
“Mas Bro, apa kabar,” ucap sosok itu sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
Dirga menyambut uluran tangan itu seraya menjawab, “Gila, kemana aja lo gak pernah keliatan.”
Mereka ternyata sudah saling kenal namun cukup lama tidak saling berkabar. Dirga tidak pernah menyangka kalau nama rekan bisnis barunya itu adalah temannya sendiri. Raka yang baru saja tiba langsung di perkenalan tetapi karena Raka tidak memiliki kepentingan dia duduk di meja yang berbeda.
Di meja lain Zefa sudah menghubungi Kalina beberapa kali untuk menanyakan keberadaannya saat ini. Setelah sambungan terputus wanita itu hanya bisa menghela nafas. “Kalina kena macet parah katanya, kamu dengar kan barusan,” tutur Zefa pada Primus yang duduk sambil menyeruput kopi hangatnya.
Mereka masih mau menunggu, Zefa dan Primus bahkan sampai pesan makanan karena lapar. Kurang lebih setengah jam Kalina sudah tiba di parkiran, wanita itu jalan cepat dan tidak tengok kiri kanan jadi dia tidak melihat jika ada yang melihatnya dengan mata membesar.
Kalina langsung menyapa Zefa juga Primus seraya berkata, “Ya ampun sorry banget yah, banyak gangguan gua mau kesini, ampun deh bikin kesel aja.”
Setelah mengeluh wanita itu langsung pesan minuman karena memang tenggorokan sangat kering akibat lama dalam kedaraan sementa aitu Kalina kehabisan minuman dalam mobilnya.
“Haus banget yah,” ledek Primus.
“Iya lah, lama banget macetnya sampe tenggorokan gua kering,” sahutnya membuat Zefa tertawa, “kalian sudah makan, apa tadi gak makan siang dulu?”
“Iya, sorry duluan. Gua sih udah tapi laper lagi,” jawabnya tertawa, “kalau Mas Primus memang belum karena dia baru pulang langsung ikut,” timpal Zefa.
Kalina mengatakan jika dia terkejut sebab Zefa tidak datang sendiri. Zefa menjelaskan kenapa suaminya sampai ingin ikut dengannya kali ini, dengan santainya Kalina berkata jika dirinya kecewa sebab Primus datang karena niatnya untuk bersenang-senang dengan Zefa terhalang.
Primus langsung menolak dengan tegas ucapan Kalina, dia tidak akan menghalangi kemanapun mereka pergi selama pria itu bisa ikut atau mengikutinya. efa hanya bisa gak gelengkan kepala dengan sikap primus hari ini yang jujur dia tidak mengerti.
__ADS_1
“Ya ampun Mase. gak enak banget sih diikuti gini,” keluhnya, “nanti kita gak bisa bebas bercanda, cerita bahkan ketawa,” kembali dia mengeluh karena keinginan Primus.
“Aku sudah bilang tadi, aku hanya akan mengikuti dari jauh, kalian lakukan saja seperti bisa, anggap saja aku tidak ikut dan tidak ada.”
Sementara itu pria yang melihat Kalina masuk dalam benaknya campur aduk sehingga sosok itu tidak bisa berkata-kata. Ingin ia memanggil Kalina namun bibirnya terasa kelu. Kesal sendiri dirasa, dia menoleh ke temannya ingin memberikan kabar namun diurungkan.
Raka melihat Dirga sedang serius jadi niatnya ditangguhkan. Kembali Raka melihat ke mana arah Kalina, disana dia tahu siapa yang akan bertemu dengan wanita itu. Raka sudah mengenali Zefa tetapi sisik pria di sampingnya dia belum tahu.
Melihat ada satu pria diantara Kalina dan Zefa membuat dia menerka-nerka, siapa pria tersebut. Apa mungkin teman dekat Kalina. bisa jadi juga teman dekatnya Kalina. “Akh, nggak … nggak,” gerutunya ketika dia memikirkan kalau kemungkinan pria itu adalah teman dekatnya Kalina
Raka memperhatikan dalam diam, dia tidak memperhatikan interaksi Zefa dan Primus sebab mereka tampak biasa saja bahkan kurang harmonis karena memang Primus dalam mode cemburu dalam benaknya.
Pria itu melihat jika Kalina bisa lebih membuat Primus sedikit berekspresi, “Apa lelaki itu teman dekatnya Kalina, apa karena itu juga dia terlihat sangat tidak butuh gua, “ katanya pada dirinya sendir.
Kembali kepalanya bergerak pada Dirga yang ternyata masih bicara cukup serius, keluhan keluar dari bibir Raka karena Dirga tadi hanya bilang jika pertemuan itu hanya sebentar namun kenyataannya sudah hampir satu jam masih saja mereka bicara serius.
Sementara itu Zefa juga Primus menunggu sambil bicara santai Kalina yang sedang makan siang karena memang dirinya belum sempat makan tadi. Selesai makan Kalina meminta izin pada Primus.
“Izin apa!” tanya Primus heran yang langsung dibalas cepat Zefa, “iya, kenapa juga lo minta izin sama Suami gua.”
“Iya sorry, soalnya di sini ada hubunganya juga sama lo Ze,” jawab Kalina yang berhasil membuat Zefa juga Primus diam lalu saling pandang heran.
“gua Kok bisa ke gua!”
__ADS_1
“Udah lo diam aja, gua mau ngomong sama Suami lo,” titahnya, “jadi gini Mas, gua mau minta izin bawa Istri lo ini buat temenin gua selama tiga hari keluar kota, gimana?”
Bukan hanya Primus yang terkejut. Zefa juga sama karena dia sama sekali tidak mengetahui jika temannya itu akan mengajaknya ke satu tempat. Saat tadi mereka teleponan juga tidak ada obrolan ke arah sana pikir Zefa.
“Udah jangan pada bingung,” kembali Kalina berkata karena melihat raut kebingungannya Primus dan Zefa. Kalina lalu menjelaskan kenapa dia ingin ajak Zefa bersamanya dan untuk urusan apa.
Dalam benaknya Primus merasa berat dan entah kenapa, pria itu seperti tidak ingin Zefa pergi. Primus merasa ada keinginan kuat untuk tidak mengizinkannya juga ada rasa dia ingin menemani mereka pergi tetapi dia memikirkan usahanya di sini.
“Memangnya kapan mau berangkat?” tanya Primus yang langsung dijawab cepat Kalina, “gua pikirin dulu yah Lin, jujur kalau sekarang gua berat kasih izin”
“Okey tapi gak lama, gua cuma kasih dua hari aja yah buat berpikir kasih izin atau nggak, tapi jujur gua maunya lo kasih karena gua sangat berharap,” jawabnya.
“Oke siap, nanti gua kabarin.”
“Terus buat yang sekarang gimana. jadi gak Ze kita shopping?” tanya Kalina dan yang ditanya malah menoleh ke suaminya seolah bertanya balik.
Beruntung suaminya Peka, “Aku sudah bilang tadi kan, aku ikut di belakang,” jawabnya dengan wajah yang ingin sekali Zefa remas karena gemas.
Akhirnya Dirga selesai dan setelah rekan kerjanya pergi Raka bergegas menghampiri. Dia langsung mengatakan jika di tempat itu juga ada Kalina dan Zefa bersama seorang pria. Dirga dibuat penasaran dengan pria itu karena tidak mungkin Primus pikirnya.
Mereka lalu mendekat namun berlagak seperti yang sedang mau ke toilet, mata saling bertemu dan akhirnya mereka menghampiri. Setelah mereka duduk bersama Dirga langsung mengirim pesan singkat pada Raka yang mengatakan jika pria itu adalah suaminya Zefa.
Raka sangat terkejut namun dia bisa mengontrol dirinya sendiri dan itu juga tujuan Dirga mengirimnya pesan singkat. “Kalian kok berbarengan gini mau ke toiletnya tadi, kalian sudah lama disini atau baru datang dan hanya numpang pipis,” tanya Kalia lalu tersenyum..
__ADS_1
“Tidak, mereka sudah lama kok disini, aku melihat mereka sejak datang tadi,” balas Primus membuat Dirga dan Raka senyum getir.