
...🌺 Assalamualaikum 🌺...
...{Welcome to my novel, terimakasih sudah memilih novel ini untuk di baca. Semoga suka dengan cerita nya. Ini novel pertama, banyak kesalahan dalam setiap kata maupun kalimat.}...
...Harap di maklumi❤️....
"Nanti Iza beli es krim yang banyak ya ma."
"Usik uga mau yang banyak."(Myung Shik juga mau yang banyak).
"Usik enggak boleh banyak makan es krim nanti pilek."Sahut Yoon jin.
"Aniyo". Sunggut Myung shik.
"Ma Usik boleh makan banyak kan."
Yura menatap Yoon jin dari kaca yang tergantung di atas mobil, melihat wajah Yoon jin yang juga sedang menatap nya dari kaca yang sama.
Yura segera mengalihkan pandangannya ketika tatapan keduanya beradu cukup lama.
"Gini ya Usik,Appa Yoon jin bilang Usik enggak boleh makan es krim banyak--banyak,nanti pilek,kalau Usik pilek enggak bisa main lagi sama adek Iza."Jelas Yura lembut.
"Makannya sedikit aja ya."Sambung Yura.
Myung Shik mengangguk sambil memanyunkan bibirnya.
Lima belas menit menempuh perjalanan. Yoon Jin memarkirkan mobilnya di parkiran mall.
"Ayo" ajak Yoon Jin datar menggemgam tangan Myung Shik berdiri tepat di samping Yura dengan jarak sekian meter.
Yura menoleh ke arah pria tinggi yang terlihat keren disampingnya menatap lurus ke depan. Ia baru sadar kalau pria yang di sampingnya terlihat sangat tampan sekaligus keren.
"Ehem,"Yoon jin yang tahu sedang ditatap Yura, berdehem keras agar berhenti memandanginya.
Yura memutar bola matanya malas dan ikut berdehem lebih keras.
Dari kejauhan dua pegawai mall berbeda gender melihat wanita cantik dengan pakaian syar'i yang terlihat kasual,berjalan ke arahnya sembari menggenggam erat tangan adik kecil berhijab yang terlihat imut.
"Cantik."Ucap pegawai pria yang kagum dengan wajah Yura yang terlihat sangat cantik walau di lihat dari kejauhan.
"Genit,udah ada anaknya tu."Sahut pegawai wanita sembari mencubit lengan pegawai pria.
"Masih muda tuh, mungkin sama adiknya."
"Kalau janda."
"Yah,enggak apa--apa, memang kenapa ?."
"Tuh,yang di belakang ganteng banget, tinggi bawa anak kecil juga,kayanya Oppa-oppa Korea deh."
"Selamat sore kak, silahkan masuk selamat berbelanja."Ucap pegawai pria berparas manis dengan senyum yang selalu terukir di bibirnya.
"Adek silahkan di pilih--pilih makanan dan mainannya di dalam."Sahut wanita berparas cantik yang selalu tersenyum.
"Ma,Iza mau es krim."Rengek Faaiza.
"Iya,sabar,tunggu Usik sama..."
"Ma,ayo ma."Ucap Myung Shik yang kini berada disampingnya dalam gendong Yoon jin.
Yoon jin menatap lurus ke depan dengan wajah datar sorot mata tajam.
Deg
Jantung dua pegawai seakan berhenti berdetak mendengar dua anak kecil memanggilnya dengan sebutan Mama. Tanpa harus mengatakan bahwa yang menggendong nya adalah ayahnya,semua orang pasti sudah bisa menebak.
'Eh buset ni pasangan wajahnya muda banget atau memang masih muda.'Batin dua pegawai yang terkejut melihat dua pasangan dengan dua anak kecil yang terlihat sangat imut.
"Ah,lucu banget sih anaknya kak,silahkan masuk biasanya bisa dapat diskon kak."Jelas pegawai wanita ramah.
__ADS_1
Yura hanya tersenyum tipis berlalu masuk kedalam mall.
"Sakit hati gue, suaminya ganteng banget,"kesal pegawai pria.
"Kalah telak lo."Ledek pegawai wanita.
"kayanya dari tadi dia enggak ada natap wajah gue deh".
"Suaminya aja ganteng enggak kira--kira,ya kali dia mau natap wajah lo."
"Gue enggak sejelek itu kali."
Obrolan receh dua pegawai mall yang kagum pada pasangan perfect.
...****************...
Mall yang ramai membuat Yoon jin dan Yura sedikit kebingungan mencari keberadaan es krim karena memang mereka bum pernah ke mall ini.
"Di mana ?."Tanya Yura datar.
Yoon jin menoleh ke kiri dan kanan mencari sesuatu yang belum juga ia temukan,ia berjalan meninggalkan Yura dan Faaiza.
Ia berjalan menuju dua pegawai wanita yang sedang histeris melihat ketampanannya.
"Duh,gue udah cantik belum."
"Ih udah,gue--gue."
"Sip,tapi dia tadi kaya nya sama cewek deh."
"Udah ah tu dia kemari."
"Selamat sore kak,ada yang bisa saya bantu."Tanya pegawai wanita ramah.
"Es krim terletak di bagian mana?."
Dua pegawai wanita terdiam memandangi wajah tampan Yoon jin seakan sedang di hipnotis.
"Mbak,mbak,"Yoon jin diam menoleh ke kiri dan ke kanan mencari pegawai lain.
Yoon jin memutuskan kembali ke arah Yura sembari kesal melihat ekspresi wajah Yura yang menahan tawa.
"Huwaaa,es krim!!."
Mendengar Faaiza menangis Myung Shik ikut menangis keras di gendongan Yoon jin.
"Huwaa,es krim!!."
"Cup-cup,jangan nangis dong sayang, udah--udah ini kita lagi mau beli es krim sabar dong,"bujuk Yura menenangkan dua pawang kecil yang tak kunjung berhenti menagis.
Yoon jin hanya mengerutkan dahinya tak suka mendengar tangisan keras ke dua pawang kecilnya. Ia tak tahu bagaimana cara menenangkan anak kecil.
Tangisan keras dua balita mengundang perhatian para pengunjung mall yang berlalu lalang. Termasuk Bu Naura pemilik mall Hadayat.
Wanita paruh baya yang terlihat anggun dengan hijab syar'i menghampiri Yura dan Yoon jin.
"Aduh anak manis,jangan nangis lagi dong kasihan mama dan bapaknya kebingungan tu,sini coba sama nenek."Ucap Bu Naura sembari menggendong Faaiza.
"Nenek dengar tadi mau es krim ya,benar kan."
"Dek,ini anaknya pengen es krim kenapa enggak di beliin?."Tanya Bu Naura sembari menatap Yoon jin dan Yura bergantian.
Yura dan Yoon jin masih mematung,dikira pasangan suami istri. Keduanya sama-sama enggan menoleh. Wajah mereka tetap datar dengan tatapan mata tajam sesekali mereka merapatkan bibirnya canggung.
"Ibu tahu pasangan muda seperti kalian ini memang benar--benar kerepotan mengurus dua anak balita sekaligus."
Yura dan Yoon jin bertatapan bingung mau bicara apa pada wanita paruh baya di depannya.
"Begini Bu,kita tadi udah nanya pegawai di mana tempat penjualan es krim tapi malah.."Yura tak melanjutkan kalimatnya menoleh pada Yoon jin yang juga sedang menatapnya.
Deg
Jantung keduanya berdetak cepat saat mata keduanya beradu,seakan baru sadar bahwa orang yang sedari tadi di sampingnya sangat menawan. Namun keduanya segera menetralkan jantung,segera berpaling.
__ADS_1
Sadar apa yang barusan mereka lakukan adalah dosa.
"Oh jadi kalian bingung,mencari es krim."Sahut Bu Naura terkekeh.
"Ya sudah mari ibu antarkan,"ajak Bu Naura ramah penunjuk jalan.
Sekian menit menaiki eskalator akhirnya mereka sampai di tempat penjualan es krim.
Tersaji berbagai macam bentuk es krim dengan aroma yang sangat menggoda serta warna yang menarik.
"Terimakasih banyak bu."Ucap Yoon jin dan Yura bersamaan.
"Ya sudah sebagai orang tua yang baik kalian harus menyayangi kedua anak kalian,kalau nakal jangan di pukul, cukup di nasehati,yang terakhir kalian boleh ambil es krim sebanyak mungkin ya sayang."Ucap Bu Naura sembari menurunkan Faaiza dari gendongan nya.
"Bilang terima kasih pada Bu Naura sayang."Ucap Yura tersenyum manis.
"Terimakasih banyak bu, sekali lagi terimakasih banyak.
"Maacih Nek."Ucap keduanya senang.
(Terimakasih Nenek).
"Ya udah nenek tinggal dulu silahkan, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, sekali lagi terimakasih Bu."
Yura segera memilih berbagai macam es krim membuat Yoon jin memutar bola matanya malas akan tingkah Yura yabg sangat memanfaatkan kesempatan.
"Udah penuh ni keranjang."Sindir Yoon jin sembari mendorong keranjang yang berisikan berbungkus--bungkus es krim.
Yura menoleh ke kanan dan ke kiri,mencari sesuatu. Sorot matanya berhenti tepat pada sebuah tempat penjualan casing smartphone yang menarik perhatiannya.
"Gue mau kesana,"ucap Yura berjalan meninggalkan Yoon jin sembari menggenggam erat tangan Myung Shik dan Faaiza.
Yoon jin mengerutkan dahinya sambil mengikuti Yura dari belakang.
"Lo beli casing hp ?."
"Nih,bagus enggak ?."
Yoon jin menatap gambar pria yang terpasang pada bagian casing hp Yura.
"Nih casing yang lama."
Wajahnya tetap datar tak berekspresi melihat casing hp Yura padahal hatinya sedang menggerutu foto pria itu.
"Casing hp gue lebih ganteng tuh,"ucap Yoon jin sembari menunjukkan casing smartphone yang terpajang fotonya.
"Lo photoshoot di mana ?."Tanya Yura sembari tertawa lebar.
"Lo, terbelalak kan lihat foto cool gue,"jawab Yoon jin santai sembari memasukan smartphone ke dalam saku celananya.
"Ya sedikit,gue enggak nyangka lo bisa foto kaya gitu."
"Udah jam 17.02,pulang,entar gue kena bogem bapak lo."
"Udah kan Myung Shik,ayo kita pulang."
Myung Shik diam tak merespon ia melahap es krim seakan lupa dengan sekitarnya.
"Cara merayu anak kecil bukan kaya gitu."Sahut Yura datar.
Yoon jin mengerutkan keningnya bingung.
"Lo harus lembut,enggak usah kaku,gue yang datar aja bisa lembut masa lo enggak."
"Myung Shik sayang,anak Appa yang paling ganteng tapi lebih ganteng Appa,ayo pulang kalau enggak pulang,enggak bisa main sama Faaiza lagi,"ucap Yoon jin berusaha lembut dengan senyum yang dipaksakan.
__ADS_1
Yura tersenyum ngeri mendengar kata--kata manis yang keluar dari mulut pria kutub berwajah datar bermata tajam.