North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 20


__ADS_3

...🌺 Assalamualaikum 🌺...


...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...


...Harap di maklumi❤️....


"wih udah pada pulang, oleh--oleh nya mana ?."Goda Arin saat melihat Yura yang keluar dari mobil mewah keluarga Kim.


"Jam berapa ya ini,udah magrib belum,"timpal Fitri melirik jam yang melingkar pada tangannya.


"Masih aman,nih baru jam 17.30,emang cuacanya yang agak mendung."Sahut Arin.


"Masih sepuluh menit lagi baru magrib."


"Padahal gue pengen nya si Yura di marahin Abi."Ucap Arin sambil terkekeh.


"Nah gue juga,ko kita sama sih."


"Ya lo kan plagiat."


"kurang ajar,"ucap Fitri sembari menoyor kepala Arin kesal.


Yura dan Yoon jin hanya diam memasang muka malas dengan guyonan garing dua wanita di seberang rumahnya.


"Ma,Iza pulang ya."Pinta Faaiza.


"Iya, sebentar ya."


Mata Arin dan Fitri tertuju pada anak laki-laki yang baru saja keluar dari dalam mobil.


"Appa, Eomma."Ucap Myung Shik manja.


Yura dan Yoon jin menoleh ke arah Myung Shik bersamaan.


Mata kedua sahabat Yura membulat sempurna sembari menutup mulut yang ternganga lebar dengan kedua tangannya.


Fitri dan Arin bertatapan dengan ekspresi konyol masih terpasang di wajah mereka.


"Ehem--hem,"Yura dan Yoon jin berdehem bersamaan membuat Fitri dan Arin semakin terkejut.


Kesal dengan ekspresi konyol kedua sahabatnya,Yura melempar kerikil ke arah Arin dan Fitri meski tak mengenai keduanya.


"Biasa aja muka lo pada,udah jelek jangan di bikin tambah jelek."Ledek Yura datar.


"Idih,putri kutub emang yang paling cantik."Oceh Fitri.


"kita mah lewat."Timpal Arin.


Mendengar samar--samar keributan Abi dan Umi keluar menuju sumber keributan.


"Assalamu'alaikum."Sapa Abi pada penghuni luar.


"Waalaikumsalam."Jawab semua serentak.


Yura langsung mencium tangan Abi dan Umi.


"Salim dulu sama Nenek dan Kakek,"ajak Yura pada Faaiza dan Myung Shik.

__ADS_1


Segera Myung Shik dan Faaiza mencium tangan Abi dan Umi,di susul oleh Yoon jin yang ikut mencium punggung tangan Abi.


Dari seberang rumah Arin dan Fitri berjalan menuju rumah Yura dan ikut menyalami Umi.


"Kenapa ni ribut-ribut ?."Tanya Abi.


"Biasalah bi,tukang badut depan rumah lagi sirkus,"ledek Yura melirik ke dua sahabatnya.


Arin dan Fitri hanya bisa berekspresi kesal mendengar ledekan Yura.


"Magrib jam berapa ?."Tanya Abi.


"Jam 17.45 bi."Jawab Arin.


Abi melirik jam tangannya menunjuk kan pukul 17.30.


"Alhamdulilah,kalian bisa menempati janji,karena sudah terlalu sore sebaiknya Yoon jin segera pulang keburu gelap."Ucap Abi.


"Iya om,kalau begitu saya langsung pamit pulang, Assalamu'alaikum."Pamit Yoon jin sembari menyalami Abi.


"Hati--hati ya nak,Usik sayang jangan nakal ya."Ucap Umi.


"Hati--hati Oppa,"ucap Arin melambaikan tangan.


"Oppa jangan lupa baca doa."Timpal Fitri.


"Eomma,Usik puyang ulu ya,Iza aku ulang dulu ya bai-bai."Ucap Myung shik polos.


(Eomma, Myung Shik pulang dulu ya,Iza aku pulang dulu ya bye-bye).


"Yura,lo enggak ada kata--kata perpisahan gitu sama Oppa yang sudah traktirin lo makan banyak."Goda Fitri


"Iya nih Yur,bilang hati-hati kek."Timpal Arin.


Yura hanya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan tak berguna dari dua sahabatnya.


"Assalamu'alaikum."Ucap Yoon jin dari dalam mobil dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Waalaikumsalam."Jawab mereka semua serentak.


"Oppa!!, Yura bilang hati--hati."Teriak Fitri keras.


Yura menoyor kepala Fitri kesal.


"Udah masuk Yuk, Takoyaki sama Bibimbap Umi ada kan."Tanya Umi sembari membawa sekantong kresek yang tak tahu apa isinya.


"Yah es kirimnya pada enggak berbentuk gini,"kesal Yura memakan es krim yang bentuknya sudah tak beraturan.


"Banyak banget es krim lo,Yoon jin oppa benar--benar idaman,"sahut Fitri santai sambil memakan es krim.


"Abi sama Umi juga dapat oleh--oleh,gue ada enggak ?."Tanya Arin yang ikut menikmati es krim.


"Ada tapi bukan dari Yoon jin."


"Mana,"tanya Arin dan Fitri semangat.


"Tuh di keresek."Tunjuk Yura.

__ADS_1


Arin dan Fitri segera mengambil kresek yang berisikan tiga buah gantungan kunci yang terlihat imut.


"Yur, serius lo ngasi kita ini ?."Tanya Fitri.


Yura hanya mengangguk kan kepala mengiyakan ucapan Fitri.


"Ya elah Yur,lo bilang habis dari mall kenapa cuma beli ini buat bestie lo."Sambung Fitri lagi.


"Bagus ko,kiyowo imut,lo enggak bersyukur banget,Yura lagi senang jalan--jalan sama oppa nya masih ingat sama kita."Oceh Arin


Kalau sifat bijaknya Arin keluar Fitri hanya bisa terdiam bisu,kalah telak.


"Iya-ya terimakasih bestie ku sayang."Ucap Fitri dengan senyum terpaksa.


"Terus yang ini buat siapa ?."Tanya Fitri sambil memegang gantungan kunci bermotif panda imut.


"Rahasia."


kini mereka sedang menatap keluar jendela kamar Yura yang langsung bertepatan dengan cerahnya sinar rembulan dan bintang-bintang malam.


Di rumah mewah berbeda tempat,dua pria keturunan china-korea juga sedang menikmati cerahnya malam di kamarnya masing--masing.


Di kamar mewah yang memancarkan cahaya jingga dari lampu hiasnya, ia juga sedang duduk tepat di depan jendela menikmati malam cerah. Entah ada angin apa,pria yang selalu berwajah datar tanpa ekspresi kini sedang tersenyum senang menghadap pada bulan dan bintang yang tengah bersinar terang.


Pria berwajah imut yang selalu tersenyum manis kini tampak murung. Mood nya yang tidak bagus membuat wajahnya yang tampan di barengi imut menjadi masam sambil terus menatap langit yang tampak cerah.


Yura duduk paling pojok terdiam bisu menatap bintang-bintang kecil berhamburan indah memenuhi langit.


Entah kenapa hatinya terasa sesak saat melihat cahaya bintang yang berkelap-kelip.


Hati yang terasa di penuhi bunga-bunga indah bermekaran,kini terasa layu, hampa dan kosong.


"Yur,"ucap Arin membuyarkan lamunan Yura.


"Apa,"jawab Yura kesal,kaget dengan panggilan Arin.


"Gue tahu kalau lo lagi menikmati indahnya malam yang dihiasi rembulan dan bintang-bintang kecil yang bersinar cerah menembus mata batin,tapi lo jangan kacangin kita ngomong dong."Kesal Fitri.


"Ck,apaan sih."Yura berdecak kesal.


"Lah,malah lo yang kesal sama kita,"kesal Arin melempar sampah es krim ke arah Yura.


"Emang kalian ngomong apa ?."


"Kita nginap di sini ya ?."Pinta Arin dan Fitri bersamaan.


"Iya."Jawab Yura singkat padat dan jelas.


"Sip,mantap gue mau teriak dulu bilang emak gue kalau gue nginap di sini."Ucap Fitri.


"Jangan teriak lah bambang,udah malam ni ganggu tetangga aja."Oceh Arin.


"Tetangga gue kan cuma keluarga Yura sama lo doang."


"Tutup telinga lo cepat Yur,"ucap Arin sembari menutup telinganya dengan bantal Yura.


Sebelum Arin mengingatkan Yura, headphone sudah terpasang cantik di telinganya.

__ADS_1


__ADS_2