
"Kenapa kamu menyuruh ku menikah lagi Ra ?" tanya Rafan setelah selesai mandi, berdiri di depan Ara yang tengah duduk di bibir ranjang.
Ara hanya diam, tatapan matanya kosong, tak bersemangat.
"Ara jawab !" Rafan mengguncang bahu Ara.
Ara tersenyum, "Aku ingin kamu bahagia mas. Kalau kamu nikah dengan wanita subur seperti Hana, kamu akan bisa punya keturunan dan hidup bahagia." ujarnya getir.
"Bahagia seperti apa maksudmu Ra ? Kamu kira Menikah dan punya keturunan dengan Hana bisa membuat aku bahagia hah !" Nada bicara Rafan tinggi kali ini. "Cuma kamu Ra, cuma kamu yang bisa bikin aku bahagia. Gak ada yang lain. Aku cinta sama kamu Ra. Mau kita punya anak atau tidak, asalkan dengan mu aku bahagia. Kita bisa mengadopsi atau apapun itu, tapi kenapa harus menyuruh ku menikah lagi."
Ara tertegun, Rafan begitu mencintainya dengan kondisinya sekarang, mandul.
"Mas jangan egois !"
Rafan tercengang, mencengkeram erat bahu Ara sampai meringis kesakitan. "Egois apa maksudmu ? aku sedang memperjuangkan cinta kita Ra. Dan kamu bilang egois. Aku egois di mana Ra ?" mengguncang bahu Ara.
"Cukup mas !" Ara menepis tangan Rafan, matanya sudah berkaca-kaca. " Mas jangan egois. Jangan memikirkan kebahagiaan diri sendiri. Aku tau mas bahagia dengan ku. Tapi bagaimana dengan Kakek, papa dan mama mas. Ingat mereka juga ingin bahagia, mereka ingin segera memiliki seorang cucu dari kamu mas, tolong mengerti."
"Kita bisa mengadopsi anak Ra !"
Ara Menggeleng pelan "Gak bisa mas !" lirih Ara.
"Kenapa gak bisa Ra !"
"Karena aku mandul mas !"
Deg
Air mata Ara meluncur deras, hatinya sesak mengatakan kenyataan pahit tentang dirinya sendiri. Rafan tak tega melihat wanita yang dicintainya menangis.
"Maaf Ra, aku gak bermaksud untuk..."
"Udah gak papa mas." Ara menghapus air matanya. "Mas harus tetap nikah sama Hana ya." bujuk Ara.
"Tolong Ra. Jangan paksa aku." Rafan bersimpuh di hadapan Ara.
"Mas jangan seperti ini, bangun mas,"
Rafan menggeleng. "Aku gak bisa nikah lagi Ra. jangan paksa aku."
"Ingat kakek mas, dokter bilang umur kakek sudah tidak akan lama lagi. Kakek hanya ingin cucu dari mu. Dan ternyata aku gak bisa bantu kamu untuk memberikan cucu pada kakek. Tapi mungkin Hana bisa mas." Ara mengelus rambut Rafan.
"Kita bisa mengadopsi anak Ra."
"Tapi kakek ingin darah daging kamu mas."
Rafan menggeleng "Aku gak bisa Ra, aku cuma mau anak dari kamu."
"Mas cukup !" seru Ara tampak kesal. "Mas jangan lupa aku ini mandul mas, aku mandul." tegas Ara.
__ADS_1
"Kita bisa berobat Ra. Aku sudah bicara dengan dokter, dan sindrom kamu bisa di obati Ra. Kita bisa berobat apapun itu sampai kamu sembuh Ra." menggenggam tangan Ara.
"Umur kakek mungkin takkan sampai mas."
Lagi-lagi Rafan melupakan kenyataan bahwa umur kakeknya pun tak panjang.
"Mas lihat aku." Rafan mendongak menatap Ara. "Kebahagiaan kakek lebih penting mas, aku masih muda tapi tidak dengan kakek."
Rafan menatap manik Ara. Kesedihan dan kesakitan semua terpancar dari maniknya.
"Lalu bagaimana dengan kamu. Apa kamu bahagia kalau aku menikah lagi ?" tanya Rafan lirih.
"Em, aku akan bahagia mas. Aku bahagia melihat mas bahagia." Ara tersenyum getir.
"Ara berjanjilah untuk terus bersama ku sampai akhir." Ara mengangguk mantap. "Karena aku mencintaimu, aku akan menikah dengan Hana." ujar Rafan.
Ara tersenyum makin getir. Seharusnya dia senang kan ? tapi kenapa harus sesakit ini.
"Aku akan menikah dengan Hana, tapi hanya kontrak. Setelah dia hamil dan melahirkan anak aku akan menceraikannya dan hidup kembali bersama mu." Rafan mengecup punggung tangan Ara.
Ara tersentak tak percaya dengan rencana gila Rafan, walaupun sebenarnya ia bahagia Rafan akan kembali padanya. Tapi, ini pernikahan, mereka tak boleh bermain-main dengan pernikahan.
"Mas jangan gitu. Allah sangat tidak suka pernikahan di permainkan seperti itu !" seru Ara tak setuju.
"Aku akan tetap melakukan, terserah kamu mau setuju atau tidak." Rafan bangkit dari duduknya berdiri membelakangi Ara.
Deg
Rafan terdiam, kata-kata yang tak ingin si dengarnya terlontar dari bibir Ara. Langsung saja Rafan membalikkan badannya menghadap Ara.
"Apa maksud kamu Ra ! kamu mau ceraikan aku !"
"kalau mas masih mau berbuat curang dalam pernikahan, aku akan ceraikan mas !"
"Ara cukup ! aku melakukan semua ini karena cinta aku ke kamu itu besar Ra ! aku begini karena aku ingin memperjuangkan cinta kita !" Nada bicara Rafan lebih tinggi dari tadi. "Dan kamu, kamu malah ingin bercerai dari ku ! Atau Kamu sebenarnya tidak cinta dengan ku. Jadi kamu bersikeras untuk aku menikah lagi begitu !"
" Tidak mas, aku tidak bermaksud seperti itu."
"Ah sudahlah, aku pergi. Jangan ganggu aku."
Brakkkk
Suara pintu yang di banting Rafan. Ara menangis sesenggukan, ia tak menyangka Rafan bisa berbuat sejauh itu. Menikah kontrak lalu kembali padanya. Harusnya ia senang, tapi ini salah pikirnya.
******
"Kakek." Rengek Hana memeluk manja lengan Herman.
"Ada apa ?"
__ADS_1
"Lihat ini kek" Hana menyodorkan amplop coklat pada Herman.
"Apa ini ?"
"Kakek buka aja."
Herman membuka dan membaca kertas didalam amplop, lalu mengernyitkan keningnya.
"Rafan memberikan kamu ini ?" Hana mengangguk.
"Hana cinta sama Rafan kek. Hana gak mau pisah sama Rafan. Hana mau Rafan selamanya milik Hana. hiks " ucap Hana sambil terisak.
Herman mengelus kepala Hana. "Kamu jangan khawatir Rafan hanya akan menjadi milik kamu seutuh dan selamanya."
Hana mendongak menatap Herman "Tapikan ada Ara kek."
"Kita bisa menyingkirkan dia." sahut Herman.
"Gimana caranya kek ?"
"Kamu tenang saja. Kakek tahu betul bagaimana Rafan. Yang pasti Rafan akan menjadi milikmu seutuhnya." Herman menyeringai lebar.
Hana mengangguk paham, ia tak peduli apapun rencana Herman, yang penting Rafan menjadi miliknya. Cinta memang membutakan.
*****
Tring
Panggilan telepon masuk
"Halo bos ada apa ?"
"Ada tugas yang harus kamu lakukan... Lakukan sebersih mungkin."
" Baik bos, aman semuanya."
"Baik aku percaya padamu."
Bersambung...
Hai guysss author up lagi nih.
Maaf ya beberapa hari ini author gak up, karena sakit🙏. Bener bener lemes banget, jadi gak up deh. Maafin ya🤗.
Thanks banget buat yang masih setia tungguin author 🙏.
Jangan lupa semangatin author oke.
Luv you all🤗🤗💜
__ADS_1