
Hanya beberapa detik saja suasana hening tercipta meski mereka berada di tempat keramaian. Zefa berusaha untuk bisa menguasai dirinya dengan cepat, “Mungkin itu hanya perasaan Mas saja,” ucapnya dengan sedikit terbata namun Primus tidak bisa melihat hal tersebut.
Zefa merasa canggung setelah mendenger ucapan suaminya, sempat sebentar ia berpikir apa mungkin Primus sepeka itu. Apa mungkin Primus bisa merasa kalau sebenarnya kini dirinya ada main dengan Dirga.
Milea mnayakan hal yang sama pada Dirga dan setelah mendapat jawaban dari suaminya entah kenapa Milea merasa masih ada yang mengganjal di hatinya. Milea melihat ke arah Zefa dan Primus yang masih bicara, dia sedikit memperhatikan dan sangat ingin tau apa yang di bicarakan mereka.
“Kalian bergabunglah dengan Kalina dan temanku yang lain,” saran Zefa.
“Tadi aku kesini dengan Milea,” sahut Primus, “jadi kita tanya Milea dulu,” lanjutnya.
Mereka akhirnya saling bertegur sapa namun kali ini dengan suasana yang berbeda, ada rasa cangggung, senyum tidak sumringah seperti biasa. Zefa dan Dirga yang tau akan situasi tersebut langsung coba untuk buat suasana menjadi sediit lebih nyaman.
Dirga ajak bicara Primus dan mengatakan bagaimana dia bertemu Zefa, kata yang di ucapkan sama seperti jawabannya pada Milea. Saran yang diberikan Zefa kembali di pertanyakan dan Dirga menjawab jika dia hanya ikut saja.
“Kalau Milea masih mau di sini dan mau ikut gabung sih aku ikut, tapi kalau Milea mau makan hanya sama aku yah aku juga ikut dia saja,” ucap Dirga sambil memberikan senyum termanisnya untuk sang istri.
“Karena aku kesini dengan Milea jadi aku juga sama, aku ikut Milea saja,” sahut Primus yang membuat semua tercenggang.
“Kok gitu Mas, jujur aku cemburu,” gurau Zefa dengan memperlihatkan wajah cemberut manja.
Dirga gemas melihat wajah Zefa yang seperti itu di lain sisi juga dia merasa sedikit cemburu melihat sikap Zefa pada Primus yang sedikit manja. Milea hanya tersenyum mendapatkan dua pria yang meminta jawaban darinya, sedikit merasa menang dari Zefa dan hal tersebut membuat sedikit rasa Milea membaik.
“Mas, aku ke toilet yah, sudah gak kuat nih,” bisik Zefa yang lalu pamit pada Dirga dan Milea.
__ADS_1
“Bareng Ze!” seru Milea yang memang dia juga sama tadi mau ke toilet.
Kedua pria itu pergi mencari tempat dimana Kalina dan dua teman Zefa berada sedangkan Milea dan Zefa pergi ke toilet berbarengan namun tidak banyak bicara. Mereka seperti memiliki banyak pertanyaan dalam kepala, keduanya hanya bisa saling lirik sesekali.
Sampai toilet mereka seperti biasa, saat keduanya kembali berpapasan di depan kaca Milea mulai memperlihatkan sedikit rasa curiganya pada Zefa melalui tatapan pada Zefa. Wanita itu tau akan maksud dari tatapan Milea dan dia merasa jika tatapan tersebut untuk apa dan mengapa.
“Kenapa Mil?” tanya Zefa pada akhirnya karena dia merasa tidak bisa diam melihat tatapan tersebut.
Senyum tipis terlihat di bibir tipis Milea, dia mengeringkan tangannya lalu berdiri membuat mereka berhadap-hadapan. Saling tatap untuk beberapa saat terjadi membuat suasana di tempat itu sangat hening membuat bulu kuduk berdiri.
“Kamu merasa kalau ada yang sangat ingin aku pertanyakan!”
“Iy, sangat jelas dong Mil, semua juga pastu tau arti dari tatapan seperti itu,” tuturnya.
Wajahnya kembali dibuat seperti semula sedangkan Zefa merasa jika jantungnya sedikit di tusuk jarum. Kediaman Zefa yang hanya beberapa detik membuat Milea bisa mengartikan diamnya tersebut. Senyum tipis pun di berikan Milea karena sudah tau jawaban dari pertanyaan yang dilepar ke Zefa.
“Pertanyaan macam apa itu, apa sebegitu tidak percaya nya kamu sama Suami kamu Mil,” balas Zefa setelah beberapa detik.
“Aku memang sudah tidak mempercayai Mas Dirga sepenuhnya karena aku sudah sangat hafal bagaimana Suamiku,” jawan Milea dengan senyum tipisnya, “dan dia berhubungan bukan hanya dengan kamu dan kali ini saja,” kembali dia berkata yang membuat Zefa diam kembali.
“Maksud kamu?”
Milea menceritakan sedikit bagaimana Dirga, bagaimana peringai sang suami yang memang suka melipir ke wanita lain sebelum Zefa dan dirinya menjadi pendamping. Doa Milea yang ingin agar Dirga bisa menghilangkan peringai buruk nya setelah menikah ternyata sampai detik ini masih belum bisa dilakukan.
__ADS_1
Dirga masih saja sering bermain-main dengan wanita yang tidak di kenal bahkan teman-teman lamanya kadang tidak luput dari rayuan pria itu. Zefa mendengarkan semua cerita singkat dari Milea kalau yang sudah lalu mungkin dirinya tidak masalah namun saat ini dia berpikir, apa ada wanita lain selain dirinya dan Milea.
“Aku tidak masalah dengan diriku, tapi apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan Suamimu nanti,” kata Milea, “dia sudah sangat mempertahankan kamu dari apapun itu, aku tidak bisa bayangkan kalau dia mengetahui hal ini.”
Milea langsung pergi tanpa menunggu kalau Zefa sebenarnya sudah ingin membalas kata yang di ucapkan. Lepas Milea pergi hela nafas di lakukannya, tidak bisa terbayang jika memang ada wanita lain lagi selain dirinya juga Milea.
Milea melakukan hal yang sama, hela nafas dilakukan setelah ia kelua dari toilet. Bukan hal yang mudah bagi Milea untuk mengungkapkan juga bertanya hal seperti itu pada Zefa. Milea bukan orang yang bisa mengungkapkan sesuatu dengan mudah namun dia coba memberanikan diri karena Milea tidak ingin melihat Primus terluka seperti dirinya.
Milea tarik nafas panjang beberapa kali saat hendak tiba di meja Kalina dan kawan-kawan. Dari kejauhan Milea melihat mereka sedang asik bersenda gurau tapi dia bisa melihat kalau tawa serta canda dari Primus tidak lepas dan Milea tau kenapa. Milea melanjutkan langkahnya untuk bergabung dengan mereka.
Milea yang datang sendiri jadi bahan pertanyaan yang lain, “Tadi aku keluar toilet Zefa masih di dalam,” jawab Milea.
“Apa dia tidak apa-apa Mil?” tanya Primus cemas.
“Sepertinya tidak apa-apa, tadi sempat ngobrol sama aku.”
“Emm, ok.
Mereka kembali berbincang ringan sampai Zefa kembali bergabung. Semua ramai tetapi Primus dan Zefa tidak merasa seperti itu. Sesekali Dirga melihat Zefa dan Milea bisa melihat hal itu namun dia juga bisa melihat kalau Zefa melakukan hal yang sama.
‘Mereka pikir bisa menyembunyikan hubungan mereka, mau berapa lama lagi mereka mau seperti itu,’ benak Milea dengan tatapan sedikit tajam pada Zefa.
Tidak sengaja Primus melihat tatapan tajam Milea pada Zefa dan pria itu sempat memperhatikan untuk beberapa saat sampai dia berpikir, ‘Ada apa dengan Milea, kenapa dia menatap Zefa seperti itu!’
__ADS_1