
"Kenapa di ruangan ini aku cium bau parfumnya Mas Dirga yah Ze!"
DEG
Mendengar ucapan Milea jantung Zefa terasa berhenti, Dirga yang berada tidak jauh dari sana mendengar kata-kata itu pun merasa hal yang sama. Dirga tidak menyangka jika Milea bisa tahu sedetail itu dengan harum parfumnya.
Wajah Zefa sedikit memucat namun untungnya Milea tidak memperhatikan hal tersebut. Wanita itu seperti melihat berkeliling mencari sesuatu yang mungkin saja benar apa yang ada di benaknya.
Milea berjalan berputar dan Zefa seperti mematung tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam benaknya dia hanya bisa berdoa agar wanita itu tidak menemukan suaminya di sini. Semakin penasaran karena harumnya masih berada di tempat itu akhirnya Milea balik badan dan menatap Zefa yang masih diam di tempat.
"Ze, apa Mas Dirga baru dari sini?" tanya Milea akhirnya karena penasaran.
Sedikit terbata karena gugup Zefa menjawab, "Tidak, yang ada di sini hanya Mas Primus dan baru saja dia jalan."
"Ow, jadi Mas Primus sudah jalan yah?"
"Iya, baru saja dia jalan dan gak lama kamu datang, aku pikir kamu itu Mas Primus yang balik lagi takut ada yang ketinggalan," ujar Zefa.
Dirga yang mendengar perbincangan itu sedikit bingung, ia mau mendekat karena ingin tau apa saja yang mereka bicarakan tetapi jika dia lebih dekat maka Milea akan semakin yakin kalau dirinya berada disana karena Harun parfumnya.
Akhirnya dia menjauh karena pikir panjang, Dirga cari aman karena dia tidak ingin ketahuan. Dia tidak ingin Milea tau karena saat ini dirinya sedang tinggi suka dengan Zefa.
Perlahan pria itu melangkah, mengendap seperti maling. Dirga merayap ke ruang atas dan bersembunyi di sana sampai Milea pulang nanti sementara itu Milea dan Zefa masih ngobrol canggung.
Milea kembali mengatakan jika dirinya ke sana ingin bertemu dengan Primus namun ternyata dirinya masih kurang pagi. "Mas Primus memang baru akan menyalakan page nya kalau dia sudah keluar dari rumah," ungkap Zefa.
"Iy, makanya dia gak lihat chat aku," keluhnya. Angin lembut menerpa wajahnya namun kali ini dia tidak mencium harum yang biasa suaminya pakai. Senyum tipis terlihat karena sekilas Milea berpikir jika tadi adalah kesalahan.
"Apa aku coba hubungi saja, mungkin saat ini Mas Primus sudah buka," saran Zefa.
Belum sempat dia melakukan itu dan Milea juga belum menjawab, tiba-tiba ponsel Milea bergetar. Mereka diam spontan lalu Milea mengeluarkan ponsel dari dalam tas kecilnya.
__ADS_1
"Mas Primus," kata Milea akan ada Zefa yang direspon senyum dan anggukan kepala lalu Milea menjawab cepat.
Primus mengatakan jika dirinya baru melihat pesan Milea dan mereka kini saling ngobrol. Zefa putar kepala menceri keberadaan Dirga karena Zefa menjauh keluar rumah.
Dia melihat dan mencari namun tidak menemukan pria itu di setiap sudut rumah atau sedikit memberi kode jika pria itu baik juga masih berada disana.
'Kemana dia, apa sudah keluar dari sini!'
Zefa merasa jika Dirga sudah tidak berada disana sebab dirinya tidak melihat tanda-tanda dari pria tersebut. Zefa mendekati Milea yang masih bicara dengan suaminya lalu meminta agar wanita itu bicara sambil duduk.
Sementara Milea masih asik telepon Zefa merapikan halaman. Beberapa menit berlalu dan Zefa selesai dengan Primus lalu mendekati Zefa dan berpamitan.
"Aku pamit yah Ze, mungkin lepas makan siang aku baru akan ketemu sama Mas Primus," ungkap Milea.
"Iya Mil, aku harap semua masih bisa membaik," balas Zefa dengan senyum manisnya.
"Sulit sih … tapi jujur aku sudah tidak berharap, memang bukan rezeki kami mungkin," balasnya lemas.
Milea pamit, Zefa menunggunya sampai wanita itu keluar dari gerbang. Keningnya sedikit mengkerut karena berbarengan dengan keluarnya Milea ada kendaraan yang masuk.
'Siapa lagi?' batinnya sambil terus berdiri menunggu yang empunya mobil keluar.
Hela nafas dilakukan dengan raut wajah malas saat tau bahwa yang datang adalah ibu mertua dan adik iparnya. Zefa malas meladeni mereka dan matanya seketika terbelalak ketika sadar entah Dirga masih ada didalam atau tidak.
"Biasa aja kali mukanya, keliatan banget gak seneng kalau aku dan Mama datang," ketus Lala dengan tatap yang seirama.
Hela nafas di lakukan Zefa mendengar kata-kata adik iparnya tersebut, "Aku biasa saja hanya kamu yang memang kamu selalu melihat aku seperti itu," balas Zefa yang di respon lirikan tidak ramah darinya.
Zefa mempersilahkan mereka masuk namun mertuanya menolak dengan mengatakan jika dirinya hanya sebentar mampir ke tempat itu. Dirga yang heran kenapa Zefa lama dibawah padahal jelas dia melihat mobil Milea sudah keluar rumah.
"Ngapain sih dia, apa gak tau kalau aku nunggu disini," keluh Dirga yang masih berada di atas. Pria Itu tidak melihat kedatangan orang tua Primus karena di posisinya saat ini dia hanya bisa melihat sedikit dan dia hanya melihat kendaraan Milea keluar.
__ADS_1
Malas menunggu lama akhinya Dirga berniat menghampiri Zefa, dia turun namun masih dengan langkah santai karena berpikir tidak ada siapapun dirumah itu kecuali dirinya dan Zefa.
Diluar Zefa duduk saling berhadapan dengan keluarga suaminya, mereka saling pandang tidak ramah sejenak sebelum akhirnya Mama mertua buka suara
"Mamah kesini hanya ingin tau, saat ini kamu sedang dekat dengan pria mana lagi?"
Pertanyaan Mama langsung membuat Zefa terkejut namun dia masih bisa menahan diri. Lala memberikan smrik pada reaksi Zefa, gadis itu seakan tau jika saat ini Zefa sedikit ketar ketir.
"Kaget yah, makanya jangan coba-coba bohongi kami, jujur saja," sindir Lala dengan wajah sinisnya.
"Ingat yah Ze, sejak dulu kamu tau kalau kamu tidak di terima oleh kami, jadi kami akan melakukan apapun untuk memisahkan kamu dari Primus," tukas Mama mertua.
Zefa menelan Saliva, Hela nafas kembali dilakukan dan dia coba untuk tetap tenang. "Aku tau itu Mah, tapi tolong Mamah percaya sama aku."
Lala bergerak cepat menyela ucapan Zefa, dengan nada emosi gadis itu berdiri seraya berkata, "Bagaimana kami bisa percaya kalau kenyataannya memang saat ini kamu sedang mempermainkan Kakakku!"
"Apa kamu punya bukti?" Tantang Zefa.
"Bukan hanya aku tapi Mama juga melihat langsung dengan siapa kamu pergi dan jangan coba-coba menyela jika dia cuma teman biasa," ungkap Lala kesal.
"Kalau memang hanya teman aku harus berkata apalagi, kalian tau sendiri kalau aku memang banyak teman pria," balas Zefa berusaha membela diri.
"Kami tau mana teman mana teman dekat, kamu pikir kami bodoh!"
__ADS_1