North Pole Couple

North Pole Couple
Episode 54


__ADS_3

🌺 Assalamu'alaikum 🌺


Brak !!


Yura menghempas keras pintu mobil. Yura melambaikan tangan membalas lambaian tangan penghuni mobil. " Tidur nyenyak mimpi in aku." Yoon so tersenyum lembut ke arah Yura.


" Hati-hati bawa mobilnya." Keduanya saling melempar senyum sebelum Yoon so menutup kaca jendela mobil.


"Jiakh perut lo buncit tuh."Celoteh Fitri berjalan menuju rumah nya di sebrang.


"Berisik !"


Yura membuka pintu rumah perlahan-lahan.


"Assalamu'alaikum."


Tak ada jawaban dari balik pintu. Netra berbulu mata lentik terus menyusuri setiap sudut ruangan.


"Abi sama Umi udah tidur ? baru jam delapan ."Yura bergumam


Yura bergegas masuk ke dalam kamar. Meletakkan tas kecilnya di atas meja.


Ting !!


Dering ponsel Yura berbunyi. Yura yang baru membaringkan tubuhnya di kasur empuk. Dengan rasa malas bangkit meraba tas mecari sumber suara.


✉️ "Udah tidur ?"

__ADS_1


Pengirim pesan berfoto profil Yoon jin. Yura tak suka berbasa-basi. Dan tak bisa berbasa-basi.


Yura mengabaikan pesan Yoon jin. Melempar kembali ponsel nya ke posisi semula.


Tak lama berselang ponsel Yura kembali berdering. Firasat Yura mengatakan kalau Yoon jin pengirim pesan itu. Benar saja Yoon jin kembali mengirim pesan. Ia bahkan mengirim foto selfi dengan gaya norak. Yura mengembangkan senyum saat melihat foto Yoon jin yang menjulurkan lidahnya keluar ala-ala anak gaul saat ber-selfie ria.


"Norak banget,"Yura mengetik keyboard ponsel nya sembari bergumam. Yura kembali berbaring dengan ponsel di tangannya menunggu jawaban dari Yoon jin. Yoon jin berhasil membuat Yura membalas pesannya.


Keduanya saling bertukar pesan sampai larut.


✉️ "Udah malam, tidur besok ujian praktek lo."


✉️"Siap, Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam"Gumam Yura saat membaca pesan penutup dari Yoon jin.


Yura beranjak dari tempat tidur nya, berjalan menuju kamar mandi. Menggosok gigi mencuci muka di lanjutkan dengan berwudhu. Sudah menjadi rutinitas Yura untuk selalu bersih-bersih sebelum tidur. Lampu kamar Yura sudah terpadam. Membaca ayat kursi di lanjutkan dengan membaca tiga surah terakhir Al-Qur'an.


...****************...


Matahari belum sepenuhnya muncul. Cahaya gelap masih menyelimuti. Desiran angin semakin membuat malas manusia untuk keluar dari alam mimpi nya. Di dapur aroma nasi goreng dengan aroma khas ayam goreng menyeruak ke seluruh ruangan berhasil mengganggu wajah damai Yura yang perlahan terbangun.


Yura mengerjapkan mata nya berkali-kali. Perutnya terasa lapar. Yura berjalan ke dapur dengan penampilan khas bangun tidur. Masih acak-acakan tapi tetap cantik.


"Umi," sapa Yura menarik kursi di depannya.


"Kenapa ? lapar ?"

__ADS_1


Yura memegangi kepalanya, dengan siku yang menempel di atas meja. Yura melirik malas jam yang terpajang di dinding. Pukul empat subuh.


"Mandi sana,"ucap Umi tampak sibuk menggoreng ayam.


"Kalau enggak mandi boleh enggak Mi ?"


Umi terus membolak-balikan ayam goreng di kuali malas merespon Yura. Dari mana sifat dingin Yura berasal. Seperti nya sudah jelas dari Uminya. Namun sifat dingin Yura terlalu berlebihan. Entah bagaimana konsep nya. Inti nya sifat dingin Yura berasal dari gen Umi Zahra.


Selesai dengan aktivitas paginya. Yura turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama Abi dan Umi. Yura menambah nasi dan lauk di piring ha hingga penuh. Nasi yang sudah di sediakan Uni di piring nya masih kurang.


"Sedikit-sedikit saja nanti kalau kurang nambah." Abi Oshiko mengingat kan.


"Nanti mubazir kalau enggak habis." Umi ikut mengingat kan.


"Enggak ada kata mubazir di kamus kehidupan Yura."Jawab Yura terus fokus menikmati sarapan nya.


Abi dan Umi tak heran dengan nafsu makan Yura. Walau makannya lebih banyak dari kedua orang tua nya. Berat badannya tak sebanding dengan mereka. Badan Yura tetap langsing walau makan sebakul. Banyak yang iri pada Yura atas anugerah yang Allah berikan.


Dentingan sendok dan piring saling beradu menjadi irama di tengah sarapan.


"Alhamdulilah."Yura berujar setelah meneguk segelas air. Ia duduk bersandar. Ia tengah berpikir kegiatan apa yang akan ia lakukan di saat libur hari minggu tiba.


"Bosan banget kalau hari minggu. Kalau enggak joging gue ngapain ya."


"Masak iya gue rebahan seharian. Entar penyakitan."Yura kembali bergumam.


Tak menemukan ide,Yura kembali ke kamarnya menyelimuti seluruh tubuhnya. Memejamkan mata nya. Ia memutuskan untuk tidur sebentar selagi Umi dan Abinya tak ada di rumah.

__ADS_1


Abi dan Umi pergi keluar, sungguh momentum yang tepat untuk bermalas-malasan.


"Yuhuu tidur ! sampai siang ! akhirnya !"Teriak Yura kegirangan.


__ADS_2