
Budi dan Nisa sudah sampai di rumah. Mereka langsung menghampiri Fadil dan keluarganya itu.
“Maaf Fad udah nunggu lama.” Budi merangkul sahabat yang sudah lama tidak ditemuinya itu.
“Biasa ajalah kami Cuma nunggu setengah jam. hahaha” merangkul Budi balik.
Nisa dan Laras saling pelukan, Rafan salim kepada Budi dan Nisa.
“Ayo masuk.” Nisa mempersilahkan tamu jauhnya itu untuk masuk.
“Kenapa gak masuk aja tadi.” Kata Budi sambil merangkul pundak Fadil.
“Emang rumah siapa asal masuk. Ntar dikira maling gimana.” jawab Fadil.
“Ya kan gak mungkin maling bawa anak sama istri. hahaha.” mereka tertawa bersama.
“Dasar itu anak kalau Musikan gak inget dunia.” Nisa bergegas mematikan musik Ara.
“Siapa sih Nis yang Musikan keras banget.” tanya Laras.
“Biasa si Ara.”
“Wah calon mantu to.” .
Rafan yang mendengar kata calon mantu menatap ibunya.
"Monyet!!!!. "
Prakkk.
Budi, Fadil dan orang-orang di ruang tamu kaget mendengar teriakan dari arah dapur.
“Astagfirullah.” Ucap mereka bersamaan.
“Siapa itu Nis yang teriak kenceng banget.” Laras mendekat ke Nisa dan mendekap lengannya ketakutan.
Mereka bergegas menuju sumber suara yang berasal dari dapur. Sesampainya mereka di dapur mereka melongo melihat keadaan dapur yang sudah seperti kapal pecah.
Pakaian yang berserakan dilantai, pecahan telur pun ada dilantai, barang-barang dapur yang tak kalah banyak dilantai. Baskom, sendok, cangkir bahkan gayung pun disana.
Air terlihat sedikit menggenang di dapur.
“Gak kena gak kena wekk.” seorang anak laki-laki kecil yang berlarian menghindari kejaran seorang gadis yang masih menggunakan celemek di badannya sambil memegang sutil penggorengan di tangannya itu.
“Lana!!!!!!!!!!.” teriaknya keras. “Sini gak, astagfirullah tak jadiin geprek kamu Lana.Sini gak hah ! "teriak Ara.
“Gak mau wekk.” anak kecil yang dipanggil Lana itu hanya menjulurkan lidahnya dengan muka mengejek.
Budi dan orang-orang disampingnya hanya melongo lagi dan lagi melihat pemandangan itu.
Sedangkan Nisa hanya menahan malu melihat kelakuan anak- anaknya itu.
“Ara ! Lana !.” Suara keras Budi membuat kedua manusia itu berhenti dengan aktifitasnya.
“Ayah ibu.”jawab mereka bersamaan.
Ara yang terkejut bukan main melihat siapa yang datang bersama ayah dan ibunya. Ia mengabsen satu persatu wajah tamu itu.dan berhenti di salah satu wajah dan berteriak.
“Aaaaa!! Pak ustadz kenapa disini.”teriak Ara dan sukses membuat orang disana terkejut hebat.
Ara yang tersadar bahwa dirinya tidak mengunakan hijabnya langsung mengambil salah satu kain yang berserakan dilantai untuk menutup auratnya.
*****
“Jadi siapa yang memulai ?” seru Budi menatap kedua anaknya yang tengah menundukkan kepala yang merasa bersalah itu.
“Dia.” Ara dan Lana saling menunjuk.
“Sudahlah Di, maklumi aja mereka kan mungkin Cuma bercanda.” Fadil menenangkan Budi yang kelihatan menahan emosi itu.
__ADS_1
“Bercandanya berlebihan, sampe dapurnya kayak kapal pecah gitu.” jawab Budi.
“Ya maafin namanya juga saudara, pasti gitulah sering ribut-ribut nanti juga baikan lagi.”
Budi merenungi kata Fadil dan menatap kedua anaknya lagi.
“Untung ada Om Fadil ya. Ayah maafin kali ini, tapi kalau besok di ulangi((( lagi ayah kasih hukuman kalian.” ujar Budi mengancam.
“Iya yah.” jawab Ara dan Lana bersamaan.
Sedangkan Rafan masih diam dan sesekali melirik gadis bernama Ara di depannya.
Apa dia yang mau dijodohkan denganku. pikir Rafan.
****
“Fan besok kita ke rumah calon istri kamu, buat lamaran ya.” uap Fadil yang tengah menonton TV.
“Iya pa.”jawab Rafan.
“Nak papa sama mama udah memastikan calon istri kamu ini orang baik.” jelas Laras. “Dia kan anak sahabat papa udah lama. Mungkin perjodohan ini berat buat kamu. tapi yakinlah pilihan mama sama papa itu yang terbaik buat kamu.”tambah Laras Sembari mengusap pelan bahu anak semata wayangnya itu.
“Iya ma, aku yakin kok sama pilihan mama.” Rafan tersenyum getir.
Laras tersenyum mendengar jawaban anaknya.
Rafan anak tunggal dari Fadil dan Laras. Dia sangat sayang dan selalu patuh apa yang di inginkan orang tuanya. termasuk perjodohan ini.
Hati Rafan sebenarnya menolak, karena dia ingin mencari calon istri sesuai pilihan hatinya. Tapi Rafan tak mau mengecewakan kedua orang tuanya, lebih-lebih Laras mamanya.
“Besok kita berangkat.” kata Fadil.
“Iya pa.” jawab Laras.
***
“Jadi kalian sudah saling kenal ?” tanya Fadil pada Ara dan Rafan.
“Wah wah ini kebetulan atau apa ya.. mereka udah kenal ternyata. Emang kalau jodoh gak kemana ya.” kata Laras dengan hebohnya.
Rafan dan Ara hanya tersenyum kecil.
memang siapa yang tidak kenal ustad galak seperti dia. Gumam Ara kecil. Tapi berhasil didengar Nisa.
“ustadz galak gimana Ra?” tanya Nisa.
Semua melihat Ara penasaran.
“Ehh enggak bu, siapa yang galak tadi ibu salah denger kali.” elak Ara.
“Ibu gak salah denger loh. tadi kamu bilang ustad kamu galak.hehe” goda Nisa.
Ihh ibu malah dibahas lagi. gerutu Ara dalam hati.
“Iya Ustadz Ghifari itu galak.” ucap Ara ketus.
“Siapa ustadz Ghifari ?” tanya Nisa makin penasaran.
“Nis nama anak aku itu Rafan Ghifari Abdullah. Dia kalau di pesantren suka di panggil Ghifari. kalau di rumah kita biasa manggil Rafan. iyakan pa ?” Laras menatap Fadil meminta persetujuan.
Rafan masih dengan mimik wajah yang datar dan tak tertarik mengikuti obrolan itu, ia hanyasesekali tersenyum.
“Iya” jawab Fadil.
Nisa dan Budi hanya ber oh ria.
“Terus kenapa kamu sebut ustadz Ghifari galak mbak ?” tanya Budi.
Ara gelagapan menjawab. “ Eh i-itu,” Ara terbata.
__ADS_1
Semua mata mengarah pada Ara menunggu jawaban.
Huf Ara menghembus nafas pelan.
“Ya Pak Ghifari galak karena kalau aku tidur dikelas dia suka ngomelin aku.” jawab Ara menundukkan sambil kepala malu.
Rafan melotot pada Ara.
Siapa yang mengomel. Salahmu suka tidur dikelas gumam Rafan.
Tawa di ruang tamu itu seketika pecah.
Ara hanya tersenyum malu dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Hahaha Ara Ara ya itu bukan galak namanya. itu memang salah kamu suka tidur. Salah siapa tidur waktu belajar.” sarkas Budi.
Yang lain hanay tertawa mendengar perkataan Budi. Ara semakin menundukkan kepalanya malu.
“Tapi memang Pak Ghifari itu galak.” ucap Ara. “ Gak di kampus gak pas ngaji diniyah mukanya itu loh yahh garang, mana gak pernah senyum lagi. Disapa juga gak mau senyum.” Cicit Ara.
Rafan semakin melototkan matanya. Mungkin jika Ara melihat bisa ia congkel mata Ustadz didepannya itu.
Emang siapa yang galak sih ? guman Rafan dalam hati.
Semua orang tertawa lagi mendengar penuturan Ara. Dan Ara semakin bingung orang-orang hanya tertawa.
“Ara ara kamu berharap ya di senyumin Nak rafan ?” tanya Nisa dengan wajah menggoda.
Ara terkejut dan juga rafan yang terus menatap Ara.
Ara gelagapan. “Aa itu, itu. Ah bukan maksud Ara itu bu kalu disapa itu senyum kek gitu. Nanti kalau gak disapa sama santrinya atau siswanya malah dikira gak sopan kan. Tapi yang disapa malah gitu” jelas Ara.
“hahaha lucu juga kalian ya.tapi gak apa lah itung- itung buat latian nanti kalau udah nikah.” kata Fadil.
“A-Apa nikahhh!” seru Ara dengan wajah super terkejut.
“Iya.” tambah Budi.
Akuu!! nikahhh sama pak Ghifari ! Gak mungkin lah. Ara.
Ara melirik ke arah Rafan, tapi wajah itu masih saja datar seperti sudah tau duluan.
Apaa ! lihat wajah itu masih seperti es balokk datarrrr. menyebalkan. gerutu Ara.
“kan ayah sama ibu udah bilang kemaren mbak.” jwab Nisa seolah mengertiraut wajag putrinya itu.
“Tapi bu.” Ara merengek.
“Mbak kemaren udah terima loh kan.” ucap Budi. Dan mengingatkan Ara pada keputusannya malam itu untuk menerima perjodohan itu.
tapi kalau dia tau calon suaminya es Balok datar itu, pasti dia akan menolak.
“Kan kalian sudah saling kenaldan saling menyetujui perjodohan ini, jadi pernikahannya di percepat gak papa dong.” Kata Laras semangat.
“Apa di percepatt!!.” seru Ara.
Ya Allah, gak mau nikah sama es balok datarrr. Ara bicara dalam hati.
Dan Rafan hanya diam seolah setuju. Dia tak mungkin menolak melihat senyum sempurna ibunya yang penuh harapan itu terbit di wajah cantik ibunya.
“jadi kapan nikahnya ?” tanya Budi.
“Seminggu lagi.” Jawab Fadil.
“Apa!!’seru Ara dan raut wajah Rafan yang juga terkejut dengan jawaban ayahnya.
Aaaaa gak mau nikahhh . rengek Ara dalam hati. Ia juga tak mau membuat ayah dan ibu kecewa.
Lanjut besok lagi ya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak oke.🤗