
Assalamu'alaikum ✨✨
Yura bersama keluarganya sedang menunggu Kak Dhafir yang sedang menjalani operasi.
Dua sahabat dan dua teman prianya juga ikut menunggu.
Yura yang memang tak banyak bicara memasang wajah datar membuat suasana serasa mencekam jika hanya menatap wajahnya.
Fitri yang kesal dengan tatapan kosong Yura, sedang berpikir keras untuk membuyarkan tatapannya.
"Yura,lo mau lihat foto Kak Dhafir kemaren enggak ?"
Yura menoleh kan kepala nya kesamping. Wajahnya tetap datar, moodnya sedang tidak baik, ia tak ingin di ajak bicara. Ia mau bicara jika Dhafir sudah selesai operasi.
Namun bukan Fitri namanya jika gagal membujuk Yura.
"Apa ?"
"Foto Kak Dhafir kemarin pas kita jalan-jalan."Jelas Fitri kembali.
"Mana ?"
Fitri menunjukkan hasil potret nya, pria yang duduk di kursi roda menoleh ke kanan,tangannya memegang sekuntum bunga dengan senyum manis terukir di wajahnya.
Yura mengembangkan senyum nya ketika melihat foto Kak Dhafir yang terlihat bahagia.
"Lihat senyum bahagia nya,kita juga kebawa bahagia."Yoon so ikut melihat foto Kak Dhafir.
"Gue juga pas potret Kak Dhafir sambil senyum,manis kayak kelinci."
Yoon jin diam tak berkomentar melihat foto Dhafir.
Sesekali Yoon jin melihat senyum manis yang terukir di wajah Yura saat menatap foto Dhafir.
"Kak Dhafir rambutnya agak kecoklatan ya kayak Rachel."Ucap Arin dengan sorot mata terus menatap foto Dhafir.
Fitri berbangga hati ketika berhasil memotret wajah tampan Dhafir."Ganteng kan, model gue."
"Kapan lo foto kok kita enggak tahu ?"Tanya Yura penasaran.
"Pas lo pada beli es krim."
"Gue jadi terharu bisa lihat foto Kak Dhafir senyum bahagia begini."Sela Arin.
__ADS_1
"Ya gue berharap semoga Kak Dhafir bisa senyum terus kayak gini." Ucap Yura
Lebih dari satu jam para tenaga medis berkutat di ruang operasi. Fitri dan Arin memejamkan matanya di balik hoodie.
Abi dan Umi sedang duduk manis bersama Yura.
Yoon so membaringkan kepalanya di pundak lebar Yoon jin.
Yura dan Yoon jin sama--sama tak bisa tidur seperti yang lainnya. Keduanya bersandar di kursi, setia menanti dokter keluar dari ruang operasi dengan kabar bahagia.
Yura menatap ke arah Yoon jin, dilihatnya Yoon jin tidak tertidur.
'Gue coba ajak omong ah'
"Hmm,lo enggak tidur ?"Tanya Yura berusaha sealami mungkin.
Yoon jin mengangkat kepala dari sandarannya.
"Gue ?"
'Udah lah,kalau di tanya balik gini gue jadi enggak mood.' Yura membatin kesal.
"Hmm."Respon Yura singkat.
"Enggak bisa tidur gue."
"Kenapa ?"
"Gue juga enggak tahu,tapi yang pasti lo juga enggak bisa tidur"
Yura diam tak merespon Yoon jin.
Tak lama berselang orang yang di tunggu-tunggu datang. Dokter Hermasyah keluar dari dalam ruang operasi.
Abi dan Umi langsung menghampiri Dokter Hermasyah.
Dokter Hermansyah tersenyum, sudah bisa di tebak, Dokter Hermasyah pasti akan membawakan kabar bahagia.
Yura dan Yoon jin langsung bangkit dari duduknya. Yoon so ikut terbangun ketika Yoon jin memindahkan kepalanya dari pundak Yoon jin.
"Alhamdulilah, semua berjalan lancar. Tunggu beberapa menit InsyaAllah Dhafir akan segera siuman."Jelas Dokter Hermasyah.
"Terimakasih kasih Dokter, terimakasih banyak."Ucap Abi sembari tersenyum.
Dokter Hermasyah mengangguk berlalu meninggalkan Abi.
__ADS_1
"Kapan boleh masuk ?"Tanya Yura tak sabar.
"Nanti nak, tunggu Dhafir sadar."Jelas Abi.
Yura mengerucut kan bibir nya tak puas dengan jawaban Abi. Hatinya benar-benar tak sabar ingin melihat reaksi Kak Dhafir.
"Sabar Yura, pakai acara manyun-manyunnin bibir."Oceh Fitri
Yura bersedekap dada menatap Fitri kesal.
Beberapa menit kemudian suster memberi kan izin untuk menjenguk Dhafir.
Yura lah orang yang pertama kali masuk ke kamar inap Dhafir. Melihat Yura yang terlihat sangat antusias ingin bertemu Dhafir membuat Yoon so dan Yoon jin memikirkan hal yang sama.
'Kayakny selama ini Yura bukan simpati sama Kak Dhafir, tapi gue berharap itu cuma rasa simpati enggak lebih' Yoon jin dan Yoon so membatin bersamaan.
"Nak kalian enggak masuk ?"Tanya Abi yang terhalang oleh tubuh Yoon jin dan Yoon so tepat di depan pintu.
"Kalau enggak masuk,Jin oppa sama Yoon so di luar aja,jangan di tengah-tengah pintu."Protes Fitri.
"Eh maaf Abi, silahkan Abi."Yoon so menepikan diri merasa tak enak.
Abi masuk sedikit menggeser kan tubuh Yoon jin yang masih mematung.
Abi menggelengkan kepala melihat Yoon jin yang terus mematung meski tubuhnya sudah di geser kan Abi.
Fitri dan Arin tertawa melihat Yoon jin.
"Apa--apaan Jin oppa,kok diam begitu sih."
"Mikirin apa sih, tubuhnya di geser enggak berasa ya ?"
Yoon jin tak mendengar apa-apa,ia sibuk dengan pikirannya.
Yoon so mendorong pelan tubuh Yoon jin agar segera sadar.
"Jin hyung jangan begitu,kayak orang gila tahu." Celoteh Yoon so berlalu menghampiri Dhafir yang sudah siuman.
"Apa!!" Yoon jin tak terima dengan tuturan Yoon so.
"Awas lo Yoon so."Geram Yoon jin mengepal tangan.
Dhafir usai operasi
__ADS_1