
✨ Assalamu'alaikum ✨
Riuh rusuh supporter berteriak heboh bersorak-sorai mendukung pria tampan berwajah datar,di sampingnya berdiri tegap bersedekap dada paras wajah yang cantik namun ekspresi datar di wajahnya selalu terpampang.
Sekian menit lomba berlangsung seluruh sorot mata tertuju pada dua pasangan yang sedang melakukan pekerjaan nya masing-masing.
Semua kagum dengan kepiawaian dua pasangan yang berjulukan nort pole couple.
"Aa!!!, mereka kelihatan romantis banget."Fitri histeris.
Yoon so tampak tak suka dengan teriakan Fitri. Tapi memang kenyataannya kedua pasangan yang sedang berkompetisi benar-benar terlihat romantis.
"Wih,gila oppa-oppa di depan ganteng banget"
"Mana jago banget lagi masaknya."
"Itu yang tahun kemarin ikut lomba kan."
"Oh yang juara 1 itu ya ?."
"Nah iya itu lo ingat."
"Ceweknya cantik banget."
"Kayanya sih pacar nya."
"Serius."
"Tapi wajar sih, ganteng-cantik begitu."
Supporter Yubesgara dan Darmagara terkagum-kagum dengan pesona Yoon jin dan Yura.
Di sudut gedung perlombaan dua pasang mata sedang serius menatap dua pasangan lomba di depan.
Telinganya risih dengan riuh rusuh para suporter. Apalagi para siswi-siswinya yang terus teriak histeris mengagung-agungkan nama Yoon jin.
Dan terus mengelu-elukan kedua pasangan didepan dengan sebutan north pole couple.
"Kayaknya gue harus segera nembak Yura."
"Lo kenapa terburu-buru kayak begini,gue udah bilang ya sama lo Yura itu orang nya kayak gimana."
"Ya gue tahu,gue yakin pesona gue bisa ngalahin Yoon jin."Lee wei menyeringai.
Perlombaa usai sudah jelas pemenang nya adalah Yura dan Yoon jin.
__ADS_1
Yura segera melepaskan celemek nya, langsung berlalu keluar meninggalkan area perlombaan.
"Yura!!!!."
"Kenalan boleh dong."
"Nomor teleponnya berapa."
Teriak heboh para siswa-siswa Yubesgara dan Darmagara yang terkesima pesona Yura meski wajahnya selalu datar.
"Berisik lo, enggak level tahu enggak!!!."Teriak Arin tak terima sahabatnya di goda.
"Yura ini."Yoon so segera memberikan sebotol minuman yang langsung di sambut Yura dengan senyum tipis nya.
"Terimakasih."
Yoon jin yang baru tiba di belakang Yura diam menatap Yura yang sudah meneguk minuman yang Yoon so berikan.
Segera ia berbalik arah mengurungkan niatnya untuk memberikan air pada Yura.
"Eh,Yoon jin oppa kenapa balik ya." Ucap Arin penasaran.
"Enggak tahu tuh."
Tak lama berselang Lee wei datang dengan sebotol minuman dan sekotak cake pelangi di genggaman nya.
Yura acuh tak acuh dengan kedatangan Lee wei.
'Cewek sok jual mahal begini udah biasa gue, palingan sebentar lagi juga luluh dengan pesona gue.'Lee wei membatin penuh percaya diri.
Arin dan Fitri sudah histeris sedari tadi melihat kedatangan Lee wei.
"Gue tadi perhatiin lo masak,lo jago banget ya."Puji Lee wei.
"Harus dong, cewek memang harus jago masak."Sahut Yoon so berdiri tepat di samping Yura dengan jarak aman.
Lee wei menaikkan sebelah alisnya melihat Yoon so yang merespon ucapannya.
"Gue bawa in lo air nih sama cake,katanya lo hobi banget makan yang manis-manis kayak gue."
Kini giliran Yura menaikkan sebelah alisnya.
"Ini," Lee wei menyerahkan semua yang ada di tangannya. Yura diam menatap datar makanan yang Lee wei tawarkan.
Entah kenapa hatinya tak tergerak untuk mengambil makanan yang Lee wei berikan.
__ADS_1
"Ayo di ambil."Lee wei sedikit memaksa
"Gue udah kenyang"
"Maaf."Sambung Yura berlalu meninggalkan Lee wei yang masih dengan posisi tangan menyodorkan makanan.
"Kita duluan ya Lee wei." Ucap Arin sebelum pergi.
"Cake sama air nya boleh untuk aku aja enggak Lee wei !."Tanya Fitri lembut.
'Sial,lo pikir gue akan berhenti sampai di sini aja,gue bakal bikin lo tergila-gila sama gue.'Lee wei membatin kesal tak terima dengan tindakan Yura.
"Lee wei boleh enggak ?."Fitri kembali bertanya.
"Eh iya,boleh dong, ambil aja."Senyum terpaksa.
"Terimakasih Lee wei, sering-sering ya bagiin aku makanan."Ucap Fitri berlalu pergi menjauh.
"Ah,iya." Jawab Lee wei singkat.
Yoon so dan Yoon jin sedari tadi mengamati gerak-gerik Lee wei dari tempat yang berbeda. Ada rasa tak suka pada Lee wei sejak pertama kali bertemu dengannya.
Apa lagi akhir-akhir ini Lee wei menampakkan dengan jelas rasa sukanya pada Yura yang tidak peka sama sekali.
'Tu orang kayaknya enggak beres,gue harus terus awasi.' Yoon jin dan Yoon so membatin bersamaan di tempat yang berbeda.
Di kantin Yura sedang melahap mangkok yang ke dua.
Air miliknya sudah habis,air Arin yang di sampingnya lah sasaran penghilang dahaganya.
Wajah Arin tampak santai karena ia bisa memesan es lagi untuk dirinya tanpa harus mengeluarkan uang sakunya.
"Ini lo yang bayar kan Yoon so ?."Tanya Yura sambil mengunyah bakso terakhir.
"Iya,mau nambah lagi ?."
"Bo..."
"Udah cukup,lo enggak boleh makan berlebihan Yur, enggak baik untuk kesehatan."Potong Fitri.
"Kalau perut gue masih bisa nampung kenapa enggak."
"Hmm,kayak nya cukup deh Yur,kamu udah habisin dua porsi bakso pedas, sama dua gelas es blender." Ucap Yoon so lembut.
"Gue kan menang lomba, tiga porsi dong, biasanya kan cuma dua porsi."Yura merayu.
__ADS_1
"Ya udah deh boleh satu mangkok lagi."