P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
KEJADIAN JUGA


__ADS_3

     Milea terus jalan perlahan mengikuti nalurinya, wanita itu berpikir jika yang ada di tempat yang sama itu masih Raka dan Kalina. Milea tidak memiliki perasaan apapun ketika langkahnya terus bergerak menuju luar ruangan dimana kini yang berada di sana adalah Zefa juga suaminya Dirga.


     Di kursi panjang tampak Zefa dan Dirga asik bercumbu tanpa menyadari kedatangan Milea yang bisa saja membuat mereka langsung beranjak dari tempat duduknya. Suara pintu geser terdengar ketika perlahan Milea membukanya namun baru saja beberapa centi pintu terbelah, Milea mendengar ada suara yang membuat tubuhnya spontan berbalik.


     Milea spontan berputar dan mendatangi asal suara, senyumnya mengenbang ketika ada seekor kucing lucu nan cantik berjalan manja mendekati dirinya. “Helo cantik,” sapa Milea pada kucing cantik tersebut.


      Milea terpesona dengan kelucuan binatang itu sampai dirinya tidak sadar kalau ia membawa binatang tersebut ke kamar bahkan dirinya lupa jika harus melihat siapa yang ada di teras sana. Wanita itu membawa kucing untuk menemani ia dalam kamar.


     “Kok!” Serunya sedikit terkejut ketika melihat layar ponselnya menyala.


     Milea langsung melihat dan ternyata ada pesan masuk dari Dirga, “Ow, ku pikir Mas Dirga kemana,” ucapnya.


     Ternyata Dirga mengirim pesan singkat yang mengatakan jika dirinya keluar untuk mencari angin sebab tidak bisa tidur. Dalam pesan singkat itu juga Dirga mengatakan jika dirinya tidak akan lama berada di luar, senyum tipis terlihat di sudut bibir Milea.


     “Okelah cing, kamu disini temani aku dulu yah sayang,” kata Milea pada kucing manis itu lalu menciumnya.


     Sementara itu Dirga sudah membuka bagian atas kain penutup tubuh Zefa dan menjelajahi setiap detailnya. Remas gemas mendarat di setiap sela rambut Dirga melalui jari tangan lembut Zefa yang merasakan rasa nikmat atas gerakan Dirga.


     Guman sesekali terdengar dari bibir manis Zefa yang membuat Dirga semakin semangat membuat wanita itu terus mendesah manja. Tubuh Zefa dibuat tidak bisa diam oleh semua sentuhan jari nakal serta gerak lidah yang terus menjulur ke seluruh bagian tubuh Zefa.


     “Mas …,” desis Zefa di telinga Dirga yang sedang sibuk bergerak seperti bayi.


     “Emm,” jawaban singkat Dirga yang tidak ingin melepaskan benda kenyal milik Zefa.

__ADS_1


     “Aku mau pindah, aku kedinginan,” pinta manja Zefa yang memang merasa dingin karena sudah tidak mengenakan pakaian atas dan tersapu angin malam.


     Satu ******* gemas dibuat Dirg sampai membuat Zefa sedikit terpekik karena ulahnya. Pria itu lalu menghentikan gerakannya dan menatap Zefa yang wajahnya sudah dibuat memerah. “Kita pindah kemana, apa ada tempat supaya kamu gak kedinginan?”


     “Emm … sepertinya ada.”


     Zefa bergerak merapikan pakaiannya yang sudah tidak beraturan dan Dirga melakukan hal yang sama. Setelah itu Zefa jalan lebih dulu seperti penunjuk arah yang diikuti oleh Dirga yang hanya berjarak dua langkah di belakangnya.


     Zefa membawa Drga ke sebuah ruang yang terdapat banyak pakaian, tempat biasa dirinya menyetrika dan merapikan barang yang lain. Ada sofa panjang yang saat ini ingin digunakan Zefa bermain dengan Dirga.


     “Bagaimana kalau di sana?” tanya Zefa pada Dirga sambil menunjuk ke arah sofa panjang.


     Dirga tersenyum lalu mengangguk dan berkata, “Aku sih oke saja, dimanapun jadi.”


     Keduanya mulai bergerak kembali mengeluarkan hasrat dan membuat kembali darah mereka mendidih. Di lain tempat, dua insan yang sudah membuat suhu dalam tubuh mereka sangat panas terus bergerak mencari kenikmatan lebih agar bisa sampai puncak.


     Gerak keduanya yang sudah membuat peluh semakin bercucuran dan membuat tubuh mereka semakin menegang. Suara yang mereka keluarkan sudah tidak bisa di kontrol sama dengan gerakannya. Tubuh keduanya terus bergerak semakin cepat dan cepat, ritme yang mereka mainkan bergerak secara bergantian.


     “Lin, gas … akh!”


     “Emm!”


     “Sebentar lagi deh,” ucapnya lagi yang membuat Kalina tertawa tipis.

__ADS_1


     Raka menahan diri sedikit lagi untuk mengeluarkan amunisinya, dia masih ingin sedikit membuat emosi Kalina kembali teraduk-aduk. Raka bergerak membuat tubuh Kalina berada di posisi yang dia mau dan Kalina mengikuti kemanapun tubuh itu bergerak yang di mau Raka.


     Hanya beberapa menit sampai akhirnya Raka mengeluarkan pelurunya di kedalaman lembah basah milik Kalina yang membuat tubuh wanita itu merasakan rasa yang makin ingin di nikmatinya terus menerus.


     Dirga dan juga Zefa yang sudah membuat tubuh mereka semakin panas kini mulai bergerak buat menyatu satu sama lain. Desah mulai terdengar lebih dalam di antara mereka dan keduanya yang memang tidak ingin membuang-buang waktu langsung bergerak dalam dalam penyatuan tubuh mereka.


     Sofa panjang yang bawahnya tadi diberikan kain panjang rapi kini sudah berantakan tidak beraturan bahkan sudah tidak berada di tempatnya kini. Mereka membuat kain atau benda apapun itu yang ada di tempatnya kini sudah tidak lagi berada d tempat semula.


     “Makasih yah sayang,”  bisik Raka di telinga Kalina yang bersandar.


     “Jangan bilang seperti itu, kita kan sama-sama, kalau kamu bilang terima kasih aku malah seperti wanita panggilan,” gerutu manja Kalina yang semakin erat memeluk tubuh Raka yang masih sedikit berkeringat.


     Raka tertawa gemas seraya membalas pelukan erat Kalina yang sedikit merajuk. “Iya sayang maaf yah.” Kemudian satu kecupan singkat diberikan Raka d kening Kalina yang menandakan rasa sayang pria itu pada wanita yang kini ada dalam pelukannya.


     Milea menunggu suaminya kembali sambil bermain dengan kucing gemoy namun dia merasa kalau Dirga sedikit lama. Wanita itu tidak berani untuk menanyakan kembali dimana saat ini suaminya atau dia akan pulang jam berapa sampai akhirnya Milea kembali tertidur sebab tadi dia melek matanya masih sangat mengantuk.


     Sementara itu suaminya yang ditunggu-tunggu saat ini sedang merapikan pakaiannya yang beberapa menit lalu lepas dari tubuh. Bersamaan dengan itu wanita yang kini sudah duduk melakukan hal yang sama, mereka merapikan diri sambil sesekali bertemu pandang dan tersenyum.


     Dari raut wajah mereka terlihat jika rasa bahagia terpancar tanpa ada yang bilang. Selesai merapikan diri, tanpa basa basi keduanya keluar dari ruangan tersebut dengan Dirga yang lebih dulu memantau keadaan sekitar. Setelah dirasa aman satu persatu keduanya pergi ke arah yang berbeda memasuki kamar masing-masing.


     “Halo, selamat pagi semuanya,” sapa Milea ramah yang ternyata sudah berada di dapur dan baru saja kelar masak bersama Zefa.


     Dirga yang baru turun langsung melempar senyum mendapat sambutan hangat Milea tidak lupa lirikan mata selanjutnya langsung tertuju pada Zefa yang ternyata masih mengenakan daster.

__ADS_1


     “Halo sayang.”


__ADS_2