
Assalamu'alaikum ✨
Selamat membaca ♥️, jejaknya jangan lupa 🤗
Waktu telah menunjukkan pukul 20.35. Usai menghampiri dua restoran klasik. Rombongan Yura langsung mencari penginapan.Penginapan bernuansa klasik lah yang dipilih Bu Sarah untuk beristirahat malam ini. Seharian ini Bu Sarah selalu mengajak Yura dan Yoon jin menghampiri tempat-tempat klasik di Kota Kuliner.
Di salah satu kamar penginapan,Yura sedang sibuk memainkan ponsel. Melepas penat seharian duduk di dalam mobil. Ketika Yura hendak memejamkan matanya,suara ketukan pintu terdengar cukup keras.
"Siapa ?"Tanya Yura tetap berada di atas kasur.
"Gue,Yoon jin."
Yura mengerutkkan dahi,"Ngapain tu orang malam-malam gini ketuk pintu kamar gue,"gumam yura menyibak selimut.
Ceklek!!
Yoon jin berdiri di ambang pintu mengenakan piyama putih. Yura menatap netra Yoon jin sekilas segera mengalihkan pandangannya.
"Ada urusan apa lo ke sini ?"
Yoon jin tersenyum ke arah Yura."Gue lapar kita cari makan di luar yuk."Ajak Yoon jin
"Lo traktir ?"
Yoon jin mengangguk kan kepala dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Gue ganti baju dulu ya." Ucap Yoon jin
Yura menganggukkan kepala langsung menutup pintu kamar. Yura membuka koper nya mulai memilih baju untuk ia kenakan.
"Yang ini aja deh, malam-malam begini enaknya pakai hoodie oversize."
Rutinitas terakhir para kaum hawa mengenakan make-up,Yura mengenakan liptin cheryboom di bibir mungilnya.
"Oke, gini aja gue udah cantik banget."Ucap Yura membanggakan kecantikannya di depan cermin.
Yura keluar dari kamar ia menatap kagum pria tampan yang sudah berganti pakaian. Pria
tampan itu menyandarkan tubuhnya di salah satu tiang, sebelah tangannya ia masukkan kedalam saku celana membuat nya terlihat sangat menarik.
"Cari makan nya jauh ?,kok lo kasual banget."Ucap Yura
Yoon jin melihat tubuh nya sendiri.
"Kayaknya biasa aja."
Yura dan Yoon jin berjalan berdampingan dengan jarak sekian meter. Keduanya sama-sama diam belum memulai pembicaraan. Keduanya masih di lorong penginapan yang sepi.
"Eh udah izin sama Bu Sarah ?"Tanya Yura
"Udah,Bu Sarah bilang jangan lama-lama."
__ADS_1
Keduanya kembali berdiam-diaman dengan pandangan terus kedepan. Saat tubuh tak bertindak seperti yang di inginkan ada rasa tak enak dihati. Mungkin ragu atau bingung penyebab nya. Yoon jin bingung sekaligus ragu ingin membuka pembicaraan. Beribu kata yang sudah Yoon jin persiapkan sebelum mengajak Yura jalan mendadak hilang dari ingatan.
Netra Yoon jin terus berputar mencari kata-kata yang tepat untuk membuka pembicaraan. Begitu juga dengan Yura yang bingung mencari topik.
Keduanya tak kunjung menemukan topik pembicaraan akhirnya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Yura mengeluarkan ponsel yang terus bergetar dari saku hoodie nya. Ada banyak pesan dari Yoon so. Sebenarnya Yura tak ingin memainkan ponselnya ketika sedang bersama dengan Yoon jin. Ia tak ingin asik sendiri. Tapi Yoon jin dari tadi tak memulai pembicaraan akhirnya Yura membalas satu persatu chat Yoon so.
Yoon jin menatap sekilas ponsel Yura tertera jelas nama Yoon so di sana.' Padahal yang bareng dia gue tapi asiknya sama Yoon so.'
Wajah Yoon jin kembali datar padahal ia berusaha keras ingin menampilkan wajah cerah saat bersama Yura."Bisa enggak lo jangan main hp kalau lagi jalan sama orang."Ucap Yoon jin spontan tak menatap wajah Yura.Kata-kata itu keluar tanpa sadar dari mulut Yoon jin. Yura menghentikan langkahnya terkejut dengan ucapan Yoon jin yang berjalan mendahului.
"Maksud lo."
"Ck,lo kan lagi bareng gue harusnya lo enggak asik sendiri kayak gini."Ucap Yoon jin terlanjur kesal membalikkan tubuhnya menghadap Yura.
"Kita dari dalam penginapan sampai di pinggir jalan sekarang enggak ada ngomong apa-apa, apa nya yang asik sendiri. Bukannya memang udah dari tadi kita asik dengan pikiran kita masing-masing."
Yoon jin diam menatap wajah Yura yang terlihat kesal. Ada penyesalan di hati Yoon jin. Semua yang Yura katakan benar tak ada yang salah. Yang salah adalah dirinya yang tak bisa bersikap gentleman. Sebenarnya bukan tak bisa,tapi memang ia tipe orang yang tak banyak bicara. Begitu juga dengan Yura sama dengan dirinya tak banyak bicara. Ketika keduanya bersama, mereka sama-sama bingung mencari topik pembicaraan.
"Gue mau pulang,maaf enggak bisa temenin lo cari makan." Ujar Yura membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkan Yoon jin yang masih mematung di tempat. Yura tak menyangka akan betengkar dengan Yoon jin hanya karena masalah sepele. Namun kata--kata Yoon jin langsung mendarat pas di hatinya.
'Bodoh banget gue, kenapa sih gue sensitif banget. Kayaknya Yoon jin wajar kesal sama gue yang ada di sampingnya tapi malah sibuk sendiri, seharusnya tadi gue enggak langsung ngoceh yang enggak-enggak sama Yoon jin.'Sesal Yura berjalan cepat meninggalkan Yoon jin.
Di tempat yang sama Yoon jin merutuki dirinya sendiri. Sebelum ia mengajak Yura pergi. Ia sudah melatih ekspresi nya agar tak datar di depan cermin sambil terus memikirkan topik pembicaraan. Ia pikir akan berhasil, karena sebelumnya Yura langsung mengiyakan ajakan nya. Tapi sekarang keadaannya terbalik. Ia malah bertengkar dengan Yura.
"Konyol."Gumam Yoon jin merutuki dirinya sendiri.
__ADS_1