P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
GAK BISA NAHAN


__ADS_3

     Raka tertawa tipis, pria itu tidak menjawab. Ia langsung membuat Kalina tidak bisa lagi untuk mengeluarkan kata-kata. Keduanya membuat pemanasan, mereka bergerak agar hasrat sedikit meningkat juga darah dibuat mendidih perlahan.


     Zefa yang masih belum mengantuk membuka layar ponselnya dan ternyata ada pesan singkat dari Dirga yang mengatakan jika saat ini dirinya berasa di ruang tengah. Dirga meminta agar Zefa menyusul dirinya, hela nafas dilakukan sambil melihat suami yang sudah terlelap.


     Wanita itu tidak membalas pesan singkat tersebut, Zefa masukkan ponsel ke saku celana dengan kaki yang terus melangkah pelan mendekati sang suami. Tubuhnya yang sedang terkapar tidak bergerak di sentuh Zefa, wanita itu memanggilnya juga pelan untuk memastikan jika suaminya benar-benar tidur.


     “Mas.”


     Beberapa kali Zefa coba membangunkan Primus namun pri itu sudah tidak bisa bergerak karena masuk sangat dalam ke alam mimpi. Zefa balik badan setelah memastikan kalau Primus sudah tidur pulas. Pintu di tutup perlahan untuk kemudian dia keluar hendak menemui Dirga.


     “Emm … Ka, kita pindah saja yuk,” ajak Kalina.


     “Memangnya kenapa, kamu  kedinginan yah?”


     “Iy salah satunya,” jawab singkat Kalina juga sedikit bergerak menjauh lalu membuat pandangannya berputar, “akku takut ada yang lihat Ka” timpalnya.


     “Emm, ya sudah kita ke kamar sekarang.”


     Raka beranjak lalu mengulurkan tangannya untuk memmbantu Kalina berdiri. Sambil bergandengan dan berpelukan mesra mereka jalan menuju ruang yang lebih tertutup untuk mengeluarkan hasratnya sementara itu Dirga yang sudah mulai bosan menunggu keluar dari ruangan itu.


     Dia ingin melihat apa Raka juga kalina masih berada di tempat yang sama dan ternyata sudah tidak terlihat. Dirga kemudian menggantikan dua insan tadi duduk di bawah sinar bulan, sesekali kepalanya berputar seperti mencari seseorang.


     Hela nafas panjang terdengar, kembali Dirga ballik badan lalu bersandar. Kepalanya sedikit melihat keatas untuk memandang bulan. Sekilas terlintas bayangan seorang wanita yang saat ini sedang di nanti. Dalam benak ia terus berharap jika wanita yang sudah membuat oleng hati juga pikirannya datang.


     Dering ponsel terdengar dan membuat lamunan Dirga buyar. “Zefa!” Tanpa menunggu lama Dirga langsung menjawab. “Iy Z, kamu dimana?”

__ADS_1


     “Kamu yang dimana,” jawab singkat Zefa, “di chat katanya kamu di sini tapi aku ke sini kamu malah gak ada,” timpalnya dengan wajah sedikit cemberut.


     Terdengar suara ketawa Dirga dari ujung telepon, dikepalanya langsung terlintas bagaimana raut wajah wanita itu saat dia mendengar nada bicaranya. “Aku ada di teras, sini,” balas Dirga yang langsung tutup telepon.


     Zefa masukkan kembali ponselnya ke saku celana lalu jalan menuju tempat dimana Dirga berada. Melihat ada seseorang ang duduk di kursi panjang ters rumahnya Zefa mempercepat laju langkahnya.


     Senyum bahagia terlihat di wajah tampan Dirga ketika mendengar sapa halus Zefa. Tangannya bergerak mempersilahkan Zefa duduk di sisinya. Senyum tipis dan manis di jadikan jawaban wanita tersebut ang langsung duduk menempel di samping Dirga.


     “Lama banget,” bisik Dirga sengaja di telinga Zefa ang sontak membuat bulu kuduknya berdiri.


     “Emm, aku pastikan dulu Mas Primus beneran tidur atau tidak.”


     Kembali Dirga mendekatkan wajahnya ketelinga Zefa lalu kembali berbisik, “Aku sudah tidak tahan untuk tidak menyentuh kamu Z.”


     “Gak bisa dan gak mungkin juga aku tahan kalau dekat kamu,” balasnya dengan senyum dan tatap yang sengaja di buat menggoda.


     Tangan Dirga perlahan menyusup kebagian belakang pinggang ramping Zefa lalu membuat tubuhnya lebih mendekat lagi. Keduanya saling tatap dalam lalu perlahan mereka membuat bibir keduanya saling menempel.


     Desah lembut terdengar dari dalam bibir Zefa, keduanya mulai bertautan lembut. Dibawah suasana dinginnya malam mereka sangat menikmati gerak yang membuat hasrat mereka sedikit demi sedikit meningkat.


     Tangan Zefa mulai mencengkaram tubuh gemas bagian tubuh Zefa, tautan yang awalnya lembut penuh rasa kini mulai di selimuti hasrat. Gairah dalam tubuh membuat darah yang mengalir perlahan mendidih, suhu panas dalam tubuh membuat ritme tautan keduanya semakin cepat dan penuh gairan.


     “Ka, pelan pelan sih,” ucap lembut Kalina sambil sesekali terdengar gumam pelan ketika baru masuk kamar Raka sudah membuat tubuh wanita tersudut di dinding.


     “Gak bisa aku sayang, sudah panas badan aku ini,” jawabnya manja.

__ADS_1


     Raka semakin tidak bisa menguasai dirinya, ia menjajaki seluruh tubuh Kalina dengan sentuhan semua jari nakal serta bibirnya. Pria itu membuat tubuh Kalina terus mengeliat tidak beraturan, kedua sejoli itu bergerak mengikuti apa yang di inginkan hasrat mereka.


     Sambil terus bersentuhan mereka bergerak mendekat ke arah tempat tidur yang ada di sisi kanan. Sampai di sana keduanya langsung melempar tubuh secara bersamaan ke atas kasur. Satu persatu kain yang melekat di tubuh keduanya mulai di lepas, terlepasnya benda di seluruh badan mereka maka keluar juga hasrat yang ada.


     Malam yang kemarin kembali terjadi, sama seperti malam-malam yang lalu keduanya mulai bergumul tidak beraturan. Kalina memang sedang ingin di tambah dengan keinginan Raka yang sangat menggebu membuat keduanya langsung gas membebaskan gairah bergerak semaunya.


     “Mas, kamu kenapa tidak tidur?”


     “Aku gak bisa tidur Z, apalagi dari tadi aku  belum menyentuh kamu sama sekali,” ucapnya, “apa kamu gak kangen sama sekali sama aku?”


     “Mas, kamu lihat sekarang kita dimana dan ada siapa! Aku bahkan tidak ada kepikiran untuk dekat dengan kamu disini dan jujur aku sedikit takut karena ….”


     Dirga tidak mengindahkan ucapan Zefa, dia mendekat kembali dan langsung membuat mereka saling bertautan. Dari gerak yang di berikan Dirga, wanita yang bersamanya sangat tahu jika saat ini hasratnya sedang tinggi.


     Zefa yang memiiki rasa takut ketika hendak menyusul keberadaan Dirga kini tidak lagi memiliki rasa tersebut. Wanita itu selalu bisa terbuai dengan apa yang diberikan Dirga pada setiap inci bagian tubuhnya. Pasangan kedua yang membiarkan hasrat mereka keluar dibawah bulan purnama terus buat ritme tautan semakin menggebu.


     Kursi itu menjadi saksi bagaimana keduanya perlahan sama membuat darah mereka mendidih. Milea merasakan jika dirinya tidak bisa menemukan seonggok tubuh Dirga yang tadi berada disampingnya. Sambil meraba ia berkata, “Kemana Mas Dirga!”


     Wanita itu balik badan, Milea sudah tidak melihat keberadaan suaminya di sana. Ia terdiam seperti memikirkan sesuatu, ‘Kemana Mas Dirga,’ benaknya yang lalu langsung melihat waktu yang tertera di layar ponsel.


     “Jam segini, kemana Mas Dirga!” tanya Milea sambil perlahan mulai membuat tubuh nya bangun.


     Milea bangun lalu mencari Dirga ke kamar mandi, tidak menemukan dia di sana wanita itu kembali mencari Dirga ketempat lain sampai ke luar kamar. Semua lampu di luar kamar padam namun dia melihat jika ada cahaya yang masih terang di luar membuat dia bertanya.


     Langkahnya tanpa sadar terus maju ke cahaya yang di liat, “Apa Kalina dan Raka masih di sana”

__ADS_1


__ADS_2