P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
KETEMU LAGI


__ADS_3

      Dirga mendekat, belum sempat dirinya menegur Raka ternyata pria itu sudah lebih dahulu menyapa dirinya karena dia sudah melihat Dirga sejak ia masuk namun Raka berlagak biasa saja.


      Mendengar nama Dirga di telinganya sontak Zefa putar kepala, mata indahnya membesar melihat sosok yang selama ini sesekali masih muncul di pelupuk matanya itu.


     Sama halnya dengan  Zefa yang terkejut ketika melihat pria itu sudah ada dibelakangnya, Dirga juga sama terkejutnya dengan Zefa. Dia tidak menyangka kalau bisa bertemu Zefa, wanita yang sudah membuat hari-harinya.


     Sambil kembali bergerak duduk Dirga bertanya, “Kamu kenapa bisa ada disini Ze?”


     Raka tersenyum dengan Kalina yang melihat reaksi dari dua orang tersebut. Kalina mengetahui banyak mengenai sosok yang saat ini tiba-tiba datang itu, Zefa menceritakan semua hal sampai hal terkecil pada Kalina.


     Sejak dirinya bertemu pertama kali sampai Zefa mengatakan bagaimana perasaan dia yang sebenarnya pada lelaki itu. Kalina juga tahu jika memang saat ini Zefa hanya sesekali mengingat Dirga tetapi itu semua karena sikapnya yang menahan rasa.


     Sebisa mungkin Zefa menahan rasanya yang datang pada Dirga, dia melakukan banyak kegiatan agar bayangan Dirga lepas dari kepalanya. “Dan kalian kenapa bisa bertemu disini, apa kalian sengaja janjian, Ze!” Kembali pria tampan itu berkata.


     “Memangnya kalau kami janjian kenapa, ada masalah!” Sindir Raka yang membuat dia mendapat tatapan tajam dari Dirga tetapi Raka malah tertawa.


     “Ze, kenapa bisa ada disini, jangan bilang kalau yang dikatakan Raka itu adalah benar,” sahutnya.


     Zefa tersenyum tipis, “Aku bahkan tidak kenal sama Raka sebelumnya dan sampai saat ini aku masih belum ingat pernah bertemu dia dimana,” jawabnya membuat Dirga tertawa.


     Melihat Dirga tertawa geli semua heran, kenapa dia tertawa sampai seperti itu. “Denger tuh Ka, dia gak bakal inget sama lo biarpun lo lebih keren dari gua dan o tau kenapa, gua puas dengernya,” kelakar Dirga yang kini Kalina tertawa.


     Raka sedikit merasa kesal mendengar ucapan Dirga, dia juga sadar kalau dirinya tidak akan mendapatkan Zefa walau dia mau karena Zefa sudah terpikat oleh Dirga. Sebagai lelaki normal Raka tidak mungkin tidak tertarik dengan kemolekan tubuh Zefa.


     Dirga ingin ajak bicara Zefa berdua tetapi di tahan Raka karena mereka duduk bersama sejak tadi dan dia tidak mau kalau Dirga ajak Zefa bicara berdua saja. Sontak hal itu membuat Dirga berkata jika Raka cemburu olehnya.


     Zefa dan Kalina hanya gelengkan kepala, akhirnya mereka ngobrol ringan disana. Di setiap kesempatan Dirga terus memandangi Zefa dan kelakuan Dirga itu sudah membuat Zefa salah tingkah.

__ADS_1


     “Kamu salting yah Ze aku liatin,” goda Dirga yang juga pasang senyum menggoda.


     Senyum malas di perlihatkan Zefa, “Tidak, aku biasa saja,” sahutnya membuat Dirga tertawa gemas.


     “Ya sudah sih, kamu gak perlu malu Ze, aku malah senang loh kalau kamu salah tingkah karena aku,” ujarnya dengan sangat percaya diri.


     “Apaan sih Ga!” Keluh Zefa yang jujur memang salah tingkah dan malu.


     Raka ajak Kalina untuk pergi ke sisi lain sebentar tetapi Dirga menahannya. Dia berkata jika dirinya tidak perlu ruang saat ini dengan Zefa, Dirga mengatakan kalau dirinya akan bicara dengan Zefa sepulang mereka dari tempat itu.


     “Jadi sekarang kita nikmati saja waktu disini,’ ucapnya.


     Kalina ajak Raka tetap menjauh dari pasangan yang sedang saling merindukan tersebut dan akhirnya mau tidak mau Dirga juga Zefa bicara berdua. Pria itu menggeser kursinya sampai menempel dengan tempat duduknya Zefa.


     Dirga menggoda dengan pandangannya, senyum genit diberikan untuk Zefa. Wanita itu merasa malu lihat kelakuan Dirga tetapi dia juga merasa senang. “Aku kangen banget sama kamu Ze,” kata Dirga sebagai pembuka.


      Zefa menatap heran, “Tidak, aku tidak pernah berpikir akan hal i tu,” jawabnya, “masa aku yang harus menghubungi lebih dahulu, aku takut lah sama Milea dan juga aku wanita, gak etis saja gitu,” balasnya.


     Dirga meraih tangan Zefa cepat lalu menggenggamnya erat, telapak tangan mereka saling menempel dan Dirga membuat sela jari mereka saling terisi. Baru tangan yang saling bersentuhan tetapi keduanya sudah merasa ada yang berdesir.


     Zefa merasa ada desir aneh yang menjalar dan berhasil membuat bulu kuduknya berdiri. Dirga memberikan usapan lembut di punggung telapak tangan Zefa, rasa lain pun mengalir.


     Keduanya saling tatap dalam, Dirga ingin sekali menyentuh benda lembut yang rasanya seperti permen itu. Bibir Zefa sangat menggoda di matanya sampai-sampai dia tidak tahan untuk menyentuhnya.


     “Aku ingin ini,’ ucap Dirga pelan dengan jari yang dibuat menyentuh bibir lembut dan merekah Zefa.


     Perlahan Zefa menyingkirkan jari Dirga seraya berkata, “Jangan seperti ini.

__ADS_1


     Hela nafas kasar dilakukan sebagai respon jika Dirga tidak suka dengan Zefa yang menyingkirkan tangannya. Wajahnya berubah, Dirga melihat ke arah lain. Pria itu sedikit marah karena rasanya tidak dibalas oleh Zefa.


     Melihat Dirga marah di pertemuan pertamanya setelah sekian lama membuat Zefa merasa tidak enak dan akhirnya Zefa juga yang mendekat kini. Wanita itu sekarang yang merayu Dirga agar pria tersebut tidak perlu marah.


     Dirga ajak Zefa untuk keluar dari tempat itu saat ini juga. “Bagaimana dengan Kalina nanti, aku gak enak soalnya dia yang jemput aku tadi,” ucap Zefa.


     “Dia sudah dewasa dan aku yakin kalau Kalina mengerti, ada Raka yang menemani kalau dia memang masih belum mau pergi,” jawabnya, “kita akan bicara dulu dengan mereka,” timpalnya.


     Keduanya menunggu Raka dan Kalina kembali gabung, setelah mereka kembali Dirga langsung bicara. Dia mengatakan jika dirinya da Zefa akan pulang lebih dulu karena ada yang ingin dibicarakan.


     “Lin, kalau kamu masih mau disini nanti Raka akan temani,” ucapnya lalu melihat ke arah Raka yang tidak mengeluarkan reaksi apapun ketika Dirga mengatakannya.


     “Iya Lin, maaf yah. Apa kamu tidak masalah jika harus pulang sendiri padahal tadi sama aku,” ujar Zefa dengan raut wajah tidak nyaman.


     “Iya santai aja, gak masalah dan sudah biasa juga kan kalau gua jalan sendiri,” jawabnya, “kalau mau duluan silahkan,” kembali dia berkata.


     Zefa dan Dirga bisa bernafas lega, selesai pamit mereka pun langsung keluar dari tempat itu berdua. Zefa tidak tahu mau kemana dirinya dibawa Dirga seperti biasa dan pria itu juga tidak mau memberitahunya.


     Setelah kedua temannya pergi kini raka dan Kalina membuat suasana meja itu menjadi sepi. Mereka hanya menikmati musik masing-masing dan saling menyibukkan diri.


     “Ah aku bete nih!” Tiba-tiba Kalina sedikit berteriak.


     “Ikut sama aku mau?”


     “Kemana?”


     “Mencari kesenangan.”

__ADS_1


__ADS_2