
“Udah lo tenang aja, mereka akan pergi sebelum selir kita datang,” sahutnya santai.
Dirga merasa senang mendengar ucapan Raka barusa namun dia menahan rasa itu sebab dirinya tidak mau kecewa saat wanita yang di tunggunya nanti malah tidak datang. Kembali Raka ajak Dirga untuk menikmati sedikit waktu mereka bersama para wanita yang tidak menghentikan gerakannya di depan pria-pria itu.
Dirga tetap dengan pendiriannya, dia tidak ingin yang lain dan saat ini dirinya hanya menginginkan Zefa sementara itu wanita yang sedang di tunggunya masih berada di jalan bersama dengan Kalina.
Kalina tidak menjawab walau Zefa bertanya mau kemana dia membawanya. Kalina hanya tersenyum, Zefa sedikit mengingat jalan ketiga mereka sudah lumayan dekat. Perlahan setiap jalan itu Zefa merasa jika dirinya pernah melewati jalan tersebut.
Zefa sedikit mengingat, “Lin, kok kayak pernah kesini yah, gak asing nih,” ujarnya.
Kalina tersenyum, Zefa baru sekali ke tempat Raka sama halnya dengan Kalina. Dia juga baru pertama kali datang kesana namun jalan menuju ke tempat itu masih bisa diingat dengan jelas olehnya.
“Yakin, jujur gua juga baru sekali ke tempat yang bakal kita datangi tapi gua masih sangat ingat jalannya,” tutur Kalina.
Belokan terakhir ujung jalan salah satu gang membuat Zefa akhirnya ingat jalan itu. Zefa langsung menerka tujuan mereka saat ini. Kalina tertawa saat Zefa mengatakan tujuan mereka dan dia hanya menjawab dengan anggukan ucapan Zefa.
“Kita ngapain kesana?”
“Bersenang-senang lah, apalagi?”
Zefa menolak pergi kesana, dia pikir Kalina akan ajak dia keluar untuk makan dan jalan bukan ke tempat seperti itu. Zefa tahu kalau Kalina hampir setiap minggu mendatangi tempat seperti itu karena dia memiliki alasan sendiri melakukannya.
Tidak ingin mencampuri urusan pribadi temannya itu yang selalu Zefa lakukan. Masalah pribadi dan yang lainya jika dirinya tidak perlu ikut campur di dalamnya maka dia tidak akan melakukannya. Kalina menolak balik keinginan Zefa, dia tidak peduli jika Zefa tidak suka saat ini sebab dirinya yakin kalau Zefa akan berubah pikiran setelah bertemu Dirga nanti.
__ADS_1
Kalina sudah membuat mood Zefa turun saat ini, wanita yang ada di samping Kalina tersebut kini hanya memandang kosong ke luar jendela. Zefa jadi malas bicara dengan temannya itu sementara itu Kalina yang seolah tidak peduli dengan Zefa memutar musik kesukaan Zefa.
Sontak Zefa menoleh yang direspon dengan senyum manisnya. Kalina sudah melaju perlahan sebab saat ini mereka sudah sampai ditempat tujuan. Kalina parkir sebentar kemudian mereka langsung masuk dan mencari keberadaan Dirga juga bos dari tempat itu.
“Silahkan Nona,” ucap salah satu penjaga yang memang sudah menunggu mereka karena memang sudah dapat mandat langsung dari Raka.
“Baik, terima kasih,” jawab ramah Kalina yang langsung mengikuti langkah pengawalnya Raka.
Salah satu dari penjaga tempat itu menghubungi Raka untuk memberi informasi jika wanita yang di tunggunya sudah datang. Raka yang mendapat informasi tersebut bergegas meminta tiga wanita yang masih ingin menghiburnya pergi.
Mendengar Raka mengusir wanita-wanita itu Dirga langsung menerka jika Kalina dan Zefa sudah tiba. Beberapa saat setelah pintu tertutup Zefa juga Kalina masuk, dua wanita itu disambut langsung oleh Raka serta Dirga dengan sangat manis.
Dua wanita itu langsung dipersilahkan duduk, Raka juga Dirga mengikuti sambil senyum-senyum senang karena ternyata dua wanita tersebut benar-benar datang seperti mangsa yang datang sendiri menyerahkan diri. Raka merangkul perlahan kemudian berkata seraya berbisik, “Makasih sudah mau datang.”
Kalina memberikan senyum terbaiknya pada pria yang sudah sangat tidak sabar menerima sentuhan jari-jari nakalnya. “Iya, aku kasihan sama kamu,” sahutnya, “kalau aku tidak datang takut kamu gak bisa tidur,” timpalnya menyindir.
“Karena masih penasaran ingin main sama aku yah,” sindir Kalina lagi yang mencubit pelan pipi Kalina karena merasa gemas.
Pasangan itu sudah saling melepas sedikit rasa penasaran mereka sedangkan Zefa juga Dirga masih bicara datar. Dirga mengatakan rasa senangnya juga rasa kecewa serta cemburu yang tadi datang ketika melihat kebersamaan Zefa dengan suaminya.
Dirga bahkan enggan untuk menyebutkan nama Primus karena masih ada rasa cemburu dalam dirinya. Zefa jadi senyum sendiri mendengar semua ucapan Dirga, ada rasa senang dalam hatinya saat mendengar jika Dirga memiliki rasa cemburu untuknya.
Sesaat Zefa sadar kalau apa yang ada dalam dirinya saat ini adalah salah, wanita itu mencoba untuk menghilangkan rasa tersebut tetapi tidak mudah ternyata apalagi Dirga kian mendekat juga mulai merangkul pundaknya yang membuat mau tidak mau wajah mereka kini berdekatan.
__ADS_1
Zefa menunduk malu tapi mau, “Jangan terlalu dekat,” pintanya sambil melepaskan tangan Dirga yang berada di pundaknya.
“Apaan sih Ze, aku senang kamu datang dan jangan kamu buat mood aku jadi buruk deh,” sahutnya sedikit kesal.
Zefa melirik ke arah Kalina yang ternyata sudah saling memberikan kecupan singkat di sampingnya tanpa rasa malu. Kalina dan Raka sedikit menjauh setelah mereka melihat lirikan Zefa yang membuat keduanya sedikit malu.
Pasangan itu menjauh, mereka senyum sendiri mendapat lirikan Zefa. Kalina sudah sangat biasa tetapi Zefa tidak bisa seperti saat ini. Saling bermesraan bersama dengan pasangan lain dalam satu ruangan.
“Ga, gua ke dalam yah,” kata Raka yang langsung balik badan sambil saling rangkul dengan Kalina sebelum Dirga menjawab ucapannya.
Dirga menghela nafas karena kesal Raka langsung meninggalkan dirinya tetapi setelah beberapa saat pria itu merasa lega sebab dirinya di tinggal berdua dengan Zefa. Dirga berpikir dengan sangat cepat jika dirinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Pintu sudah terkunci pasti, pria itu kembali mendekat dan membuat Zefa tersudut sangat. Zefa mengikuti arah kemana tubuhnya harus bergerak sampai tubuh itu tidak bisa bergerak bebas namun Zefa masih hanya diam mengikuti.
Tidak ada rasa ingin meronta dalam dirinya atau menolak apa yang saat ini sedang dilakukan Dirga padanya. Mereka saling bertatap dalam dengan jantung yang mulai berdebar memanggil hasrat yang sudah perlahan naik.
“Aku cemburu dan aku tidak suka kamu sama Primus,” tukasnya.
“Dia itu Suami aku,” sahutnya yang belum sempat dia kembali mengucap kata Dirga sudah membuat bibirnya tidak bisa bergerak.
Dirga membuat mereka saling bertautan, buat tidak ada lagi kata yang bisa keluar dari bibir manis itu. Dirga melakukannya dengan lembut agar Zefa terus menginginkan sentuhan lembut itu lagi di bibirnya, pria itu menginginkan apapun yang dilakukannya pada tubuh indah itu menjadi candu dalam diri Zefa.
Tangan mulus Zefa yang sedikit menggerakan wajahnya dibuat tidak lagi bisa bergerak. Wanita tersebut hanya bisa menggumam dalam segala kenikmatan yang diberikan oleh Dirga. Melihat mata indahnya yang kain tertutup Dirga sudah bisa memastikan jika wanita yang ada di bawahnya itu sangat menikmati.
__ADS_1
Berbeda dengan Zefa dan Dirga, pasangan yang masuk ke ruangan dengan langkah santai berubah bergerak cepat ketika pintu mereka tutup. Bukan Raka yang buat tubuh Kalina tersudut di dinding namun Kalina yang mendorong tubuh Raka agar tida bergerak dalam kurungan tangannya.
Wanita itu menatap tajam dengan smirk di sudut bibirnya, “Kamu menginginkanku kan!”