
Satu alis Kalina terangkat, ucapan Raka diterima olehnya seperti ajakan nakal. Seketika tatapanya berubah, tatap selidik manja terlihat membuat Raka sadar sendiri dengan srti dari tatapn tersebut.
“Sudah jangan liatin gua kayak gitu,” tuturnya dengan senyum tipis.
“Ya habisnya ngajaknya seperti bagaimana … gitu,’ jawab Kalina senyum-senyum sendiri.
Raka tidak ingin banyak bicara, pria itu kembali memastikan apa wanita itu mau ikut bersamanya. ia ingin ikut tetapi kendaraannya bagaimana lalu Raka memastikan jika kendaraannya akan aman. Raka akan meminta salah satu anak buahnya untuk membawa motor Kalina ke tempat Raka.
Kalina tersenyum, wajah sumringah terlihat. Setelah mendengar jika Raka bisa memastikan kendaraanya baik-baik saja Kalina langsung menjawab dengan pasti kalau dirinya mau ikut dengan pria yang baru saja dikenalnya tersebut.
Mendapat respon dari Kalina senyum lebar terlihat di wajah Raka. Pria itu langsung beranjak dari duduknya disusul dengan Kalina yang menyusul langkah Raka yang berjarak sekitar lima langkah.
“Kita mau kemana?” tanya Zefa.
“Kamu maunya kemana?” tanya Dirga balik.
“Kok gitu, aku sih maunya pulang,” tukas Zefa.
“Mau aku chu disini juga!” Ancam Dirga membuat Zefa sontak mematung.
Zefa memilih diam dan ikut duduk dengan manis, melihat Zefa yang diam duduk manis seperti itu Dirga tertawa. Dirga gemas melihat Zefa yang seperti itu, rasanya dia sudah ingin segera berdekatan juga bersentuhan dengan wanita yang ada di sampingnya ini.
Lama perjalanan yang mereka tempuh, kurang lebih sudah hampir satu jam namun masih belum juga Dirga menepi sementara itu Raka dan Kalina yang juga sudah keluar dari tempat pertama mereka bertemu kini sudah berada di jalan raya.
Kalina sempat bertanya pada Raka mau kemana mereka tetapi dia malah balik tanya membuat Kalina menghela nafas. Kembali wanita itu mengatakan apa yang tadi diucapkan Raka ketika pria itu mengajaknya keluar.
__ADS_1
Raka merasa tidak ada tempat yang cocok selain tempatnya, home sweet home pikir Raka. Pria itu membawa Kalina ke rumah yang juga tempat usahanya, Kalina belum pernah kesana jadi Raka bisa juga mengenalkan usahanya itu pada Lina.
“Kita kesini?”
Raka tersenyum lalu menjawab juga dengan anggukan kepala, “Iya, kenapa? kamu tidak mau kesini!”
“Emm … tidak juga sih tapi jujur aku baru beberapa kali datang ke tempat seperti ini,” jawabnya.
“Gitu, boleh tahu dengan siapa?” tanya Raka yang menurut Kalina seperti sedikit ingin tahu kehidupan pribadinya.
Kalina berjanji jika dia akan menceritakan semua mengenai dirinya yang Raka ingin tahu jika mereka sudah berada di dalam dan duduk manis. Raka sangat setuju dengan ucapan itu, pria tersebut tanpa ragu menggandeng pinggang ramping Kalina.
Wanita itu menoleh, melihat Raka melemparkan senyum manisnya membuat hati Kalina meleyot. Dia membiarkan tangan kekar itu bertumpu di batas pinggulnya yang indah. jalan penuh dengan percaya diri membuat aura cantik serta tamannya pasangan itu terpancar.
“Sore Bos,” sapa salah satu penjaga disana ketika mereka hendak masuk.
Raka memberikan tangan nya dan sedikit menunduk sebagai salam hormat balik sebelum mereka masuk. Kalina sedikit tercengang melihat suasana di dalam sana, tempat Raka memangdi desain cukup mewah oleh karena itu pengunjung yang datang kesana kebanyakan dari kalangan menengah ke atas.
“Kita mau kemana?” tanya Kalina heran ketika dia terus diajak jalan lurus masuk ke lorong. Wanita itu clingak clinguk seperti anak yang baru saja masuk ke tempat yang baru, semua hiasan dinding yang dilewati menjadi salah satu daya tarik tersendiri di tempat itu.
“Silahkan,” Raka mempersilahkan wanita yang masih terpana dengan semua dekornya itu merasa sangat dihargai.
“Terima kasih banyak,” jawabnya yang lalu masuk dan kembali melihat kemewahan lain di dalam ruangan yang cukup besar tersebut.
Kalina terus jalan santai menelusuri ruangan Raka sementara pria itu mengikutinya sambil memperhatikan bentuk tubuh Kalina. ‘Ternyata tubuhnya lebih indah dari Zefa,’ batin Raka dengan senyum juga tatap yang sulit diartikan.
__ADS_1
Beberapa benda yang ada di sana jadi bahan pertanyaan Kalina, dari mana asal usulnya dan kenapa pria itu memilih benda tersebut untuk di simpan dalam ruangannya. Kalina bertanya seperti itu karena memang jika orang yang hanya datang sebentar seperti Zefa tidak akan sadar benda apa saja yang ada disana.
Benda-benda itu memang salah satu ada seni namun semuanya berbentuk tubuh wanita bahkan di bagian bawah meja televisi bukan hanya berbentuk tubuh tetapi beberapa organ intim wanita jelas ada disana.
“Kamu sangat menyukai tubuh wanita yah?”
Mendengar pertanyaan Kalina membuat Raka tertawa, pria itu menjelaskan jika dirinya adalah pria yang normal jadi sudah pasti dia menyukai nya. Raka mengatakan dia sama seperti lelaki lain, dia pencinta wanita apalagi jika wanita tersebut memiliki wajah cantik serta bentuk tubuh yang indah menggoda.
Kalina tertawa lalu mengangguk, Raka mempersilahkan Kalina duduk. Mereka duduk saling berhadapan tetapi Raka membuat wanita itu terus bersemu merah. Kalina dibuat berdesir melihat tatapan dalam pria itu.
Tatapan dalam itu membuat debaran jantung Kalina sedikit cepat, dia menoleh untuk memperlambat laju jantungnya. Raka yang melihat itu mencengkeram telapak tangannya lalu menggenggam erat.
Sambil beranjak tanpa melepaskan pegangannya Raka bertanya, “Apa kamu sudah memiliki pasangan?” kemudian duduk di atas meja samping Kalina.
Senyum tipis terlihat sebagai respon pertama pertanyaan Raka, “Aku pikir kamu tidak akan memikirkan status mendekati wanita,” pancing Kalina.
“Betul,” sahutnya kemudian mendekatkan wajah mereka hingga kini hanya berjarak satu jengkal, “karena aku sudah sangat pro untuk urusan wanita,” ucapnya bangga, “kalau kamu sepertinya akan berbeda, mungkin jika saat ini kamu masih berstatus bisa saja aku buat kamu jadi tanpa status supaya aku bisa isi di dalamnya,” goda Raka.
Sontak saja kata-kata Raka membuat kedua mata wanita itu sedikit membesar. Kembali Kalina mengeluarkan kata-kata pancingannya yang membuat Raka menatapnya dalam. Raka sangat menyukai tipe-tipe seperti Kalina, berani, penuh hasrat dan juga sangat menggoda.
Wanita bertanya balik pada Raka mengenai status nya, dengan sangat bangga pria itu menjawab jika dirinya masih single dan kembali Kalina menyindir dirinya apa dia memang ingin berstatus itu hanya karena masih mau mencicipi banyak tubuh wanita.
“Bisa dibilang seperti itu,” jawabnya tanpa ragu, “dan aku pria gagah,” timpalnya seolah mempromosikan dirinya sendiri.
Sontak saja Kalina tertawa kemudian melempar senyum serta tatap menggoda, “Apa kamu bisa membuat seorang janda yang sudah lama tidak tersentuh merasa puas, apalagi wanita itu hyper, apa kamu mampu!”
__ADS_1