P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
TERKEJUT


__ADS_3

     Primus tahu jika memang ponsel Zefa memang sedang tidak aktif namun walau seperti itu Fadil tidak pernah sampai menghubunginya. Fadil biasanya akan menunggu ponsel Zefa kembali aktif karena memang dia tidak terlalu dekat dengannya.


     “Halo, Mas!” tegur Primus karena dia diam untuk beberapa saat.


     “Oh iya Dil, maaf,” jawab Primus sedikit terkejut, “Kakak kamu masih belum pulang Dil dan memang hape Kakakmu sedang tidak aktif sejak tadi, mungkin baterainya mati Dil,” timpalnya.


     “Ow gitu Mas, ya sudah kalau seperti itu, tapi nanti aku minta tolong yah Mas … kalau Kak Zefa pulang jika aku menghubunginya,” pinta Fadil.


     “Iya nanti saya sampaikan Dil, mungkin besok yah kakak kamu bisa menghubungi karena takutnya dia pulang nanti langsung istirahat dan hp nya juga masih harus di cash,” jawab Primus yang dijawab baik oleh Fadil.


     Setelah mendapat telepon dari Fadil, kakak iparnya kembali kepikiran mengenai sang istri. Tiga kali semua tentang Zefa membuat dirinya terus kepikiran dan baru kali ini hal mengenai Zefa membuatnya merasa tidak nyaman.


     Satu jam setelah telepon dari Fadil ternyata Zefa masih juga belum kembali. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan mata Primus yang memang sejak pagi belum beristirahat sudah mulai sangat lelah.


     Pria itu masih ingin menunggu Zefa pulang namun ternyata matanya sudah tidak mendukung. Primus terkejut ketika sudah mendapati dirinya tertidur, dengan sangat dipaksa matanya dibuka tetapi hal itu tidak berlaku lama.


     Primus tertidur dan karena rasa lelahnya yang amat sangat pria itu tidur seperti orang pingsan. Lima belas menit berlalu setelah tidurnya Primus, sebuah kendaraan melipir di depan pintu rumahnya.


      “Apa besok kita bisa ketemu lagi Ze?” tanya Dirga ketika baru saja dia menghentikan kendaraannya.


      “Sepertinya tidak Mas,” jawab Zefa buat lesu Dirga, “hari ini aku sudah pergi seharian dan besok tidak mungkin kalau aku pergi lagi,” timpalnya.


     “Emm, ya sudah. tapi kamu janji yah jawab video call aku nanti,” pintanya.


     Senyum manis diberikan Zefa, “Iya Mas,” jawabnya lalu dia membuka pintu tetapi tiba-tiba Dirga meraih lengannya cepat dan membuat tubuhnya tertarik ke arah sebaliknya. Bukan hanya pintu yang tertutup kembali tetapi juga dia dibuat terkejut.


     Dirga ******* bibirnya dan Zefa tidak bisa menahan karena posisinya saat ini yang tidak memungkinkan. Saat Dirga melepasnya Zefa menggerutu manja dan minta agar Dirga jangan membiasakan diri membuat Zefa terkejut.

__ADS_1


     Melihat Zefa merajuk Dirga malah tertawa gemas, dia mengatakan kalau Zefa marah dia merasa gemas. Tidak berkata-kata lagi dengan wajah yang kesal Zefa keluar dari mobil tanpa mau menoleh.


     “Marahnya aja bikin gemes. ampun deh aku ini,” keluh Dirga pada dirinya sendiri yang sangat menyukai wanita itu.


     Zefa melihat lampu di rumahnya masih menyala, “Apa Mas Primus belum tidur?”


     Masuk dan melihat ruang tengah serta dapur ternyata Zefa tidak menemukan suaminya, ia langsung mematikan lampu dan mengunci pintu kemudian lanjut ke kamar pribadinya. sedikit terkejut Zefa ketika dia melihat Primus tidur di sofa panjang bukan di atas kasur.


     “Kok!” Serunya heran.


     Zefa memperhatikan semua dengan detail, wanita itu menyimpulkan kalau Primus memang tadi menunggu dirinya namun ketiduran. Ponselnya di cas lalu Zefa kembali membersihkan diri untuk berganti pakaian.


     Setelah selesai merapikan diri Zefa membangunkan Primus agar pria itu tidur di tempat yang seharusnya, “Mas, bangun!”


     Beberapa kali Zefa mencoba sampai akhirnya pria itu bangun juga, “Ze, kamu sudah pulang?” dengan suara serak dan pandangan yang masih samar dia bertanya.


     “Emm, iya, “ sahutnya lalu mencoba berdiri di bantu Zefa.


     Niatnya ingin menegur dan bertanya pada Zefa saat wanita itu pulang tidak terjadi karena matanya tidak bisa diajak kompromi. Zefa raih selimut lalu dibuat untuk menutupi tubuhnya dan Primus. Tidak ada yang terjadi malam itu dan Zefa berpikir jika semuanya aman seperti biasa.


     Seperti biasa, Dirga selalu senang dalam keadaan pulang ke rumah kalau habis bertemu Zefa. Wanita yang sudah membuatnya mabuk kepayang dengan segala yang ada pada dirinya.


     Sampai di rumah Milea seperti biasa sudah menyiapkan makanan di meja makan sedangkan dirinya kali ini tidak ada dalam ruangan itu. Milea ternyata sudah bobo cantik di atas kasur empuknya, Dirga tidak mencicipi sedikit pun masakan Milea karena dia sudah terlalu lelah.


      Raka yang kesal karena kenikmatannya diganggu dan juga tidak bisa mengeluarkan hasratnya kini coba untuk menenangkan diri, membuat dingin kepalanya. Raka masuk ke ruang penuh musik yang terdengar cukup keras dengan lampu yang berkilauan.


      “Halo Big Bos,” sapa salah satu pria yang sedang bersama beberapa temannya di satu meja.

__ADS_1


     “Emm,” jawab Raka hanya dengan gumam yang lalu duduk di kursi yang dia mau.


     “Wah … kayaknya ada yang lagi bad mood nih,” sindir pria yang lain.


     “Sudahlah Bro, jangan dipikirkan, kita bawa happy aja, hilangkan semuanya malam ini,” sambut yang lain.


     “Iya lah, justru itu gua kesini,” jawabnya walau dengan wajah yang masih sedikit kesal.


     Malam itu Raka mengeluarkan rasa kesal bersama teman-temannya. Pria itu bahkan mengeluarkan uang cukkup banyak yang langsung di letakkan di atas meja agar bisa di habiskan oleh mereka malam ini juga.


     Sonta suasana riuh terjadi ketika Raka melakukan itu, mereka benar-benar bersenang-senang dengan uang tersebut. Setelah beberapa saat datang wanita-wanita cantik dan seksi yang memang sengaja diundang untuk menemani mereka terutama Raka.


     Beberapa wanita sudah berusaha untuk menggoda dan mengajaknya bersenang-senang namun sepertinya saat ini mood Raka memang sedang sangat buruk sehingga dirinya tidak tergoda dengan berbagai macam rayuan.


     Pagi hari semua tampak seperti biasa. Milea yang membuka lemari pendingin langsung bisa menebak jika makanan nya semalam tidak disentuh sama sekali oleh Dirga. Wanita itu menghela nafas panjang sambil mengeluarkan kembali beberapa makanan yang sudah di masaknya semalam untuk dihangatkan.


     “Pagi Mil,” sapa Dirga sambil menggeser kursi dimeja makan.


     Milea menoleh dan menjawab, “Pagi Mas, sebentar yah.”


     “Iya,” jawab Dirga singkat yang kini melihat Milea membawa makanan unuk di siapkan di atas meja, “apa perlu aku bantu?”


     “Ah tidak perlu Mas, kamu duduk manis saja,” balasnya dengan senyum manis tanpa menghentikan gerakannya.


     Setelah semua disiapkan Milea duduk bergabung dengan Dirga yang sudah menunggu, pria itu meminta maaf karena semalam dia tidak mencicipi makanannya sebab sudah sangat lelah.


     “Iya tidak masalah Mas,”balasnya, “energi kamu kan sudah keluar banyak malam tadi, jadi wajar kalau kamu lelah,” timpal Milea tanpa melihat reaksi Dirga yang mematung mendengar jawabannya.

__ADS_1


__ADS_2