P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
MALAS


__ADS_3

Zefa tidak bisa menjawab cepat keinginan pasangannya itu karena saat ini jujur dalam hati juga kepalanya hanya ada Dirga. ‘Bagaimana ini, aku sedang tidak mood melayani Mas Primus,’ batinnya.


“Fa, kok gak dijawab, lagi gak mood yah!”



Sedikit terbata Zefa menjawab sambil melepaskan pelukan Primus dari tubuhnya, wanita itu balik badan seraya berkata, “Emm … iya Mas, bukan itu hanya saja jujur aku sedang sangat lelah dan aku yakin kamu juga seperti itu kan?”



Terdengar hela halus dari Primus lalu menjawab, “Iya sih, ya sudah kalau seperti itu sebaiknya kita istirahat saja dan mungkin nanti kita bisa melakukannya sebelum subuh.” Zefa hanya bisa memberikan senyum tipis mendengar jawaban Primus, “serangan fajar sayang,” timpalnya.



Tawa kecil terdengar dari bibir Zefa mendengar kembali kata-kata suaminya yang sedikit menggoda namun dalam benak dia berkata, ‘kita lihat saja nanti, apa kamu bisa bangun!’



Zefa mengatakan hal itu karena Primus sering kali mengucapkan kata-kata tersebut tetapi pada kenyataannya Primus tidak pernah bangun. Dia malah selalu membuat Zefa menunggu namun sepertinya wanita itu sudah bosan menunggu dan lelah dengan php suaminya.



Primus menarik tangan Zefa untuk diajak tidur bersama, setelah keduanya membersihkan diri mereka langsung merebahkan tubuh di atas kasur. Zefa tidak langsung memejamkan mata, dia menyentuh layar ponselnya untuk melihat pesan singkat juga panggilan masuk.



Hela halus juga raut wajah murung terlihat sebab tidak ada pesan atau panggilan masuk dari orang yang ditunggu. Zefa meletakkan kembali ponselnya dan dia membuat benda itu tidak mengeluarkan suara.



Sementara itu Primus terdengar sudah sangat terlelap, pria itu memang sangat lelah karena di tempat usahanya hari ini sangat ramai. Zefa tidak malah tidak habis pikir kenapa pria tetap saja ingin walau tubuhnya terasa lelah, baru saja wanita itu menutup matanya tetapi ada yang membuatnya kembali harus terbuka.



Ponselnya bergetar, Zefa bergegas meraihnya agar tidak membuat Primus terbangun. ‘Mas Dirga!’ Serunya dalam hati, senyum langsung mengembang di wajah Zefa.



Dia menoleh untuk memastikan suaminya benar-benar terlelap, senyum tipis terlihat lalu dia melangkah perlahan keluar dari kamar itu untuk membalas pesan singkat dari Dirga. Zefa pergi ke luar di samping kamarnya, teras kecil di sisi kamar itu digunakan Zefa untuk membalas pesan dari Dirga.



“Pasti deh dia langsung telepon, dasar,” tutur Zefa ketika ada panggilan dari Dirga, “Iy halo Mas,” sapa hangat Zefa dengan suara lembut.



“Hai, benar Primus sudah tidur?”

__ADS_1



“Iya sudah, ini aku sedang di samping kamar,” jawabnya, “ada apa kamu mau telepon aku Mas, barusan kita sudah bertemu,” kembali dia berkata.



Terdengar tawa kecil dari ujung telepon, “Iya tapi aku merasa belum puas bertemunya Ze, kamu apain aku aku sih?" goda nya.



Zefa tertawa, "Aku jampi-jampi," jawab Zefa yang kembali membuat dia tertawa bahkan Dirga ikut serta ngakak.



Obrolan yang mereka lakukan cukup lama, hal itu membuat mereka merasa semakin dekat. Lepas tengah malam mereka baru mengakhiri obrolan sebab Zefa melihat Primus bergerak seperti hendak terbangun.



Gerakannya ternyata berubah, jantung Zefa berdebar cukup cepat karena hal tersebut. Hela lega terdengar sebab ternyata Primus hanya membuka sedikit matanya lalu tertutup kembali.



Selesai mengobrol Zefa kembali masuk dan mulai merebahkan tubuh perlahan untuk beristirahat. Primus benar-benar seperti di hipnotis oleh Zefa, pria itu tertidur sangat nyenyak seperti orang pingsan.




“Hari ini aku ada acara sampai sore yah Mas,” ucap Zefa di sela mereka berjalan menuju pintu depan rumah.



“Iya,” jawabnya singkat lalu menghentikan langkahnya tiba-tiba dan menatap Zefa sambil mengingat sesuatu.



Zefa sampai spontan menghentikan langkahnya juga karena Primus, “Ada apa Mas, ada yang ketinggalan?”



“Tidak, hanya saja aku mau minta tolong sama kamu sebentar apa kamu bisa?”



“Apa?”


__ADS_1


Primus meminta pada Zefa agar dia sedikit berbelanja beberapa bahan keperluan untuk membuat kue karena esok hari ada pesanan karena sepertinya Primus tidak akan sempat untuk pergi ke toko bahan kue tempat langganannya itu. Zefa menyanggupi, setelah berpamitan dan mengucapkan kata terima kasih Primus langsung meluncur.



Zefa balik badan, dia mulai merapikan seisi rumah karena satu jam kedepan dirinya sudah harus pergi. Zefa sibuk begitu pula dengan Milea yang saat ini baru saja mengantar suaminya pergi bekerja.



Tidak banyak kata, hanya kecupan singkat juga salam manis kemudian mereka berpisah. Milea juga mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Dua jam kemudian dia akan bertemu dengan Primus untuk mengetahui banyak hal mengenai usahanya karena mereka akan bekerja sama.



Keduanya mencoba untuk mengenal usaha yang sudah mereka geluti selama ini agar bisa mencari cara apa yang sekiranya harus ditambah atau di buang nanti dalam usaha collab mereka sementara itu Dirga yang baru saja keluar dari gapura perumahan tempat tinggalnya sedang berusaha menghubungi seseorang.



“Kemana kamu Ze, kenapa tidak dijawab-jawab telepon dari aku!” Seru Dirga yang sepertinya mulai sedikit merasa kesal karena Zefa tidak bisa di hubungi.



Zefa masih sibuk di ruangan bawah sedangkan ponselnya ada di kamarnya. “Ah selesai juga,” desah lega Zefa setelah menyelesaikan lantai bawah bagian rumahnya, wanita itu menatap dengan mata berbinar karena ruangan itu sudah rapi dan bersih.



Istri dari Primus itu bergerak menaiki anak tangga menuju kamar utama, Zefa melirik jam yang ada di dinding kamar ketika dirinya masuk. Sudah hampir satu jam dia bergelut di dapur, Zefa berjalan sedikit cepat sambil ke arah kamar mandi sambil meraih handuknya.



Baru saja tangannya menyentuh handle pintu, Zefa mendengar ponselnya berdering. Zefa mengurungkan niatnya untuk membersihkan diri, dia bergegas menjawab teleponnya yang memanggil, “Mas Dirga!” Seru Zefa sedikit terkejut lalu dia menjawabnya.



“Iya halo Mas,” sapa Zefa.



“Hai Ze, kamu kemana saja, sejak tadi loh aku coba hubungi tapi kamu malah baru balas,” keluhnya mengeluarkan kekesalannya.



Zefa tertawa manis lalu menjawab, “Ya ampun, baru segitu sudah marah, aku ini Ibu rumah tangga jadi kalau masih pagi seperti ini sudah pasti semua irt sibuk ngurus rumah Pak.”



“Emm,” balas Dirga singkat, “ya sudah, kamu ada acara tidak hari ini?” ucapnya lagi.


__ADS_1


“Kebetulan hari ini aku sudah ada acara Mas, sampai sore bahkan dan aku juga dapat tugas dari Mas Primus,” balas Zefa membuat hela nafas kecewa terdengar dari ujung telepon disana.


__ADS_2