
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi....
...Mohon dukungan nya❤️...
Mentari telah menunjukan wujudnya dengan malu-malu di sebelah timur. Entah apa yang ingin di lakukan dua wanita yang sudah berpakaian rapi bersepatu olahraga.
Siapa lagi kalau bukan Arin dan Fitri yang tengah bergegas menuju rumah mewah bak istana tepat di seberang rumah nya.
Tok-tok-tokk !!
ketukan pintu membuat penghuni rumah segera membuka kan pintu yang terkunci rapat.
"Assalamu'alaikum Umi,Yura udah bangun?" tanya Arin sambil mencium punggung tangan Umi Yahra.
"Waalaikumsalam, seperti biasa masuk aja ke kamarnya." Sahut Umi.
Fitri dan Arin menaiki setiap tangga menuju kamar yang bertuliskan 'i'm here' di depan pintu.
Rambut hitam lebat terurai panjang sedikit menutupi wajahnya. Pemilik rambut itu masih terlelap menikmati mimpi-mimpi indah di dalam tidurnya.
Arin dan Fitri membuka lemari baju yang berukuran besar. Arin menyiapkan handuk menghangatkan air di bak mandi. Fitri sedang berkutat dengan baju-baju yang ada di dalam lemari.
Wanita cantik itu tetap tidur tenang tanpa tahu ada orang yang sedang mengobrak-abrik kamar kesayangan nya. Yura jika sudah tidur sangat sulit di bangunkan,tidurnya sangat berantakan,berbeda dengan sifatnya yang selalu datar dingin bak kutub.
"Yura!!bangun Yur!!"Teriak Arin sembari menggoyang-goyangkan badan Yura.
"Yura !! bangun dong ada oppa Yoon so di depan."
Yura tidak berkutik,ia masih terhanyut dalam mimpinya. Walau ia mendengar samar-samar suara pengganggu tidur. Ia tetap tidak memperdulikan nya.
Seperkian detik kemudian Fitri dan Arin merasa jengkel dengan putri kutub yang ternyata juga bisa menjadi putri tidur.
Arin mengeluarkan smartphone nya.
"Chagiya iroena !!chagiya!!"Suara merdu, menggemaskan milik Kim Seokjin yang berasal dari smartphone Arin berhasil membangunkan putri tidur yang sedari tadi enggan untuk keluar dari mimpinya.
"Aa !! Oppa gue bangun sekarang,"rengek Yura manja terduduk sembari mengucek-ngucek matanya malas.
"Manjur banget."Ucap Fitri bangga.
"Ululu sayangnya Jin oppa bangun yuk kalau enggak bangun,ntar di tampol pakai panci pink,"goda Arin tersenyum ngeri.
"Kalian ngapain sih pagi-pagi udah dikamar gue,"sahutnya dengan muka masam.
"Joging yuk,"ajak Arin sambil memberikan segelas air putih kepada Yura. Ia sedang melayani Yura agar mau terbujuk olehnya.
"Malas ah,"sahut Yura sambil menyambar gelas dari tangan Arin. Arin hafal betul rutinitas bangun tidur Yura.
"Ayo lah, besok kan libur juga, lo bisa lambat bangun tidur lagi,"rayu Fitri sambil memberi roti tawar yang sudah ia olesi selai strawberry.
"Lo hobi banget habis sholat subuh tidur lagi." Yura diam malas merespon sambil melahap habis roti tawarnya.
"Ayo lah,"rayu Fitri lagi sambil memberikan roti tawar.
"Iya deh gue mandi dulu,"ucap Yura beranjak dari tempat tidur langsung menyambar baju yang sudah Fitri siapkan.
"Alhamdulilah,tu orang susah banget di ajak jalan."
"Biasalah kaya enggak tau Yura aja."
"Jadi babu dia dulu, baru kutub nya cair,"oceh Fitri melahap habis roti tawarnya.
__ADS_1
...****************...
Perjuangan Arin dan Fitri membuahkan hasil. Sekarang mereka berada di tengah keramaian orang-orang yang berlari santai kesana-kemari.
Baru tiba di tempat joging Yura,Arin dan Fitri melihat seorang pria pendek yang tengah berlari kencang memegangi smartphone di susul oleh dua pria yang tidak asing baginya.
"Woi Copet berhenti lo!!"Teriak dua orang pria yang sedang berusaha mengejar Pria pendek. Pria pendek itu belari kencang menuju kearah Yura.
Gedubrak !!
Suara keras berasal dari kepala pria pendek yang terbentur aspal jalan.
Pelakunya tetap tenang bersedekap dada sambil berjalan ke arah pria pendek yang di teriaki copet.
Dua sahabat Yura terdiam bisu melihat aksi heroin Yura putri kutub. Segera Yura merampas kasar smartphone yang berlabel apel setengah gigitan dari tangan copet yang masih tengkurap memegangi kepalanya yang teramat sakit.
"Keren banget Yur."Puji Arin.
"Terimakasih banyak,"ucap pria imut yang tidak asing baginya sambil membungkuk, tangan bertumpu pada lutut menetralkan nafasnya yang tersenggal-senggal.
"Itu copet mau diapain."Tanya Yoon so pada Yoon jin.
"Biarin aja lah."Sahut Yoon jin santai.
"Eh,yang bener Oppa di biarin aja."Tanya Fitri memastikan.
"Udah kabur juga."
"Kalian udah lama disini ?"tanya Yoon so.
"Baru aja kita bernapas udah nyium aroma copet."Celoteh Fitri.
"Keren banget Yur, Jin oppa pasti makin sayang."Goda Arin.
" Kim seokjin oppa bukan lo," ralat Yura dengan savage nya.
Yoon jin memutar bola matanya malas. Menatap ke sembarang arah. Ia tidak merespon Yura.
"Yoon jin oppa,boleh nggak kalo gue panggil Oppa,"tanya Fitri sambil nyengir kuda
"Boleh."Jawab Yoon jin singkat.
"Nama belakang Oppa itu mirip cuma beda nama tengah nya,gue panggil Jin oppa aja ya."
"Kim seokjin itu anggota Bts kan?."Tanya Yoon jin memastikan.
"Iyaaa, ganteng banget kaya oppa."Goda Arin.
"World wide hansomekan julukannya ?"
"Kok tahu,"tanya Yura semangat. Kalau sudah membicarakan biasnya sifat kutub nya cair seketika.
"Aku ada coba kepoin info tentang dia, soalnya penasaran sama idolanya kamu,"jawab Yoon so tersenyum manis.
"Pulang," Yoon jin menepuk pelan pundak Yoon so.
"Lah ko cepat amat pulangnya baru aja sampe."Cegah Arin.
"Kita udah dari jam tujuh disini."Sahut Yoon so.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka duduk manis di cafe sekitar tempat joging menikmati kenikmatan es boba gratis dari abang tampan berkolaborasi imut,dan satu lagi pria tampan bak aktor china dengan tenang menikmati es boba dari sedotannya.
"Gue lapar,"rintih Yura memegang perutnya.
__ADS_1
"Mau pesan apa ?"
"Teoboki deh level tinggi."
"Pagi-pagi enggak baik makan yang pedas-pedas,"timpal Yoon jin datar tanpa menoleh lawan bicaranya.
"Terimakasih om atas nasehatnya l tapi sarapan pagi gue selalu di bumbui cabe rawit. Bukan cuma sarapan. Siang sore atau malam cabe adalah bumbu makanan gue. Bahkan ice cream,cakejuga gue taburi bon cabe,"ucap Yura datar menatap Yoon jin yang juga sedang menatap lekat lawan bicaranya.
Bukannya kesal di balas savage oleh Yura,Yoon jin senang mendengar kalimat panjang yang jarang keluar dari mulut Yura.
Yoon so memberikan Yura seporsi teoboki pedas level tinggi sesuai pesanannya.
"Enak banget ya,"tanya Fitri penasaran melihat Yura dengan semangat 45 yang berkobar-kobar melahap teoboki.
"Jelaslah ini namanya kenikmatan surga."
"YaAllah sungguh makhluk mu ini tidak tahu betapa nikmatnya surga di bandingkan teoboki yang membuat perut panas seperti neraka."Sahut Arin.
"Gue masih SAYANG banget sama usus-usus gue."Timpal Fitri menekankan kalimat tengah.
"Yoon so mau aku suapin toeboki?"tanya Yura manis. Ia tahu Yoon so akan menolaknya. Melihat kuah yang merah merekah saja sudah membuat perut terkocok-kocok ngeri.
"Beneran?" Yoon so memastikan.
Takut dan ragu tapi dia ingin sekali disuap Yura. Ia tahu perutnya pasti tidak akan sanggup menampung walau hanya sepotong teoboki merah merekah milik Yura.
Yura menyendok sepotong teoboki dengan penuh kuah. Yura sengaja melakukan nya untuk menciutkan nyali Yoon so.
Yura mengangkat sepotong teoboki dengan kuah panas merah merekah yang serata dengan mulut Yoon so.
Namun siapa sangka yang memakannya bukan Yoon so melainkan Yoon jin.
Melihat sendok hampir menyentuh bibir Yoon so dengan sigap Yoon jin membuka lebar mulutnya. Sendok yang Yura berikan untuk Yoon so tepat masuk kedalam mulut Yoon jin.
Semua membeku seketika melihat wajah Yoon jin yang memerah kepedasan. Yura yang merasa bersalah dengan sigap memberi air boba yang baru ia pesan. Walau Yoon jin mampu makan makanan pedas tapi level pedas Yura bisa dikatakan gila.
Yoon jin mengambil cepat air yang Yura sodorkan. Tanpa pikir panjang. Yura langsung mengambil tempat sampah didekatnya. Ia menyuruh Yoon jin memuntahkan teoboki yang ia makan.
Dengan segera Yoon jin memuntahkan teoboki yang sempat masuk kedalam mulut nya. Meski belum sempat dikunyah. Yura benar-benar merasa bersalah dengan Kejahilan yang ia lakukan.
Ia segera mengelap bibir Yoon jin dengan tisu. Tanpa bersentuhan kulit sedikit pun. Yura memang benar-benar menjaga jarak dengan kaum adam yang bukan mahram.
Tubuh Yoon jin terasa tersengat listrik. Seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhnya dengan sangat cepat. Ia benar-benar terkejut dengan tindakan Yura yang mengelap lembut bibirnya yang terkena bekas-bekas saliva yang ikut terbawa muntahan teoboki.
Meski tangannya berbalut tisu ,tidak langsung dengan tangannya. Sentuhan yang Yura berikan benar-benar membuat jantung Yoon jin serasa ingin loncat.
Yura yang tidak sadar apa yang ia lakukan karena rasa bersalah yang amat dalam,ia terus mengelap pelan bibir Yoon jin yang tambah merah karena kepedasan.
Yoon so, Fitri dan Arin ternganga lebar melihat kedua manusia kutub seperti sedang melakukan adegan romantis di drama-drama mungkin lebih tepatnya drakor.
Yura yang sedari tadi sibuk mengelap bibir tipis Yoon jin tanpa tahu sedang ditatap lekat oleh pemilik bibir. Ia menatap Yoon jin sekilas dan baru sadar jika bibir Yoon jin sudah bersih.
Merah kepedasan di bibirnya sedikit memudar.
"Ehem-hem!!"
Yura berdehem memasang wajah datar sambil duduk kembali ke kursinya meminum sisa es boba Fitri yang masih tersisa dengan santai seakan tidak terjadi apa-apa padahal jantungnya sedang berdisko heboh menyadari tindakan aneh apa yang barusan ia lakukan.
"Maaf,gue enggak ada maksud mau ngerjain Yoon so pake teoboki pedas ini,gue cuma iseng aja sebenarnya kalau tadi lo enggak memakannya gue akan memutar balik sendok itu." Jelas Yura.
"Iya,enggak apa-ap..."
"Enggak apa-apa bagaimana,kalau saja tadi kau benar-benar memakannya perutmu itu akan kepanasan mungkin harus segera kerumah sakit."Potong Yoon jin geram dengan adik angkatnya itu. Meski sebenarnya ia senang di suap dan bahkan bibirnya di lap oleh Yura.
__ADS_1