya juga setuju. Ibaratnya Yura adalah titik pusat nya.


Rachel membuka kaca helm nya."Yura teriak kan nama gue !"


Yura refleks menggelengkan kepalanya menolak permintaan Rachel.


"Oke kalau lo enggak mau, padahal gue mau traktir barbeque pangg---"


"Woi !! Rachel semangat !! harus menang ! kalau enggak ! traktir burger sekalian !!"Teriak Yura semangat. Arin Fitri dan Yoon so refleks menutup kedua telinganya. Diam bagaikan patung teriak bagaikan raungan singa.


Rachel tersenyum sambil menutup kaca helm nya. Wanita berlenggak lenggok menuju pertengahan sirkuit. Diangkat nya sebelah tangan nya dengan bendera kecil yang menggantung di ujung kayu.


"Satu !!"


"Dua !!"


Broom !! Broomm !!


"Tiga !!"Teriak nya sembari menurunkan bendera di tangan nya.


Syutt!! syut !!

__ADS_1


Saling menyalip dengan kecepatan tinggi itu hal yang asik bagi para pembalap yang tengah beradu cepat. Penonton terus bersorak.


Rachel tak terlihat Yoon so kagum dengan talenta Rachel. Ia terus menatap lurus ke arah Rachel yang perlahan menjauh.


"Keren."Gumam nya


Yura menoleh ke arah Yoon so yang masih setia menatap ke depan. "Apa yang keren ?"Yura sedikit mendongak ke arah Yoon so.


"Rachel punya bakat yang bisa di teriakin kamu," Yoon so menatap wajah Yura dengan senyum tipis.


Yura memiringkan kepalanya mencerna kata-kata Yoon so.


"Lo kan punya bakat juga."


"Tapi lo enggak pernah teriakin nama gue."


Yura diam terpaku, keduanya saling tatap tak berkata-kata.


"Hmm lupakan."Ucap Yoon so kembali menghadap depan. Di depannya masih banyak motor yang berlalu lalang dengan kecepatan penuh. Yura mengernyitkan dahi untuk kesekian kalinya. Bisa saja kening Yura cepat berkerut keseringan mengernyitkan dahi.


Tak lama berselang, sorakan kembali bergema meneriaki nama Rachel yang berada di posisi pertama. Yura yang senang tak perlu berteriak sejak kepergian Rachel. Terpaksa kembali berteriak demi barbeque panggang yang terus berkeliaran di otaknya.


"Kiw Rachel ! kiw Rachel !!"Sorak ciwi-ciwi saat Rachel tiba di garis finis. Semua mengerumuni Rachel menyerahkan kalung bunga di leher Rachel sebagai tanda pemenang. Rachel tersenyum lebar saat menerima piala beserta uang tunai senilai delapan juta rupiah.


"Yura ayo ke sana foto bareng Rachel."Ucap Fitri terus menarik baju Yura agar mengikuti jalannya.


"Enggak ah malas berdesak-desakan. Ntar juga dia ke sini ngajak kita foto."


"Tau nih."Arin mengiyakan ucapan Yura.


"Tangan lo bisa lepas enggak,melar ntar baju gue." Yura menatap tangan Fitri yang masih menarik lengan bajunya.


Fitri refleks menarik kembali tangannya, berhenti menarik baju Yura. "Upss sori."Ucapnya cengengesan.


Jauh di sana Rachel melangkah cepat menghampiri Yura and the geng.


"Woi menang nih, enggak ada yang niat foto bareng hue gitu ?" Rachel datang dengan wajah berseri-seri.


"Gue ! gue !" teriak Fitri antusias.


"Fotoin dong,"Fitri memberi ponsel nya pada Yoon so.


"Gue sekalian."Arin mengatur posisi.

__ADS_1


"Lo enggak ikutan Yur ?" tanya Yoon so mengatur posisi kamera ponsel.


"Enggak ah."


"Udah lah kita aja, enggak usah heran sama Yura."Sergah Fitri tak sabaran.


"Satu !"


"Dua !"


Cekrek !!


...****************...


Ceess !!


Suara lemak sapi yang tersusun rapi di atas panggangan. Dengan aroma khas daging panggang yang menyeruak masuk ke hidung. Membuat perut semakin lapar.


"Bau nya beh ! wangi euy !" Rachel berucap senang sembari membolak-balik kan daging panggang yang mulai berubah warna.


"Udah masak belum ? Yura udah lapar tuh."Goda Fitri sembari mengarah kan kamera ke arah Yura yang tengah memainkan ponsel.


"Tau nih lama banget lapar nih."


Yura bangkit dari duduknya mengambil alih penjepit yang di pegang Arin.


"Ini udah Yur,"Yoon so meletakan sepotong daging di atas piring lalu menyerah kan nya pada Yura.


"UU terima kasih."Yura menerima dengan senang hati.


"Itu gue yang panggang,gimana pas kan mateng nya ?"


Yura mengangguk-angguk menikmati daging panggang dengan rasa manis segar khas aroma panggang.


"Lo mau coba ?"Yura menyodorkan sedikit daging di sendoknya.


Yoon so melahap langsung dari sendok yang di sodorkan Yura.


"Ewnak."(Enak)


Dengan senyum senang Yoon so mengunyah suapan Yura.


"Modus huu !!"Sorak Fitri tatkala melihat Yoon so yang tak berhenti tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2