P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
DIKIT LAGI TAPI ...


__ADS_3

     Mereka langsung bergerak, saling mengeluarkan rasa, hasrat juga gairah. marah yang sejak tadi sudah menggelitik. Tidak ada kata yang mereka bisa gambarkan, tidak ada rasa yang bisa mereka ungkapkan saat ini.


     Keduanya sibuk mencari satu kata, puas. Raka yang pasrah di buat terus bergerak walau sedikit oleh Kalina karena gerakan tubuh Kalina yang tidak bisa membuat dirinya hanya mematung. Gerak tubuh Kalina yang meliuk kadang beraturan terkadang tidak membuat mau tak mau Raka sulit menahan nikmat yang diberikan.


     Raka dibuat beberapa kali mendesah nikmat oleh setiap gerak liuk tubuhnya. Wanita itu memang terlihat sangat menguasai adegan dengan posisi diatas. Kalina juga terlihat sangat menikmati apa yang sedang dilakukannya.


     “Mmpp, gimana sayang!”


     “Emm … nikmat.”


     Beberapa kali merubah posisinya namun tetap di atas membuat lama kelamaan Raka tidak kuat menahan pistolnya agar tidak mengeluarkan pelurunya sekarang. Raka merasa sudah cukup dirinya menahan dan dia tidak mau lagi melakukan itu.


     “Stop sayang,” tahan Raka yang menahannya bukan hanya dengan ucapan namun juga gerakan. Kedua tangan Raka menahan gerak tubuh Kalina.


     “Emm … sudah itu yah?”


     “Iya nih, tahan bentar,” balasnya kemudian Raka minta mereka untuk ganti posisi.


     Perlahan Kalina membuat tubuh mereka yang saat ini masih menyatu berjauhan. Keduanya mencari gaya yang mereka inginkan. Mencari posisi yang pas sekiranya di benak mereka pas.


     Di dalam kolam ada pasangan yang sedang saling bertautan tanpa henti, tubuh mereka yang dingin saat memasuki kedalaman air kini hilang ketika darah dalam tubuh mereka sedikit bergejolak.


     Dirga yang terlihat sangat menikmati setiap detail tubuh Zefa seperti enggan untuk berhenti agar terus bisa menikmati keindahan serta kekenyalan tubuh tersebut. Zefa yang terus dibuat meliuk tubuh nya karena sentuhan Dirga sesekali membuatnya mendesah manja.


      “Mas, hentikan dulu,” pinta Zefa namun pria itu kembali tidak memperdulikan ucapan Zefa.

__ADS_1


      Pria itu terus bergerak membuat tubuh Zefa kini semakin panas. Darah dalam tubuhnya kini bergejolak, Dirga yang sangat bergairah tidak bisa menghentikan keinginan tubuhnya. Seketika Dirga menghentikan geraknya dan menatap wanita yang ada di hadapannya dalam.


     Wajah Zefa yang memerah dengan deru nafas sedikit memburu membuat Dirga tidak ingin berlama-lama menghentikan gerakannya. “Kenapa?” tanya Zefa pelan malu-malu.


     “Aku mau banget Ze, gimana dong …,” jawabnya, “kamu mau gak melayani aku?”


     Pertanyaan yang tabu untuk dijawab Zefa sampai-sampai wanita itu terlihat enggan menjawab sementara itu Dirga yang tidak bisa menahan diri lama-lama. “Maaf Ze,” tiba-tiba Dirga berkata.


     Pria itu kembali membuat mereka saling bertautan ganas, Zefa sampai merasa tidak bisa bernafas setelah beberapa saat. Wanita itu dibuat kembali tidak bisa bergerak bahkan kain penutup gunung besarnya sudah dibuka paksa Dirga.


     Zefa tidak bisa menahan gairah pria itu, memang benar mungkin jika dia merindukan pria tersebut namun jika caranya melepas rindu seperti ini Zefa sedikit tidak menyukainya. Zefa takut kalau dirinya hanya akan dijadikan pelampiasan hasratnya saja.


     ‘Mas, hentikan!” Kembali wanita itu meminta, bukan menurunkan hasratnya yang sedang menggebu ternyata ucapan Zefa membuat gairahnya semakin membara. Bara itu sudah membuat tubuh Zefa sangat panas, dia merasa tidak bisa lagi menghentikan Dirga.


     ‘Ya ampun Mas Primus, maafkan aku,’ batin Zefa.


     Tiba-tiba seorang wanita cantik bertubuh seksi datang untuk menemui pria yang saat ini sedang tidak ingin diganggu karena pria itu sudah meminta papa anak buahnya Raka maka anak buah itu kini menjalankan tugasnya.


     “Raka mana, ada di dalam kan?” tanya wanita cantik itu.


     “Iya tapi maaf Mas Raka sedang tidak bisa diganggu,” jawab penjaga pintu itu.


     Kedua mata wanita itu menatap tajam, “Gak mau diganggu! Gak mau diganggu kenapa, banyak kerjaan atau dia sedang main sama cewek lain!” tukasnya.


     Pengawal itu menelan salivanya, dia sedikit bingung berada dalam posisi seperti saat ini. “Maaf Jes, aku hanya menjalankan perintah saja,” tuturnya membuat Jessi nama wanita itu menghela nafas.

__ADS_1


     Matanya menatap nanar, “Oke!” sahutnya, “aku tahu kenapa kamu jawab seperti itu dan kamu gak usah takut sama Raka karena aku akan melindungi kamu nanti,” timpalnya seolah tahu yang sedang terjadi di laman juga tau apa yang saat ini pengawal itu rasakan.


      Pria tinggi besar itu bergeser ke tengah pintu karena dia tahu kalau Jessi akan melakukan sesuatu yang dia sendiri berharap kalau wanita itu tidak melakukannya tetapi sayang ternyata apa yang dipikiran pria tinggi besar itu benar.


     “Tahan Jess, tolong,” pinta pria itu dengan sangat ketika Jessi melangkah maju.


     “Minggir!” Tandas Jessi dengan tatapan tajam namun pria itu tetap berdiri tegak di depannya.


     Melihat gertakannya tidak berpengaruh membuat wanita cantik tersebut geram. Dia bergerak cepat mendorong tubuh pria tersebut sampai ia tersungkur mundur dan bersandar ke pintu namun dengan cepat dia kembali serta menahan kedua tangan Jessi.


     Beberapa kali pria itu coba menghentikan tindakan Jessi namun wanita itu sepertinya sudah sangat marah. Dia terus meronta sambil memukul pria yang coba menghalanginya masuk untuk menemui sosok yang saat ini berstatus sebagai kekasihnya.


     Kejadian itu cukup riuh dan membuat konsentrasi kedua orang yang berada di dalam sedikit terganggu. Raka yang sedang dalam mode sangat on tidak mendengar suara riuh tersebut namun Kalina sekilas mendengarnya dan sudah mencoba untuk memberitahu Raka.


     Ucapan Kalina ternyata tidak di hiraukan Raka, pria itu seperti tidak mendengar kata-kata Kalina. Pria itu seperti tuli dan saat ini yang ada dalam kepalanya hanya bisa membuat hasratnya keluar dan bisa membuat wanita yang ada di bawah tubuhnya kini bisa merasa puas  dengan permainannya.


     “Ka!” tegur Kalina kemudian terpekik karena Raka menghujam sangat keras kedalaman lembah basahnya. Kalina memanggil Raka karena dia mendengar suara yang tadi semakin jelas di pintu masuk namun setiap dia ingin mengeluarkan kata itu Raka terus menghujamnya terus menerus.


      Ketika Raka sedang bergerak sangat cepat pintu terbuka dengan suara yang cukup keras.


     BRAK


     Manik indah berwarna coklat terbuka membesar ketika melihat kekasihnya kini sedang asyik main kuda-kudaan dengan wanita lain. “RAKA!” Teriak wanita itu lalu melangkah penuh amaran.


     Raka juga Kalina sama-sama terkejut ketika pintu itu terbuka, sontak keduanya terperanjat. Mereka melepaskan penyatuan tubuh mereka lalu dengan cepat Kalina menutupi tubuh polosnya namun wajahnya masih terlihat santai.

__ADS_1


     ‘Akh sial!’ geram Raka ketika pintu terbuka dan melihat Jessi dengan tatap nanarnya. Pria itu bergegas meraih pakaiannya kemudian segera dikenakan sambil meminta pengawalnya menutup pintu agar tidak ada yang melihat kejadian itu.


     “DASAR KAMU!”


__ADS_2