
🌺 Assalamu'alaikum 🌺
Di depan kelas siswa siswi berkerumun di celah-celah pintu agar tak ketahuan sedang mengintip dua pasangan yang berdiri tepat di ambang pintu.
Rachel yang baru tiba di sekolah menampilkan raut wajah bingung tatkala melihat kerumunan ramai di depan kelasnya. Kepo dengan keramaian di kelas nya Rachel mempercepat jalannya dengan gaya cowok cool.
Rachel menghentikan langkahnya, dahi nya berkerut. "Apa--apaan nih ?"Gumamnya tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Woi !! kalian menghalang jalan masuk."
Yura dan Yoon jin refleks menoleh ke sumber suara. Keduanya terkejut melihat keramaian di luar. Mereka tak tahu kalau menghalangi jalan masuk.
Yoon jin menggaruk kepalanya yang tak gatal. Yura berjalan menuju kursi nya meninggal kan Yoon jin tanpa sepatah kata. Ia merasa malu namun bersikap acuh.
"Ampun deh dunia serasa milik berdua,"Rachel berjalan menuju kursi nya.
Yoon jin merasa canggung tak nyaman dengan teman sekelas Yura. Semua masuk ke kelas dengan riuh berbisik-bisik mengenai north pole couple.
Meski begitu ia berjalan penuh percaya diri dengan gaya cowok cool. Rachel duduk di kursi nya. Meletakkan tasnya lalu menoleh ke belakang tepat nya ke arah Yura duduk.
"Udah cair nih kutub ? ada hubungan apa lo berdua ?"tanya Rachel penasaran sambil mengulum permen.
"Enggak usah ngomong kayak gitu, hubungan-hubungan lebai tahu enggak,"ketus Yura dengan wajah malas.
"Ampun gitu doang."Rachel berbalik arah ke depan.
Yoon so diam tak berkutik, semenjak kedatangan Yoon jin. Yoon so hanya diam melihat Yura dan Yoon jin semakin dekat.
Walau saat ini ia berada di samping Yura.
Tapi Yoon jin lah yang ada di pikiran Yura. Itu yang Yoon so lamun kan.
__ADS_1
'Perih,' Yoon so membatin pilu.
Di saat bersamaan Rachel tampak kalut dengan kursi nya. Ia terus menggoyang-goyangkan kursi kosong di samping nya.Kursi itu sudah lebih dari tiga hari tak berpenghuni.
Semenjak tertangkap basah ingin meracuni Yura, walau hanya berefek sakit perut berkepanjangan tak ada efek mematikan. Yuki tak pernah menunjukkan dirinya. Yura tak menyimpan dendam pada Yuki. Justru ia ingin bertanya apa motif ia melakukan hal keji itu pada Yura.
Jujur saja Yura tak menyangka Yuki akan melakukan hal itu pada dirinya.
"By the way,Yuki kemana ya ? kok enggak masuk-masuk ?"Rachel menoleh ke samping menghadap Arin.
Arin diam menoleh ke arah Yura, ia enggan menceritakan kejadian itu. Bahkan mereka sendiri tak percaya dengan itu.
"Kenapa ?"Rachel semakin di buat penasaran dengan tatapan Yura dan Arin.
"Iya--ya gue juga baru sadar kalau Yuki enggak masuk selama beberapa hari."Yoon so ikut berbicara.
Yura menarik nafas dalam-dalam."Huff, lo tahu kan kejadian nya."
"Sebenarnya--"
Fitri yang hobi bercerita menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu. Saat itu Rachel tak ada di kelas,ntah pergi kemana. Rachel yang mendengar cerita itu terkejut sejadi-jadinya.
Ia benar-benar tak menyangka dengan tekad Yuki.
"Di balik wajah manis itu ada jiwa psikopat yang tersembunyi"
"Berlebihan,kalau psikopat mungkin dia udah ngebunuh gue pakai racun tikus."
"Terus ?"
"Ending, enggak ada kelanjutannya lagi. Lo hati-hati duduk bareng dia."Ucap Fitri dengan wajah serius.Rachel mencebikkan bibir nya, Rachel kembali ke posisi semula saat Pak guru memasuki kelas .
__ADS_1
Pak guru menginformasikan bahwa Yuki tak akan hadir lagi di kelas ini. Ia sudah pindah sekolah. Semua terkejut mendengar informasi itu. Mereka menerka-nerka penyebab pindah nya Yuki dari sekolah. Yang tahu kronologi sebenarnya juga kaget. Mereka menganggap wajar tindakan Yuki.
Siapa yang tak malu setelah tertangkap basah oleh korban. Hanya orang bermuka tebal lah yang masih berani menunjukkan wujud nya di depan korban.
"Pesh pesh!"Rachel berbisik ke arah Yura.
Yura mengangkat dagunya meminta penjelasan
"Gue nanti mau balap bareng teman-teman,ntar lo pada datang ya."
Yura menggelengkan kepalanya menolak ajakan Rachel.
"Bukan balap liar kok suer,"Rachel mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk peace.
Yura tetap menggelengkan kepalanya.
"Ah lo mah masak sama kawan gitu,kalau ada Yoon jin pasti lo ma--"
Yura mengangkat tangan kanannya."Pak Rachel ganggu saya Pak !"Ucap Yura dengan nada tinggi.
"Rachel !!!"Teriak Pak guru kesal.
"Maaf pak saya cuma mau pinjam pensil."Sanggah Rachel.
Yoon so diam menatap ke depan.
'Semua berubah menjadi dekat dengan mu, tapi kenapa aku merasa jauh dari mu.'
Yoon so kembali melamun, hati nya terasa gundah. Sesak seakan tenggelam di dalam air.
Yoon so menoleh ke arah Yura yang sedang mencatat dengan wajah serius. Yoon so menyunggingkan senyum tipis.
__ADS_1
'Selagi masih bisa menatap mu dari dekat,aku sudah senang."