
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Rasanya lelah kalau harus pura-pura bahagia di depan ku. Wajah ceria yang terus terukir di wajah ku hanya sebuah tipuan agar hidupku terlihat baik-baik saja. Boleh kah sekali ini saja aku menunjukkan sikap asli ku depan mi agar kau tahu seperti apa diri ku yang sebenarnya.
Sudah lebih dari tiga hari Yoon so belajar masak di ruang eskul tata boga. Yoon so fi ajari guru cantik berkharisma kuat. Siapa lagi kalau bukan Yura Aikawa si gadis Kutub.
Raut wajah Yura tampak masam. Entah untuk ke berapa kali nya Yoon so menghasilkan makanan tak layak santap. Mulai dari memasak yang sederhana seperti telur. Ia sudah sangat kesulitan.
"Bukan begitu ! parah banget lo enggak bisa pecahin telur. Mana cangkangnya ikutan masuk lagi,"Yura mengambil cangkang telur yang ikut masuk ke dalam mangkuk.
Yoon so menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Ia juga bingung dengan dirinya sendiri yang begitu payah dalam urusan dapur.
Yura mengambil sebutir telur, mempraktekkan lagi cara memecah kan telur dengan baik dan benar. Yoon so kembali mencoba dengan ragu-ragu. Tangan nya sedikit gemetar saat hendak memcahkan telur.
"Huff !!" Yura membuang kasar nafasnya merasa lelah. "Sini gue bantu !"Yura benar-benar kesal dengan Yoon so yang sama sekali tak bisa melakukan apa-apa di dapur. Tapi dengan beraninya masuk ke ruang eskul sendirian lengkap dengan perlengkapan anti cipratan minyak.
"Ini gue pakai sarung tangan ya. Gue enggak mau sentuhan sama cowok."
Dengan perasaan kesal Yura menggerakkan tangan Yoon so kasar mengikuti arahannya dan..
Crak !!
"Wow !!" Mulut mungil Yoon so membulat saat telur yang ia pecahkan berhasil tanpa kedala.
"Keren Yur."Yoon so berhasil memecahkan telur dengan sempurna tanpa ada cangkang yang ikut masuk ke dalam mangkuk atau kuning telur yang belepotan kemana-mana.
Yura mengajarkan Yoon so cara mengira seberapa banyak mingao yang di butuhkan untuk menggoreng telur. Yoon so memperhatikan Yura dengan seksama tanpa berkedip. Dengan lihai Yura menggoreng telur yang berhasil Yoon so pecahkan.
"Garam ?"Yoon so bertanya saat Yura mengangkat telur mata sapi dan meletakan nya di piring. Yura melepas sarung tangan yang ia kenakan, meletakkan nya diatas meja.
__ADS_1
"Enggak perlu pakai garam. Langsung taruh aja di sini." Yura meletakkan telur mata sapi itu di antara dua tumpukan roti tawar.
Yura menyodorkan roti itu ke arah Yoon so.
"Nih cobain."
Yoon so langsung menggigit roti dari genggaman Yura. Dengan wajah berseri Yoon so kembali menggigit roti isi telur itu.
"Enak,"ujar Yoon so dengan mulut penuh dengan roti.
"Pegang sendiri nih,keenakan ya di suapin gue." Dengan wajah masam Yura menyodorkan roti isi itu ke arah Yoon so.
"Kamu enggak mau coba Yur ?"
Yura diam terus menatap Yoon so yang menikmati roti buatan nya yang terlihat sangat enak. Aroma khas panggangan roti tawar membuat perutnya terkocok lapar.
"Yakin enggak mau ?"Yoon so menyodorkan bagian belakang roti yang belum di gigit nya.
Yura mengigit tepat pada roti berlapis telur garing. Yura menutup mulut nya yang penuh agar tetap terlihat elegan dengan sebelah tangan kanannya.
"Enak kan ?"Yoon so masih memegang roti yang sudah tak berujung. Yabg tersisa hanya bagian tengahnya.
"Ya karena gue yang buat makanya enak."
"Iya--iya kalau aku yang masak telurnya hangus terus ada cangkang nya juga ikutan masuk. Rotinya juga hangus."
Yoon so mengakui kegagalan nya dengan wajah kesal. Yura tersenyum tipis menatap Yoon so.
"Udah deh besok belajar lagi,"Yura berjalan mengambil tas mini berwarna cokelat diatas meja.
__ADS_1
"Yuk pulang."
Dengan senyum tipis Yura menoleh ke arah Yoon so. Yoon so yang mudah tersenyum segera membalas senyuman Yura dengan senyum lebar penuh kebahagiaan.
"Besok ajarin gue lagi ya." Yoon so berjalan di sebelah Yura dengan jarak aman.
Yura mengangguk pelan merespon Yoon so.
Dua remaja berseragam putih abu-abu berjalan lurus menelusuri lorong sepi dengan hati riang.
Siapa yang menyangka di balik suasana sepi itu ada lebih dari sepasang mata yang terus memperhatikan gerak-gerik keduanya.
"Katanya enggak boleh dua-duanya sama yang bukan mahram. Tapi kok suap-suapan gitu." Suara yang sengaja di ayun-ayun kan
milik Valen berhasil menarik perhatian Yoon jin.
Valen ikut menatap wajah datar Yoon jin. Tatapan tajam Yoon jin tak bakal menciutkan nyali Valen. Ia sudah biasa dengan tatapan Yoon jin. Baginya Yoon jin terlihat semakin tampan dengan tatapan nya.
"Jangan natap gue gitu, lo tahu kan kalau gue suka sama tatapan lo,"Valen berucap dengan seringai.
Yoon jin memalingkan wajahnya,merasa jijik dengan kalimat Valen.
"Jangan sebarin rumor aneh tentang adik gue."
"Adik lo atau Yura ?"
"Enggak usah ikut campur."
Yoon jin berjalan cepat dengan langkah lebar meninggal kan Valen yang terus menatap punggung lebar Yoon jin.
__ADS_1
"Cih !!"