P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
MASIH INGIN


__ADS_3

     Zefa hanya bisa memberikan senyum manisnya kemudian kembali mengatakan kata pamitnya. Tidak ada respon dari pria itu dan Zefa tahu bagaimana pria tanpa di ketahui Dirga yag sedang memandang ke arah yang berbeda dengan Zefa, wanita itu memanggil namanya halus.


     “Mas.”


     Dirga menoleh dan satu sentuhan singkat dari bibir lembut Zefa mendarat di pipir Dirga, membuat pria itu hanya bisa mematung, “Maaf Mas, aku belum siap untuk melakukan itu, aku memang suka sama kamu, tertarik tapi untuk melakukan sampai sejauh itu aku masih sedikit takut,” ucapnya.


     Ucapan Zefa membuat Dirga diam sedikit berpikir, ingin dia menjawab tetapi ternyata lebih cepat gerakan Zefa yang kembali pamit dan kali ini wanita itu sudah membuka pintu. Dirga membiarkan, pria itu hanya terus melihat Zefa sampai wanita tersebut masuk ke rumahnya.


     Zefa melihat lampu kamar sudah menyala yang berarti suaminya sudah kembali namun lampu kamar satunya gelap. “Apa Lala tidak kembali lagi kesini, dia langsung pulang sama Mama,” ucapnya mengira-ngira sambil terus berjalan masuk.


     Perlahan pintu dibuka dan ternyata tidak terkunci, biasanya Primus memang sengaja membiarkan tidak di kunci jika Zefa belum pulang. Kakinya terus melangkah ke kamar dan Zefa tidak mampir ke ruang manapun sebab sudah sangat lelah dia rasa.


     Meletakkan barang satu persatu juga melepaskan benda yang menempel di tubuhnya. Wanita itu pergi membersihkan diri sebelum akhirnya dia merebahkan tubuh lelahnya di samping Primus yang terlihat sudah tertidur lelap.


     “Ah akhirnya,” hela lega Zefa bisa rebahan kemudian menutup mata.


     Baru beberapa detik matanya tertutup Zefa menerima kecupan singkat dari Primus yang tadi di pikirnya sudah tidur lelap. Akhirnya mata indah itu kembali terbuka dengan sedikit terpaksa karena rasa kantuk yang mendera.


     “Kamu belum tidur Mas?”


     “Emm, sudah sih tapi pas kamu datang aku terbangun,” jawabnya.

__ADS_1


     “Ow, maaf aku tidak beri kabar, tadi aku langsung pergi jadi lupa pas mau ngasih kabar malah baterainya habis,” kembali dia berkata dan Zefa berbohong pada suaminya namun Primus tidak mau ambil pusing.


     Pria itu menjawab, “Iya tidak masalah, aku juga belum lama sampai kok, tapi aku lapar Ze,” rengeknya, “mau makan tapi tadi ngantuk banget dan gak ada makanan juga di rumah,” keluhnya.


     Zefa bangun dari rebahan, ia membalas jika dirinya sangat lelah dan mengantuk tetapi perutnya juga keroncongan. Primus bangun mendengar ucapan Zefa lalu dia berkata, “Bagaimana kalau kita cari makan dulu di luar?”


     Zefa sebenarnya malas namun melihat wajah sumringah Primus membuat dirinya merasa tidak enak untuk menolak. Akhirnya Zefa mengangguk sebagai jawaban, mereka pun sedikit bersiap kemudian pergi keluar rumah untuk mencari makan.


     Sementara itu Dirga yang kini sedikit mengerti sikap Zefa masih berada dalam perjalanan pulangnya dan Milea kini baru saja selesai merapikan dapur setelah selesai masak makanan untuk Dirga.


     “Benar juga apa kata Zefa, kami baru saja kenal jadi mana mungkin dia langsung mau melakukan itu,” kata Dirga dalam perjalanan, “ternyata sedikit meleset aku menilai dirinya dan ini malah buatku semakin penasaran,” timpalnya.


     Dirga tersenyum sendiri mengingat bagaimana dirinya berpikir jika langsung bisa menikmati tubuh Zefa tapi kenyataannya nihil. “Yah lumayan, daya tariknya memang hebat, melihatnya saja sudah buat pikiranku melayang dan ketika tadi bersentuhan langsung gila, langsung berdiri dong adek aku ini,’ ucapnya lalu tertawa geli menertawakan dirinya.


     “Kamu belum tidur Mil?” tanya Dirga dengan tangan yang menyerahkan tas kerjanya.


     Milea meraih tas itu seraya menjawab, “Iya Mas, aku belum lama pulang jadi aku langsung masak saja karena belum ngantuk juga takut kamu pulang lapar.”


     Dirga duduk di meja makan santai, “Kalau sudah malam gini sebaiknya kamu istirahat saja kalau kamu tidak banyak istirahat bagaimana kita bisa dapat momongan,” balas Dirga yang membuat Milea tersenyum getir.


     Milea  tidak langsung menjawab ucapan suaminya, dia mengambilkan makanan untuk Dirga lalu meletakkannya di hadapan Dirga lalu wanita itu duduk. “Kamu tidak makan?”

__ADS_1


     “Sudah, tadi selesai masak aku langsung makan takut kamu pulangnya lama,” jawabnya.


     Milea hanya menemani Dirga yang makan dengan lahap karena memang kebetulan perutnya lapar habis perjalanan jauh. Melihat suaminya pulang dan makan dengan sangat lahap membuat Milea senang, wanita itu terus melayani Dirga sampai pria itu selesai mandi dan berganti pakaian.


     Selesai mandi pakaian tidur Dirga sudah tersedia di atas kasur dan Milea juga sudah berganti pakaian dengan mengenakan dress tidurnya yang minim namun Dirga tidak mengetahuinya sebab sebagian tubuh indah itu sudah tertutup selimut.


     Milea masuk ke selimut lebih dulu dan sudah memejamkan mata ketika Dirga keluar dari kamar mandi. Pria itu menghela nafas halus ketika melihat sang istri sudah memejamkan mata. “Sudah rebahan ternyata, aku pikir dia masih melek,” tuturnya pelan.


     Pria itu meraih pakaiannya dan tidak sengaja melihat paha mulus Milea yang mengintip di sela selimut tebal yang digunakan sembarang. Hela nafas berat kembali terdengar, dalam benaknya dia masih ingin melakukan yang tadi sedang dilakukannya bersama Zefa.


     ‘Tadi nanggung, belum di keluarin jadi masih pingin aja nih,’ keluhnya membatin.


     Pria itu mencoba untuk mengalihkan pandangannya, Dirga balik badan mengenakan baju yang saat ini sedang di kancing lalu matanya melihat tubuh bagian bawahnya yang terlihat membesar.


     “Ya ampun, pakai acara bangun lagi,” keluh Dirga malas.


     Dia memutar tubuhnya kembali, menahan gerakan tangannya yang hendak mengancing pakaian. Dirga menatap seonggok tubuh indah sang istri dan pikirannya seketika melayang memanggil hasrat yang sejak tadi mengendap naik.


     Sepasang suami istri yang kelaparan kini sedang menikmati pecel lele yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sesekali mereka bicara mengenai kegiatan keduanya hari ini sambil menikmati makan mereka. Mata Zefa sudah tidak bisa diajak kompromi, selesai makan wanita itu langsung meminta pulang pada Primus.


     Tubuh lelahnya dilempar ke atas kasur, Zefa sudah malas bergerak bahkan di minta Primus untuk merubah posisi tidurnya pun dia sudah tidak mendengar. Zefa sudah seperti orang pingsan, tidak sadarkan diri sepenuhnya.

__ADS_1


     Primus yang bingung hendak tidur diana gelengkan kepalanya sebab posisi tubuh Zefa saat ini menyilang dan membuat tempat itu dimilikinya. “Ampun deh Ze, kamu itu kalau sudah seperti ini aku nyerah, mungkin bila ada orang yang iseng sama kamu juga kamu tidak akan sadar jika sudah begini,’ ujarnya.


__ADS_2