
Raut wajah kesal terlihat, Dirga memperlihatkan rasa tidak sukanya karena Zefa menghentikan kenikmatannya saat ini. “Kenapa?” tanya Dirga dengan sedikit wajah cemberut..
Zefa tertawa melihat respon wajah Dirga, “Biasa saja dong Mas mukanya,” ledek Zefa membuat Dirga menghela nafas kasar dan membuat dirinya semakin tidak bisa menahan tawa karena melihat muka Dirga yang cemberut dan tahu karena apa.
“Sudah, jangan meledek atau aku terkam nanti kamu,” guraunya sedikit menjauh.
Dirga yang menjauh membuat Zefa merasa gemas, wanita itu malah mendekat dan menggodanya. Dirga sudah tidak mood dibuat Zefa karena dia menghentikan disaat dirinya sedang menikmati namun Zefa terus sana menggodanya sebab Dirga dianggap menggemaskan.
Dirga meronta dan meminta Zefa menjauh namun wanita itu malah meledek. Zefa benar-benar gemas dengan sikap Dirga yang seperti anak kecil. Sikap Dirga yang menggemaskan itu membuat Zefa lupa dengan apa yang ingin dilakukan nya ketika dia menghentikan apa yang mereka lakukan tadi.
Zefa menghentikan tautan mereka tadi karena dirinya tidak sengaja melihat jarum jam yang terpasang di jam dinding tepat depan matanya. Dia ingin mengajak Dirga untuk pulang sebab hari sudah malam dan suaminya pasti sudah sampai di rumah saat ini juga dirinya tidak mengabari jika ia akan pulang sangat terlambat.
Semua itu di lupakan karena sikap gemasnya Dirga, Zefa malah terus menggodanya. Dia meraih mik yang ada di atas meja lalu mencari lagu yang dikiranya cocok untuk dinyanyikannya saat ini. Satu lagu dangdut langsung di mainkan dan Zefa menyanyikannya di depan Dirga.
Iramanya yang tidak terlalu menghentak digunakanan Zefa utuk membuat tubuhnya hanya sedikit bergerak. Goyangan yang hanya sedikit namun dilihat Dirga sangat menggoda itu membuat pria tersebut tidak ingin melepaskan pandangannya.
“Sengaja yah!” Ucap Dirga dengan tatapan sedikit tajam. Dia terus melihat gerak tubuh Zefa yang membuatnya berpikir jauh.
Dengan senyum genit Zefa menjawab sambil terus membuat gerakan-gerakan memikat, “Iya, kenapa … mau yah,” godanya yang tidak berpikir jika ucapannya itu membuat Dirga ingin menerkamnya.
‘Tidak, jangan … tahan,’ benak Dirga untuk dirinya sendiri, Dirga mencoba untuk menahan hasratnya karena dia masih ingin melihat goyangan serta suara Zefa yang sangat menggoda.
Zefa sedikit menjauh, wanita itu kembali bernyanyi dengan suara merdunya juga goyangan yang sengaja sekali dibuat menggoda. Kali ini gerak tubuh serta lirikan mata Zefa dibuat untuk menarik hasrat Dirga dan pria itu tidak kuasa untuk tidak beranjak dari duduknya dan menghampiri wanita yang sudah membuatnya tidak bisa menahan diri tersebut.
__ADS_1
‘Yah, dia memang lebih menggoda dari Milea, semua yang ada dalam dirinya saat ini terlihat sempurna di mataku bahkan aku merasa jika dia adalah wanita yang sangat aku inginkan,’ batin Dirga dengan tatap dan langkah mendekati Zefa.
Mereka menggerakkan tubuhnya bersamaan mengikuti alunan musik yang membuat tubuh mereka sama-sama bergerak asyik. Saat itu mereka menikmati momen yang belum tentu bisa terulang, lagu di rubah Zefa.
Kini dia memainkan lagu yang sedikit bergerak bebas, Dirga merangkul pinggang rampingnya. Zefa tersenyum manis sambil terus bergerak menggoyangkan tubuhnya dalam lingkar lengan Dirga. Pria itu terlihat sangat menyukai Zefa dengan suara dan gerak tubuh yang sangat memikat.
Sesekali Dirga melayangkan kecupan singkatnya di pipi atau sekitar wajah Zefa dan ketika wanita itu mengatakan jika dia ingin berhenti langsung di cegah oleh Dirga. Pria itu ingin mendapat hiburan dari Zefa sampai dirinya puas.
“Mas, sudah ah, aku capek,” keluh Zefa setelah dia bernyanyi sekitar lima lagu.
“Aku masih ingin dengar, suara kamu bagus loh,” pujinya yang sama sekali tidak membuat Zefa berbunga.
Dirga tertawa kecil, “Yang lain juga sih dan aku rasa kamu juga tahu apa itu, iya kan!” Goda Dirga membuat mereka tertawa geli.
Waktu seketika berhenti, mereka kembali saling tatap dalam diam dengan tubuh yang masih saling berangkulan. Tanpa tanda atau kode mereka kembali membuat diri mereka menyatu dalam tautan yang awal dilakukan lembut sampai perlahan membuat tubuh mereka merasakan sesuatu.
Zefa merasa ada desiran menjalar di tubuhnya sesaat setelah ritme tautan yang mereka lakukan sedikit di percepat. Ritme itu membuat hasrat dalam diri Dirga perlahan muncul ke permukaan, tautan itu semakin membuat mereka terlena.
Tubuh mereka semakin menempel, Dirga membuat tekanan-tekanan sedikit pada bagian tubuh Zefa bagian belakang. Sesekali gumam terdengar, desah menjadi nada indah yang terdengar di sela gerak yang mereka lakukan.
__ADS_1
Dirga bahkan mengabaikan beberapa kali ketukan pintu yang terdengar walau Zefa sudah memberitahu beberapa kali tetapi sepertinya saat ini Dirga benar-benar sedang tidak ingin di ganggu. Untuk beberapa saat gagguan itu berhenti tetapi kebali terdengar dan kali ini lebih keras juga terdengar suara seseorang yang memanggil nama Dirg,
“Akh!” Geram Dirga karena suara itu mau tidak mau dia menghentikan semua, “apa sih si Raka ini,” gertunya kesal sambil melepaskan tubuh Zefa.
“Sudah lah, buka dulu sana Mas, mungkin memang penting atau sudah habis jamnya!” balas Zefa yang merapikan penampilannya karena sedikit kusut.
Dirga melirik jam yang ada di pergelangan tangannya lalu menjawab, “Belum, masih satu jam lagi, rese emang nih!” ketusnya kemudian meminta Zefa menunggunya sedangkan Dirga sendiri membuka pintu ingin tahu kenapa Raka mengganggunya.
Dirga mendekat sam membukakan pintu dengan raut wajah tidak ramah dan itu sudah diperkirakan oleh Raka. Dia tahu jika siapapun itu tidak akan senang kalau kesenangannya di ganggu jadi Raka sudah mengantisipasinya.
Pintu terbuka dan terlihat raut wajah Dirga yang terlihat tidak suka diganggu, “Apa sih lo!” Ketusnya.
Raja yang ditemani satu karyawannya tersenyum tipis, “Tenang Mas Bro, sorry kalau gua harus ganggu lo,” balasnya.
“iya ada apa, udah cepetan!” Tandas Dirga yang tidak ingin waktunya terbuang.
Kembali Raka mencoba untuk tersenyum ramah, “Gini Ga, gua kesini karena gua gak mau lo ketangkep, gua dapat info kalau bakal ada razia dadakan jadi sebaiknya lo pergi, tapi semua terserah sama lo, soalnya berita yang di kasih orang gua biasanya valid,” jawab Raka membuat Dirga terdiam.
“Yakin lo!” Kembali Dirga mencoba menegaskan.
“Iya, gua gak mau lo masuk bui dan malu Mas Bro, makanya gua kasih tahu,” balasnya lalu ponselnya berbunyi. Raka meminta izin untuk menjawabnya sebentar dan ternyata itu dari informannya. Pria di ujung telepon itu mengatakan jika para polisi yang berpatroli sedang menuju ke arah sana.
__ADS_1
Raka langsung memberitahu hal itu pada Dirga setelah dia menutup teleponnya dan dia meminta Dirga untuk bergegas keluar dari tempatnya, "Cepatlah."