
Suasana kelas Ara pagi itu sudah gaduh. Kelas dengan jumlah siswanya tiga puluh empat orang, yang di dominasi oleh mahasiswa perempuan. Kumpulan mahasiswa tengah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada sekelompok manusia tengah membahas tentang pelajaran, ada kelompok lain yang ber gibah di pagi hari, seperti halnya kelompok Ara.
Anggota kelompok Ara yang terdiri dari Ara, Ulfa, Hanif dan Hasyim. Diantara keempatnya hanya Hanif yang pendiam.
"Wihh, jam baru nih Ra." ucap Hasyim.
Hanif melirik tangan Ara, ia tahu jika jam itu adalah jam tangan mahal.
"Pinjam dong Ra." rengek Hasyim.
"Gak muat lah Ege."
"Iss, resek deh Ulfa, orang aku tanya Ara ya bukan tanya kamu. wekk." ejek Hasyim menjulurkan lidahnya.
Plakk.
Tangan Ulfa sudah mendarat keras di lengan Hasyim.
Ara dan Hanif tersenyum melihat tingkah dua sahabat yang selalu saja ribut jika bertemu.
"Oh iya Ra, kemarin kamu dikasih apa sama pak Robin ?" tanya Hanif.
"Kemaren aku gak dikasih apa-apa, "
"Kok gitu." Ulfa dan Hanif bersamaan.
"Yahh, gini nih kalo punya temen kudet, kurang update." ucap Hasyim mengejek.
"Diam ege, berisik tau." sergah Ulfa.
"Terus kamu minta apa ?" tanya Hanif.
"Tuh tanya sama si Ege dia tau aku minta apa ." menunjuk Hasyim.
Ulfa dan Hanif mengernyit tak percaya, lalu menoleh ke Hasyim.
"Kan udah kubilang, kalian berdua kudet."
"Kok gak cerita ke aku sih Ra." protes Ulfa.
"Iya, aku juga." tambah Hanif.
"Ya kan kalian gak tanya sama aku, hehe." nyengir.
"Jadi Ara minta apa sama pak Robin Ge." tanya Ulfa pada Hasyim.
"Ege, ege, nama gue Hasyim coy. Muhammad Hasyim Asy'ari." Keren kan kek itu Kyai yang terkenal itu." sombongnya menepuk dada.
"Dahlah males." Ulfa melengos sebal. "Kamu aja Ra yang cerita. Ege yang cerita sampe nanti sore gak selesai." keluh Ulfa.
"Gak gitu juga kaleee!" protes Hasyim sambil memukul pelan kepala Ulfa dengan buku.
"Kan main pukul-pukul."
"Bodo. wekk."
__ADS_1
"Udah gak usah ribut, cepetan Syim cerita." pinta Hanif.
"Oke gue cerita." mengambil posisi duduk yang nyaman untuk bercerita. Begitu juga dengan Hanif dan Ara serius mendengarkan.
"Jadi kalian Taukan Pak Robin itu emang enak belajar sama dia, dia juga mudah akrab sama mahasiswa."
Ulfa dan Hanif mengangguk paham.
"Nah walaupun Pak Robin itu kek enak gitu kan dideketin, tapi kalau soal nilai tetep susah bro. Mau sedekat apapun kita ke dia, kalau kita memang dapat nilai kecil gak bisa jadi besar bro, walaupun Kita deket sama itu Bapak."
Ulfa dan Hanif masih mengangguk paham, Mereka tau bagaimana Robin dalam masalah memberikan nilai pada mahasiswa.
"Nah jadi kemaren aku tu kasih Ara saran, kalau dia dikasih kesempatan buat milih permintaan untuk hadiahnya. Dia gue suruh buat minta nilai kelas kita MK pak Robin bisalah diatas C semua. Lo taukan susahnya Pak Robin kalau urusan nilai. Apalagi Kalau catatan gak lengkap, dahlah C bener nilai."
"Terus gimana ?" tanya Ulfa.
"Ya Ara sebelumnya nolak, tapi terus gue desak dia buat berani mengungkapkan ide seperti gue." berbicara masih dengan kesombongannya.
"Eleh, kau berani ngomong sama gue. Lah gue yang ngomong sama bapaknya." sahut Ara.
"Hehehe tapikan itu ide aku Ra." ucap Hasyim.
"Udah kalian mau ribut nanti ya, lanjutin lagi Ge." ujar Ulfa.
"Ya puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat Hidayat kepada kita semua."
"Malah ceramah ni anak." Ulfa memukul lagi lengan Hasyim lebih keras.
"Ulfa bukan muhrim, jangan pukul-pukul." Hanif mengingatkan.
"Biar lebih menghayati Fa."
"Ya Alhamdulillahnya, Pak Robin setuju sama ide Ara, jadi nilai kita gak ada yang dibawah C. Yesss." seru Hasyim bersemangat mengepalkan tangannya keatas.
Ulfa dan Hanif mengerjap tak percaya. "Wihh emang keren banget sahabat aku ini." Ulfa memeluk Ara di sampingnya.
"Aku memang keren."
"Dih sombong amat. itu ide gue ya Ra."
"Kan gue yang bilang sama pak Robin. wek."
"Tapi beneran gitu Ra ?" Hanif mencoba memastikan.
"Ya Alhamdulillah, dikabulkan sama Pak Robin."jawab Ara.
"Duh leganya hati ku iniii. Nilai aaman senang sekaliii." Ulfa menyanyi mengganti lirik lagu pengantin baru.
"Salah Ege." Hasyim memukul kepala Ulfa lagi.
"Ya bodo amat !" seru Ulfa.
Ara dan Hanif tersenyum lagi melihat tingkah sahabatnya itu.
"Tapi kok bisa semudah itu Ra ?" ujar Hanif masih penasaran, ia tau betul kerasnya Robin dalam hal nilai. Bahkan dia pernah mendengar tentang kakak tingkat yang dekat dengan Pak Robin, tapi nilainya kecil gara-gara tidak melengkapi catatan materinya.
__ADS_1
Robin sangat memperhatikan dengan teliti catatan materi para mahasiswanya. Mau dia sedekat apapun dengan Robin, jika tak melengkapi catatan, jangan harap nilai di atas C.
"Aku juga gak tau." jawab Ara.
"Ah udahlah gak usah dipikirin yang penting sekarang kita selamat MK Pak Robin." ujar Ulfa.
Hanif menurut lalu diam. Tak lama dosen mereka masuk dan memulai pelajaran.
********
Kelas sudah selesai.
"Ini Ra." Hasyim menyerahkan bingkisan warna hitam ke Ara.
"Wahh, thanks ya Syim."
"Sama-sama, lo juga udah bantuin gue biar nilai Pak Robin aman. hehehe" kekeh Hasyim kecil.
"Oh jadi ini imbalan buat Ara." Ulfa sudah membuka bingkisan dari Hasyim berisi makanan buatan ibu Hasyim.
Masakan ibu Hasyim memang enak. Hasyim sering berbagi dengan Ara dan Ulfa hika ia dapat kiriman dari orang tuanya di Padang.
Keripik Pedas favorit Ara sudah ada dibingkisan itu.
"Banyak banget ini Syim, bagian kamu emang udah ?"
"Tenang aja Ra, masih banyak dikamar kok."
"Orang kaya mah bebas ya Ra." Ulfa sudah membuka bungkusan keripik singkong dan makan sambil jongkok.
Ya, Ara tau orang tua Hasyim termasuk orang berada.
"Eh Ege, itu buat Ara bukan buat kamu." seru Hasyim.
"Yee, pelit amat sama temen sendiri. Kan ini udah dikasih Ara, otomatis punya Ara dong. Makanan Ara makanan aku juga wekk."
"Udah kalian ribut terus loh, gak capek ?"
"Enggak."
"Gak."
"Ya idah terserah deh. pulang tuk Fa." ajak Ara. "Makasih banyak loh Syim udah dilebihin. hehehe."
"Iya, santai aja. udahlah aku juga mau balik ke asrama. Duluan ya." Hasyim melangkah pergi meninggalkan Ara dan Ulfa.
"Yuk Fa pulang."
"Bentar dikit lagi nelen ini dulu." Ulfa masih mengunyah keripik singkong di mulutnya.
Setelah itu mereka pulang ke asrama untuk Solat Dzuhur.Lalu beristirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga kembali untuk kegiatan ngaji Diniyah sore nanti.
🤗🤗
Jangan lupa untuk like, komen dan favoritnya ya🤭🤗.
__ADS_1