P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
GANGGUAN BIKIN KESAL


__ADS_3

     DEG


     Jantung Zefa terasa berhenti, mata indah serta tubuhnya seketika tidak bergerak. Wanita itu bahkan merasa jika tubuhnya menjadi lemas, ‘Curiga, apa Mas Primus mengetahui sesuatu,’ benaknya.


     Zefa beberapa kali menghembuskan nafas panjang pelan agar dia bisa melepaskan segala rasa yang saat ini ada dalam dirinya. “Kamu curigai apa Mas memangnya?” tanya Zefa dengan suara yang sebisa mungkin dibuat biasa.


      “Aku curiga kalau Kalina akan membawa kamu ke tempat yang tidak baik jadi aku harus ikut supaya kamu tidak terjerumus masuk terlalu dalam ke lingkungan serta gaya hidupnya Kalina,” tuturnya.


     Jawaban Primus membuat Zefa tercengang sambil menghela nafas lega, ternyata apa yang dipikirkannya salah. Dalam hati dia sangat bersyukur jika ternyata Primus memang tidak memiliki kecurigaan sama sekali.


     Mau tidak mau akhirnya Zefa mengizinkan Primus untuk ikut bersamanya, dia ingin menghubungi Kalina agar mereka bisa kongkalingkong tetapi entah kenapa Primus terus saja berada di belakangnya dan hal itu membuat Zefa mati kutu, dia tidak bisa menghubungi Kalina.


     Mereka langsung meluncur setelah semua rapi sementara itu Kalina yang sudah keluar dari tempatnya karena ingin bertemu Zefa dihentikan geraknya oleh seseorang. Wanita itu menoleh ketika ada seseorang yang memanggil namanya sedikit keras.


      “Kamu, kok ada disini?” tanya Kalina pada seorang pria tampan yang kini hanya berjarak sekitar lima langkah darinya.


      “Iya, aku memang sengaja cari kamu dan akhirnya ketemu, jujur aku sangat senang,” ucapnya yang ternyata dia adalah Raka.


     Kalina melempar senyum manisnya mendengar ucapan Raka, “Kenapa kamu cari aku, aku ada salah sama kamu Ka?” goda Kalina.


     Raka menghela nafas kasar lalu menarik pergelangan lengan Kalina dan menariknya masuk dalam dekapan Raka.  Senyum kemenangan terlihat diwajah Kalina yang saat ini sudah berada dalam pelukan Raka.


     Pria itu terus mengatakan rasa rindunya pada wanita tersebut. Dia bahkan ingin saat ini juga Kalina pergi bersamanya. Perlahan pelukan balasan darinya dilepaskan, Kalina memberi senyum manisnya yang membuat hati Raka tenang namun tidak dengan jawaban yang keluar dari bibirnya.

__ADS_1


     Kalina mengatakan jika dia tidak bisa karena sudah ada janji bertemu dengan Zefa beberapa  menit lagi. Bukan hanya rasa kecewa yang dalam dirinya kini namun juga marah yang tidak bisa ditahan.


     “Kamu bohong kan sama aku!” Katanya dengan nada sedikit tinggi.


     “Ka, kamu bisa tidak jangan seperti ini, diliatin orang tuh,” keluh Kalina karena akibat teriakannya itu beberapa orang yang melintas melihat ke arah mereka.


     Raka menatap tajam, “Aku tidak peduli, kamu yang sudah buat aku seperti ini Lin,” geramnya.


      Kalina menggelengkan kepala, dia tidak tahu jika ternyata Raka pria seperti itu. Pria yang gampang bucin dan tertarik dengan wanita. Kalina pamit dan tidak membalas ucapan Raka setelah ia melihat waktu yang tertera di layar ponsel.


     Pria itu ingin ikut dengan Kalina namun ia jelas-jelas menentang  karena saat ini Zefa sedang sangat membutuhkan dirinya. Raka meradang sebab ternyata Kalina lebih memilih Zefa daripada dirinya.


     Kalina meminta agar Raka menghentikan sikapnya yang seperti itu saat ini juga tetapi pria itu menolak. Raka tetap ingin ikut karena sudah beberapa hari ini Kalina  membuat dirinya  merasa tidak waras.


     “Ka, tolong cukup,” pintanya yang masih menahan sabar, “saat ini aku sedang ada urusan jadi nanti kita lanjutkan lagi,” timpalnya.


     “Kamu jangan seperti anak kecil Ka,” keluhnya sedikit geram, “kita baru kenal, baru satu kali bertemu dan kita juga tidak ada hubungan apa-apa!” tukasnya.


      “Memang, tapi kejadian malam itu sudah membuat aku gila tau, aku sudah langsung jatuh sejak kita pertama kali ketemu,” ujarnya.


      Kalina merasa jika Raka hanya akan menghambat kegiatannya hari ini. Wanita itu tahu jika Raka saat ini tidak bisa untuk diberitahu jadi dia ngelengos meninggalkan Raka. Raka mengejar, sambil jalan Kalina meminta kembali agar pria itu jangan mengganggunya saat ini sebab dia sudah terlambat.


       Raka tidak peduli dan karena sikapnya itu sudah membuat Kalina benar-benar kesal. Kalina meminta penjaga keamanan tersebut untuk menahan Raka. Terjadi keributan yang membuat Kalina menghela nafas, “Aku akan menghubungimu nanti,’ ucapnya pada Raka sebelum dirinya pergi.

__ADS_1


     “LIN, TUNGGU!”


     Kalina tidak menghiraukan teriakan Raka, ia terus berontak dari pegangan petugas keamanan.  “Akh! Sial.”


     Raka diam, lalu menatap nanar petugas yang masih memegangi dirinya. “Lepaskan!” Sentak Raka dan pria itu langsung melepaskan Raka lalu memintanya pergi. Dengan langkah cepat pria itu pergi, Raka belum mendapatkan nomor kontaknya Kalina jadi dia tidak bisa menghubungi wanita itu.


     Raka menghubungi Dirga dan meminta agar dia menemani dirinya, kebetulan saat ini Dirga baru saja kembali meet up bersama rekan kerjanya.  Dirga langsung meluncur ke arah dimana Raka berada saat ini dan mereka bertemu.


     Melihat wajah Raka sudah tentu Dirga bertanya. Mendengar cerita Raka yang mengatakan kalau dirinya tergila-gila pada Kalina yang baru saja di temuinya sontak Dirga sangat terkejut. Dirga tidak percaya kalau ternyata Raka bisa seperti itu.


     Dirga sedikit banyak tahu mengenai dirinya Raka jadi dia tidak langsung percaya sebab Raka bukan tipe setia juga yang bisa mencintai satu wanita. Raka suka jajan, dia bisa sangat mudah berhubungan dengan banyak wanita namun tidak bisa memiliki komitmen yang benar-benar dengan satu wanita.


     “Bohong, asli gua gak percaya kalau lo bisa kayak gitu,” ujarnya Dirga setelah dia mendengar bagaimana tadi Raka bertemu dengan Kalina, “kok lo bisa sih jadi kayak gitu?” tanya Dirga heran.


     “Asli gua juga gak tau Ga, gua udah kayak orang gila, gua kepikiran dia terus sejak malam itu dan lo tau gak kenapa gua sampe kayak gitu?”


     Pertanyaan Raka yang membuat penasaran bikin gemas Dirga, “Nggak lah, kenapa emangnya, sok so an bikin gua penasaran,” gerutu Dirga.


     Raka clingak clinguk, dia seperti melihat apa situasi sekitarnya aman, “Apaan sih lo!” seru kesal Dirga. Raka semakin mendekat lalu berbisik yang membuat mata Dirga membesar.


     Sementara itu Zefa dan Primus sudah datang lebih dulu, mereka menunggu cukup lama karena Kalina memang dapat gangguan.  Wanita itu juga melaju dengan cukup cepat namun ternyata ada lagi halangan lain yang mengganggunya.


     Setelah mendengar cerita Raka mereka langsung pergi, saat ini Raka diminta untuk menemani dirinya sebentar menemui rekan bisnisnya. Dirga mengambil jalan tikus yang lebih dekat karena dia memang berencana akan datang menemui rekannya setelah yang satu tadi.

__ADS_1


     Raka sempat memukul Dirga karena dia kurang hati-hati, hampir saja pria itu menabrak gerobak yang ada di sisi jalan. Sampai di tempat Dirga bergegas masuk sedangkan Raka jalan santai karena dia tidak memiliki keperluan.


      “Maaf saya terlambat,” ucap Dirga namun dia terkejut saat mengenali sosok yang baru saja membuka topi serta kacamatanya itu.


__ADS_2