P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)

P2 (POLIANDRI & POLIGAMI)
TAK SENGAJA


__ADS_3

    Kalina yang dapat telepon dadakan dan medapat pertanyaan seperti itu lansung mengerutkan kening, “Apa sih Ze, jangan kebiasaan deh dadakan kayak gini,” keluh Kalina.


     Zefa yang tahu kalau Kalina kesal tertawa kecil lalu membalas, “Iya sorry,” kemudian kembali berkata, “gua sama dua temen gua ada di Mall Matta, lo gabung kesini yah, gua tunggu.”


     “Liat nanti yah, pokoknya klo sempet gua langsung kesana,” balas Kalin.


     “Oke.”


      Nita bertanya ketika Zefa menutup teleponnya, siapa yang kali ini di ajak juga olehnya dan Zefa hanya menjawab dengan senyuman di tambah dengan kata jika temannya kali ini akan membuat keseruan mereka semakin  bertambah. Mereka masuk dan langsung melihat apa yang menjadi minat mereka.


     Di tempat lain Primus masih asik makan karena memang dia sangat lapar sambil berbincang ringan dengan Milea menceritakan keluh kesah masing-masing. Baru beberapa tempat mereka kunjungi tapi Zefa sudah membeli beberapa barang kecil yang di anggapnya lucu.


     Ternyata Kalina datang tidak lama setelah Zefa dan dua temannya tiba di Mall. Meet up yang harusnya di lakukan saat dirinya menerima telepon dari Zefa ternyata ci cansel dan akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Zefa.


     “Hei,” sapa seseorang yang terdengar tidak asing bagi Kalina.


     Wanita itu menoleh, hela nafas di lakukan saat dia mengetahui siapa yang sudah menepuk pelan pundak indahnya. “Lo janjian yah sama si Zefa!” pertanyaan itu spontan keluar dari bibir Kalina ketika melihat Dirga.


     Sontak pria itu tertawa mendengar pertanyaan yang memangdi anggapnya lucu, “Lo kenapa sih, gak selalu juga kali,” jawabnya, “gua kesini karena tadi ada meeting di sana tuh,” kembali dia berkata sambil sedikit balik badan dan menunjukkan tempat yang baru saja di tinggalkan.


     Kalina mengikuti arah yang di tunjuk kemudian menganggukkan kepala, “Oh, kirain.”


     Sedikit percakapan terjadi, Dirga yang sebenarnya tidak heran dengan pertanyaan itu jadi sedikit heran dan penasaran sampai akhirnya dia kembali bertanya apa mungkin Kalina ada janji dengan Zefa di tempat itu.


     “Peka banget sih lo Ga,” sindir Kalina yang di balas senyum sumringah Dirga.

__ADS_1


     “Berarti Zefa ada di sini dong dan bener tebakan gua klo lo mau ketemuan disini sama dia?”


     “Emm.”


     Senyum mengembang di wajah Dirga, seketika hatinya berbunga kala tau bahwa Zefa ada di dekatnya saat ini. Dengan cekatan Dirga minta agar dirinya ikut bertemu dengan Zefa. Permintaan tersebut langsung di tolak mentah-mentah oleh Kalina namun sebenarnya dia hanya bercanda.


     Kalina kembali berpikir kalau dia tidak mungkin juga masuk barengan dengan Dirga sebab itu akan jadi bahan pertanyaan Zefa nantinya. “Pokoknya jangan bareng, klo mau kamu datang setelah aku, titik!” Seru Kalina menegaskan.


     Dirga tertawa, dia sangat paham dan ia menyetujui hal tersebut. Kalina masuk sedangkan Dirga masuk setelah wanita itu sudah tidak terlihat. Melihat Kalina datang Zefa langsung menyapa hangat, mereka saling cipika cipiki juga dengan yang lain. Mereka langsung bicara ringan sambil bercanda dan mulai pesan makanan.


     “Mas, aku ke toilet sebentar yah,” kata Milea pamit pada Primus yang masih menghabiskan makanannya.


     “Iya Mil.”


     Milea menggeser kursinya lalu mencari toilet sambil matanya berputar melihat-lihat. “Ah disana,” serunya dengan sedikit senyum sambil kembali melangkah.


     Primus sudah menghabiskan makanannya, tengggorokannya jadi sedikit kering dan beberapa tegukan di lakukan untuk membuat tenggorokannya kembali basah dengan mata yang berputar seperti mencari sesuatu.


     Zefa merasa sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak ke kamar mandi, ia izin pada Kalina juga yang lain. Tegukan Primus terhenti karena matanya yang berputar menemukan sesuatu yang membuatnya sediit terkejut.


     Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Zefa bisa melihat siapa pria sedang berjalan ke arahnya saat ini. Dengan mata yang sedikit mengerung juga kening yang sedikit mengkerut dia terus berjalan, berbeda dengan sosok yang kian mendekat dengan senyum tipisnya.


     “Halo cantik,” sapa sosok yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya  bertemu Zefa.


     “Kamu kebetulan ada di sini atau bagaimana Mas!”

__ADS_1


     “Kenapa sih kamu terlihat gak senang liat aku padahal aku senang banget loh,” balasnya masih dengan senyum yang kian mengembang.


     Dirga lalu mencecritakan kalau dirinya baru saja selesai meet up dengan rekan bisnisnya dan kedatangannya ke maal itu karena memang ada yang ingin di carinya namun alasan itu sepertinya sedikit sulit di percaya oleh Zefa.


     “Zefa!” seru Milea saat melihat suaminya bertemu dengan Zefa, “apa mereka janjian!” pertanyaan itu tiba-tiba menyeruak di kepala Milea.


     Di tempat lain, Primus yang menghentikan gerakan minumnya menatap cukup tajam ke arah dua sosok yang sedang saling sapa di depannya dengan jarak yang hanya terhalang kaca pembatas. Melihat Zefa ada di depan matanya Primus perlahan berdiri apalagi saat ini ia bertemu dengan pria yang di kenalnya juga.


     “Kenapa mereka bisa bertemu disini, apa mereka janjian?” tanya Primus pelan sambil mlangkah keluar.


     Milea terus mendekat, Dirga dan Zefa yang sedang sapa ringan tidak menyadari jika pasangan mereka melihat. Primus yang juga melihat Milea mendekati suaminya coba memberi kode pada wanita itu dan Milea menyambutnya.


     Dari arah belakang mereka masing -masing, secara berbarengan Milea dan Primus memanggil nama pasangannya yang membuat Dirga dan Zefa spontan menoleh karena sangat mengenali suara tersebut.


     “Mas!”


     “Milea!” seru Dirga dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya begitu pula dengan Zefa yang kaget juga melihat Primus ada di belakangnya.


     Secara bersamaan juga dalam benak Dirga dan Zefa sama-sama berpikir apa mungkin pasangan mereka mengikuti karena sudah merasa curiga. Dirga mendekati Milea sama hal nya dengan Zefa yang balik badan mendekati Primus.


     “Kamu janjian di sini sama DIrga?” tanya Primus langsung namun karena Zefa memang tidak buat janji dengan pria itu dan hal tersebut memang benar maka dengan cepat Zefa bisa menjawab.


     “Tidak Mas, aku juga kaget pas aku mau ke toilet ketemu Mas Dirga disini,” jawab Zefa lalu dia menjelaskan jika dirinya datang bersama kedua temannya lalu Kalina menyusul sebab di hubungi olehnya.


     “Kamu sekarang jadi sering banget pergi Ze, aku merasa kamu seperti ini sejak dekat lagi dengan Kalina,” ucapnya dengan tatap curiga, “dan entah kenapa aku merasa tidak suka,” kembali Primus berkata.

__ADS_1


     “Tidak suka kenapa Mas, kamu seperti baru mengenalku saja.”


     “Entah lah … tapi aku merasa jika ada yang kalian sembunyikan dari aku,” balas Primus membuat Zefa mematung.


__ADS_2