
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi....
...Mohon dukungan nya❤️...
Jam telah menunjukkan pukul 06.45.
Kamar dengan desain minimalis di isi seorang wanita dengan rambut panjang sepinggang warna rambutnya yang kemaren hitam pekat sudah berganti menjadi medium champagne.
Warna pirang hitam kecoklatan dengan tona cerah memberi efek glowing alami pada wajah pemiliknya.
Ia sedang menatap keluar jendela dari atas ranjang nya. Ia menikmati segelas teh dan snack sebagai cemilan paginya.
Gedubrakk!!
Suara yang berasal dari pintu kamar Yura yang terdorong keras. Yura menoleh ke sumber suara mengernyitkan dahinya bingung.
Munculah dua sosok wanita yang selalu merusak suasana-suasana indah.
"Ada apa lagi sih kalian kemari."Tanya Yura kesal.
"Yaelah Yur,enggak senang banget di kunjungi bestie,"oceh Fitri ikut memakan a snack di pangkuan Yura.
"Lagian buka pintu kamar orang kayak mau nangkap maling yang sembunyi di kamar gue."
"Ya maaf,kita kayak gini kan biar lo yang lagi tidur langsung terbangun mendengar keributan."
"Lo kalau tidur langsung jadi putri tidur yang menunggu ciuman pangeran Jin."
"Jin siapa ?"tanya Yura
"Kim Yoon jin my be."Sahut Fitri santai.
"Ihhhh,enggak ya,ngeri gue."Yura bergidik ngeri.
"Alah kemaren lo ngelapin bibir doi."
"Dengan sangat amat--teramat serius putri Kutub utara mengelap lembut bibir pangeran kutub selatan." Goda Fitri.
Yura memutar bola matanya jengah mendengar godaan dua sahabatnya..
"Eh bentar deh Yur,kok rambut lo udah ganti warna aja ?"tanya Arin penasaran sambil memegang rambut panjang Yura.
"Terus satu lagi kenapa di hari libur ini lo cepat bangun ?" tanya Fitri sambil menyeruput teh Yura.
"Nanya sih nanya tapi jangan di seruput sampai habis juga kali,"kesal Yura merebut gelas dari tangan Fitri.
"Udah lah ko malah lo pada yang nanyain gue ?" Tanya Yura balik.
"Yaudah ini coba lo lihat,"ucap Arin memberi ponsel kepada Yura yang memperlihatkan beberapa foto.
Mata Yura membulat sempurna. Ia tidak menyangka tindakannya kemaren terlihat romantis di lihat dari foto.
"Apa-apaan nih, kok gue ngeri ya lihatnya," ucap Yura syok seakan hanya ada mereka berdua di cafe itu.
"Kalau dilihat sekilas orang-orang pasti mikir lo lagi." Arin tidak melanjutkan kalimatnya.
"Siapa sih yang potret, lo dapat foto itu dari mana, udah tersebar, dari kapan, apa dari semalam ? "Tanya Yura beruntun.
__ADS_1
"Kita juga enggak tahu siapa yang nyebar tapi di grup kelas udah tahu semua,gue dapat foto ini dari Yuki terus beberapa detik kemudian nama lo sama Yoon jin heboh di grup kelas." Jelas Arin.
"Pasti satu sekolah udah pada tahu tuh."
Yura terdiam sebentar walau dia syok tapi ia tetap berusaha santai sambil memasang ekspresi datar.
"Ya udah lah,biarin aja udah biasa gue yang kayak begitu."
"Iya,sih tapi tetap aja gue enggak terima,bestie cantik gue di gituin,"ucap Arin memeluk Yura.
"Kita hadapin bareng-bareng ya walaupun lo enggak ambil pusing sama yang beginian," Fitri ikut memeluk erat Arin dan Yura.
"Santai aja kalian kaya baru kenal gue aja deh."
Arin dan Fitri tahu betul sifat Yura. Memang benar Yura wanita yang Santai,kutub,datar. Namun mereka tahu di balik sifat kutub nya banyak kenangan-kenangan masa lalu yang menjadikan wanita cantik berwajah datar bersifat kutub seperti ini.
...----------------...
Pukul 06.50 menit Yura sampai di parkiran SMA Turnagara.
Yura berjalan menuju kelasnya. Dilihatnya perlahan dari samping pintu belum ada guru yang mengajar. Yura bernapas lega dan memasuki kelasnya dengan santai tidak lupa dengan ciri khasnya. bersedekap dada dengan ekspresi datar sudah terpasang.
Semua tatapan mata dikelas tertuju padanya yang terlihat cool dengan muka datar.
"Yura lo udah tahu,"tanya Yoon so menampilkan wajah khawatir.
Yura menatap lawan bicaranya, tergambar jelas kalau sang pemilik wajah sangat khawatir padanya.
"Gak perlu khawatir, ekspresi lo juga di kontrol jangan berlebihan."
"Yaelah Yur,di khawatirkan sama pangeran uwu lo kagak mau." Oceh Fitri.
Bel istirahat telah berbunyi kali ini Yoon so dan Rachel ikut nimbrung ke dalam kelompok tiga wanita hijab berseragam SMA menuju kantin.
Sesampai di kantin Yura di sambut oleh tatapan-tatapan sinis para siswi penghuni kantin berbanding terbalik dengan para siswa yang menatap nya dengan penuh kagum.
"Biasa aja tuh mata gue colok,"gertak Fitri pada salah satu siswi tepat di hadapan nya.
Sepulang dari kantin,Yura mencuci tangan nya di wastafel depan kelas.
Usai mencuci tangan Yura membalikkan badan menuju kelas. Matanya tertuju pada tiga wanita yang berdiri dengan gaya sok cool di hadapannya. Matanya fokus kearah wanita yang terlihat mencolok.
Siswa-siswi yang berlalu lalang ke sana -kemari entah kemana melihat apa yang terjadi dengan dua wanita terkenal di sekolah itu. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang menyenangkan rugi jika mereka tidak menonton pertunjukan seru ini.
Yura yang memang cool melipat kedua tangan di atas perut wajah datar sudah terpasang mata mencekam sudah di setel seakan siap untuk berperang.
"Heh, caper jangan sok cool ya lo,jangan suka cari perhatian,lo itu sama kaya perempuan-perempuan di luar sana,berlagak sok cool untuk memikat lawan jenis terus menggoda nya di belakang !"Oceh Valen dengan suara keras.
Yura tetap diam sambil terus menatap datar wanita yang terlihat aneh teriak--teriak enggak jelas.
Melihat Yura tidak bergeming Valen tertengun sebentar.
"Memang ya ular berbisa cukup diam kaya batu aja,bisa mengenai apa aja yang ada di hadapannya,gue heran deh sama lo padahal lo diam aja kaya batu muka lo datar kaya jalan tol,sifat lo juga kaya kutub,ko bisa ya dengan gampang nya lo nyentuh pangeran tampan yang di gilai semua cewek,lo juga anak kelas sepuluh masih bau kencur."Ocehnya kembali.
"Jawab dong bisa-bisanya lo diam pas di hina kaya gini !!"Teriaknya lebih keras.
Semua orang banyak yang mengiyakan apa yang di katakan Valen. Semua riuh tidak percaya dengan kelakuan Yura tapi jelas sudah ada bukti foto Yura yang mengelap mesra bibir Yoon jin.
"Memang ular ini mah."
"Enggak nyangka banget ya."
__ADS_1
"Muka datar gaya cool, kelakuannya belok-belok entah kemana"Oceh siswi-siswi yang mulai terpancing dengan omongan Valen.
"Kalau enggak salah jangan diam dong,"ucap salah satu siswi ikut memanas--manasi. Dua sahabat dan dua teman Yura bergegas keluar melihat apa yang terjadi.
"Astaga Yura di apain itu."Ucap Arin.
Kaki yang terlangkah lebar ingin menuju ke arah wanita idamannya. Namun baju belakang nya sedikit tertarik. Membuat langkahnya terhenti.
"Kita lihat aja gimana Yura ngadepinnya." ucap Arin.
"Tenang ya Yoon so, Yura bukan cewek lemah."Sahut Fitri.
Yoon so mengurungkan niatnya dan menatap apa yang akan Yura lakukan. hati kecilnya begitu khawatir melihat wanita yang ia kagumi berhadapan dengan tiga wanita aneh.
"Udah lah kayanya lo udah enggak layak lagi sekolah di sini,kasihan muka lo mau di letak dimana,lo enggak tau apa kalau Yoon jin itu--"
"Apa ?"suara datar dari pria tampan berwajah lebih datar dari jalan tol mata tajam mencekam, tangannya berada di dalam saku celana, berada tepat di balik tubuh Yura yang terlihat mungil.
"Gila cold Couple."
"Keren banget."
"Ko cocok banget sih mereka berdua"
"Aaaa iri banget".
Mata kedua lawan bicara yang sama -sama tajam,wajah sama-sama datar, dilihat bersamaan menjadi predator yang siap memangsa dengan ganas. Nyali Valen seketika ciut. Dua sahabat dibelakang nya tidak berani menatap kedua pasangan didepan.
"Lo mau ngomong apa,kayanya lo iri banget sama kebahagiaan kita."Ucap Yoon jin datar.
Yura tersentak mendengar ucapan Yoon jin namun ia tetap memasang wajah datar.
"L--lo benar pacaran sama dia ?"
"Iya,lo mau apa ?"
Valen menganga tak percaya dulu ia pernah mengatakan cinta pada Yoon jin namun Yoon jin tidak merespon dan langsung pergi meninggalkan nya. Ia kesal dan langsung berpacaran dengan Deha Ketua osis sekaligus teman dekat Yoon jin.
"Bukannya wajar ya, kalau pasangan kencan berdua,"ucap Yoon jin sambil mengangkat sebelah alisnya.
Yura, dua sahabat dan dua teman prianya melongo mendengar kalimat mustahil untuk disebut oleh seorang Yoon jin. Benar-benar tak masuk akal.
"Iya-ya,wajar saja sih."
"Malahan lebih dari itu juga boleh."
Ciwi-ciwi berbisik mengiyakan ucapan Yoon jin.
Mereka semua mendengar jelas apa yang dikatakan ciwi-ciwi itu. Yura bergidik ngeri menahan muntah yang mengocok perutnya. Sahabat dan dua teman pria tertawa mendengar bisikan ciwi-ciwi yang terdengar menggelikan.
Wajah Yoon jin sedikit memerah malu mendengarnya. Ia sedikit kesal dengan apa yang ia katakan tadi jika kata--katanya bisa di tarik kembali. Ia akan meralat kalimatnya.
"Mending lo pergi enggak usah ganggu pacar gue lagi,"tegas Yoon jin yang sudah terlanjur malu.
"Udah kelar kan lebih baik lo pergi sebelum lo di sorakin,udah nyebarin berita hoaks." Timpal Yura santai.
"Kurang ajar ya lo!!"Teriak Valen merasa dirinya di hina oleh adik kelas. Ia berjalan dengan tangan mengarah pada pipi Yura.
Plakkk !!
Belum sempat tangannya menyentuh pipi Yura.Tamparan keras sudah mendarat duluan di pipi putih bersih mulus milik Valen.
__ADS_1