P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
CHAT PENUH GODA


__ADS_3

     Malas Zefa beranjak dari tempat tidurnya tetapi di takut jika yang datang itu mamah mertuanya lagi atau Suaminya walau dia malas tetap wanita tersebut  beranjak dari tempat itu. Dengan wajah kesalnya Zefa jalan sambil sedikit menggerutu mengeluarkan kekesalannya.


     Tetapi semua rasa kesal itu berganti dengan terkejut ketika dia membuka pintu dan melihat siapa yang datang. Ekspresinya benar-benar terkejut ketika melihat Milea juga Dirga sudah berada di depan pintu rumahnya.


     “Kalian!” Serunya, “kenapa kalian bisa ada disini dan kenapa tidak memberi kabar lebih dulu?” timpal Zefa yang memang sangat terkejut.


     Milea tertawa dan berkata agar Zefa tidak perlu terkejut sebab dia dan Dirga sudah mengabari kalau mereka akan datang ke Primus. Rasa kesal kini tertuju pada suaminya sebab tidak memberi kabar mengenai kedatangan mereka pada Zefa.


     “Hei sudahlah, mungkin Mas Primus lupa karena sore tadi aku hubungi jika kami jadi berkunjung di rumah makan sedang ramai jadi dia tidak sempat mengabari mungkin Zef,” ujar Milea yang melihat Zefa kesal.


     “Iya aku tahu kalau disana sedang ramai hari ini, tapi tadi kami sempat telponan tapi kenapa dia juga sampai lupa menyampaikannya, huh dasar!” gerutu Zefa yang masih tampak kesal.


     “Iya sudah toh kami juga mean hanya ingin bersilaturahmi tidak mau apa-apa,” balas Milea lalu dia memberikan beberapa kantong yang berisi makanan, cemilan juga minuman.


     “Kok kalian yang bawa sih, kalian kan tamu disini,” kata Zefa malu.


     “Tidak apa, aku memang sudah bilang kalau kamu jangan menyediakan apapun sebab aku mau bawa,” ucapnya.


     Mereka duduk di ruang tengah, dalam situasi seperti itu Dirga berusaha bersikap biasa walau dia menahan segala rasanya apalagi saat ini Zefa mengenakan pakaian tidur yang sedikit tipis. Dirga terus memperhatikan dalam tubuh Zefa yang terlihat jelas walau dalam balutan pakaian karena lekuk tubuhnya yang sintal terlihat jelas.


     Pakaiannya pas body jadi Dirga tidak bisa lepas dari setiap gerak wanita satu itu. Dirga tidak banyak bicara, dia hanya sesekali tersenyum mendengar obrolan dua wanita yang ada di depannya.


     Selama Zefa juga Milea bicara tatap mata Dirga tidak lepas dari Zefa. Wajahnya terlihat cantik meski tanpa make up dan mata Dirga terpesona dengan bibir tipis wanita itu bahkan matanya seperti enggan untuk pergi dari pemandangan indah tersebut.


     “Mas Dirga kok diam saja!” Kata Zefa membuyarkan semua lamunan lelaki itu.

__ADS_1


     Dirga tersenyum tipis dan Milea juga melakukan hal yang sama sambil menoleh kemudian berkata, “Iya nih, apa kamu lelah yah Mas?”


     “Nggak kok, cuma sedikit, biasa lah,” sahut santai Dirga.


     “Kamu yakin Mas, kalau mau istirahat dulu sebentar disini ada kamar kosong kok,” ucap Zefa menawarkan, “memang kamar khusus tamu kalau memang Mas mau tidur sebentar,” timpalnya.


     Dirga dan Milea saling tatap, “Ya sudah, kalau kamu mau istirahat silahkan sambil menunggu Mas Primus kami akan menyiapkan makan,” ucap Milea.


     Melihat Dirga yang ragu akhirnya Milea beranjak lalu menarik tangan suaminya agar berdiri seraya berkata, “Mas Dirga malu mungkin Zef, soalnya dia tidak pernah tidur di rumah orang,” ujarnya, “dimana kamarnya?”


     Zefa tertawa kecil lalu dia membawa mereka ke kamar yang akan digunakan Dirga beristirahat. Tanpa curiga Milea meminta Dirga untuk istirahat sejenak seentara itu dirinya dan Zefa kembali ke ruang dapur untuk menyiapkan makan sambil menunggu Primus.


     Sebelum mulai memegang makanan Zefa izin pada Milea untuk menghubungi suaminya, pertama untuk memarahi suaminya itu sebab lupa memberi kabar mengenai kedatangan Milea juga Dirga dan memintanya pulang segera.


     Milea tertawa mendengar apa yang akan dilakukan Zefa ketika Primus menjawab sambungan teleponnya. Sambil mendengar Zefa ngoceh pada Primus, tangan Milea membuka makanan yang sudah dibawanya tadi.


     “Kenapa, masih rame di sana?”


     “Iya, alhamdulillah Mil, mungkin karena awal bulan juga kali,” jawab Zefa lalu ikut membantu Milea merapikan makanan.


     Dua wanita itu merapikan semua sambil bercerita, mereka sudah seperti saling mengenal bertahun-tahun lamanya. Zefa dan Milea bahkan sudah mulai bercerita mengenai tabiat pasangan masing-masing.


     Selang dua puluh menit ada pesan masuk dan karena pesan yang terdengar adalah pesan pribadi maka Zefa langsung membuka pesan tersebut. Wanita itu terkejut namun tidak mungkin dia memperlihatkannya di depan Milea.


     Sejak menerima pesan singkat tersebut Zefa mulai berpikir sedikit keras alasan apa yang harus diberikan pada Milea agar dia bisa pergi dari dapur. Dia juga takut kalau tiba-tiba suaminya pulang namun godaan yang datang tidak ingin dilepas Zefa begitu saja.

__ADS_1


     Zefa mencari cela yang tepat sambil terus berusaha agar Milea tidak curiga juga berdoa agar suaminya Primus tidak cepat pulang. Sementara itu Primus masih di sibukkan dengan beberapa tamunya, sesekali dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


     “Sudah jam segini, aku sudah sangat telat dan gak enak juga kalau harus membuat Milea dan Suaminya menunggu terlalu lama,” ucap Primus pada diri nya sendiri.


      Pria itu terus memperhatikan sambil memberi beberapa trik pada pegawainya, setelah melihat pengunjung yang datang mulai sedikit, Primus pamit dan mulai merapikan diri. Primus bergegas melakukan semuanya dan dia mengendarai kendaraannya cukup cepat.


     Di dapur Zefa merasa sudah menemukan alasan yang tepat, wanita itu meringis dengan wajah yang dibuat sedikit merasa sakit. Sudah pasti Milea yang melihatnya langsung bertanya ada apa dengannya.


     “Perut aku mules banget Mi, aku ke kamar dulu yah soalnya kamar mandi bawah toiletnya sedang rusak,” ucap Zefa sambil memegangi perutnya.


     “Ow gitu, ya sudah sana,” sahut Milea.


     Zefa bergegas menuju ruang atas, sambil sesekali melihat ke belakang takut jika Milea mengikuti atau melihatnya. Bukan kamarnya yang dituju namun kamar khusus tamu yang di buka. Senyum senang terlihat di wajah sosok yang ada di dalam ruangan itu ketika melihat Zefa datang dan mendekatinya.


     Dirga berdiri menyambut kedatangan Zefa dengan merentangkan tangan tetapi Zefa tidak masuk dalam pelukan itu. Wanita itu bertanya untuk apa dia memintanya datang ke kamar itu, jawaban Dirga membuat Zefa berbunga tetapi rasa itu ditutupinya.


     “Jangan gombal deh Ga, kita baru ketemu beberapa hari yang lalu dan juga disini ada Milea dan sebentar lagi Mas Prius datang sudah yah,” ucap Zefa lalu balik badan mau meninggalkan Dirga tetapi pria itu menghentikan langkahnya.


     Dirga menarik lengan Zefa sampai tubuh wanita tersebut kembali berputar dan mendarat dalam pelukan Dirga dan pria itu langsung membuat lingkaran di pinggang ramping Zefa agar wanita itu tidak bisa lepas darinya.


     “Mas apaan sih, lepas deh!”


     “Aku kangen Zef, aku gak akan lepasin sebelum aku dapat itu dari kamu,” jawab Dirga membuat kening Zefa sedikit mengerut.


     “Itu! Itu apa maksud kamu?”

__ADS_1


     “Kamu tidak memberikan chu padaku kemarin dan aku mau itu sekarang,” balasnya membuat mata indah Zefa terbuka semakin lebar.


__ADS_2