
pagi hari menyapa Dengan indah. karena kegiatan kuliah dan Diniyah sudah selesai maka Ara dan teman-temannya tinggal mempersiapkan kegiatan untuk classmeeting Diniyah. kegiatan classmeeting ini dilakukan untuk mengapresiasi usaha para santri yang sudah mengikuti kegiatan mengaji dan ulangan semester Diniyah di pesantren.
"Ara, ayo cepat ke lapangan perlombaan akan dimulai sebentar lagi." ajak Ulfa.
"iya sebentar."
"nggak usah kelamaan dandan Ara," seru Ulfa.
"iya iya aku berangkat sebentar."
mereka pun berangkat bersama dengan santri santri yang lainnya. tiba di lapangan asrama santri putri, di sana sudah banyak santri putri yang yang bersiap-siap untuk mengikuti kegiatan perlombaan.
"oke para mbak mbak adik-adik semuanya hari ini kita akan pembukaan kegiatan kelas meeting diniyah dan selanjutnya langsung kita akan mengadakan lomba tebak kata." ucap santri yang menjadi MC pagi itu.
"Ye !" sorak-sorai penuh semangat dari santri putri.
"Baiklah sebelumnya marilah kita dapatkan basmalah untuk membuka lomba pada hari ini. agar kegiatan kita ini menjadi berkah bagi kita semua dan lancar sampai selesai. bismillahhirohmannirohim."
di ikuti seluruh santri putri. "bismillahirrohmanirrohim."
"baiklah karena sudah kita sudah melakukan kegiatan pembukaan, maka langsung saja teman-teman sekalian silahkan lihat di mading di situ sudah ada daftar lomba-lomba dan juga kelas kelas yang akan mengikuti lomba."
semua santri pun pergi berhamburan menuju mading yang ditujukan mc.
"assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh mohon maaf semuanya saya minta waktunya sebentar."
santri putri yang sudah pergi menuju mading kemudian berhenti sejenak dan melihat siapa yang berbicara di depan. yang berbicara di depan ternyata ustadzah Ani.
"terbaiklah teman-teman semua saya mewakili dari jajaran pengurus santri putri ingin mengingatkan kepada para santri putri agar semuanya bisa turut ikut berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan kelas meeting ini. dan juga perlu diperhatikan, pada pada santri putri agar tidak melakukan kecurangan dalam melaksanakan kegiatan perlombaan dan jangan ada juga yang malah malas-malasan di kamar oke! kalau kalian tidak ikut lomba setidaknya kalian menyemangati teman-teman kelas kalian yang mewakili kelas untuk mengikuti lomba." Ani.
"apa semuanya bisa dimengerti ?paham semuanya."
"Paham." jawab para santri.
"kayak kalau sudah paham silahkan dilanjutkan lagi kegiatan berlomba nya tetap semangat semua."
Ustadzah Ani menyerahkan kembali mic kepada MC.
"baiklah kepada teman-teman hari ini kita akan mengadakan lomba tebak kata dan juga lomba merias wajah. silahkan pada teman-teman yang mewakili kelasnya untuk mengikuti lomba segera menuju ke meja panitia yang tersedia untuk masing-masing lomba."
para santri pun pergi ke tempat panitia yang dituju oleh mc. dari kelas Ara dan Ulfa, merekalah yang mewakili kelasnya untuk mengikuti lomba tebak kata. karena mereka termasuk siswa yang pintar di dalam kelas tersebut.
Untuk lomba merias wajah sudah ada dua teman Ara yang mewakili tentunya yang pintar berdandan. karena dalam lomba merias wajah ini dilakukan dengan menutup mata sang perias. pemenangnya akan ditentukan oleh juri sesuai dengan kerapian dalam merias.
Lomba pun berjalan dengan lancar. untuk lomba tebak kata panitia melaksanakannya di dalam ruangan kelas. teriakan semangat dari masing-masing tim yang ikut tebak kata memenuhi ruangan kelas.
"Baiklah maaf sebelumnya kepada para penonton dan penyemangat, jangan berbuat curang oke, dan dimohon untuk memperkecil suaranya karena nanti beserta lomba tidak dapat mendengar perkataan dari lawannya oke. Apabila nanti panitia menemukan kecurangan atau ada teman-teman yang membantu untuk menjawab pertanyaan maka peserta lomba akan diskualifikasi." ucap panitia lomba.
kegiatan pun berlangsung lama, sampai akhirnya babak final dan sudah dilaksanakan. kelas yang diwakili Ara mendapat juara 2.
"ya kita cuman dapat juara 2." keluh Ara.
"udah nggak papa kan kita udah coba semampu kita, lagian kita juga masih dapat juara dua kok masih dapat hadiah dong." ujar Ulfa menghibur Ara.
kegiatan lomba masih terus berlanjut sampai siang hari. harapan dia memerintahkan kepada para santri untuk melaksanakan shalat dhuhur terlebih dahulu dan melanjutkan lagi lomba setelah selesai makan siang.
setelah selesai sholat dan makan siang kegiatan lomba pun berlangsung kembali. Ara dan Ulfa ikut menyemangati teman-teman kelasnya yang mengikuti lomba lain.
****
seminggu kemudian. kegiatan perlombaan kelas meeting diniyah sudah selesai. bermacam-macam lomba sudah dilaksanakan, dan malam sabtu ini yaitu kegiatan penutupan lomba kelas meeting diniyah dan pembagian hadiah.
kegiatan penutupan kelas meeting dilakukan bersama-sama dengan santri putra. memang sebelumnya telah diadakan rapat dari pengurus santri putra dan santri putri untuk sepakat mengadakan kegiatan kelas meeting dan penutupan bersama.
****
"Ara lihat deh baju aku bagus nggak?" tanya ulfa yang memakai gamis berwarna marun dan dipadukan dengan jilbab dengan warna senada sambil berlagak lenggok di depan Ara.
"Udah cantik kok, sesuai sama muka kamu manis manis gitu."
"ya udah deh kalau gitu aku pakai yang ini aja."
__ADS_1
Memangsejak tadi Ulfa sibuk memilih baju yang akan dipakai untuk mengikuti kegiatan penutupan kelas meeting. entahlah arah pun curiga, tak seperti biasanya Ulfa memperhatikan penampilannya saat ada kegiatan bersama santri putra.
Tapi Ara tak mau banyak tanya, mungkin saja sahabatnya itu sudah ada laki-laki idaman pikirnya. karena sejak mengetahui Ara sudah menikah dengan Rafan, Ulfa tidak lagi menyebut nyebut Rafan sebagai calon suaminya, pak ganteng dan lain-lain ya tak mau menyakiti hati Ara.
"Cie ini kan baju yang dikasih sama pak Rafankan ?" Ulfa menyentuh baju yang dipakai Ara.
"Iss jangan kuat-kuat Fa nanti yang lain denger." bisik Ara.
"hehe maaf keceplosan. tapi itu bener kan baju yang dikasih sama pak Rafan ?"
"iya ini baju yang dikasih pak Rafan, kan kemarin kamu yang ngasih ke aku."
Ulfa mengangguk paham. pasalnya setelah Rafan tau bahwa Ulfa yang notabene nya sahabat Ara sudah mengetahui pernikahannya dengan Rafan. Sekarang seringkali Rafan menitipkan sesuatu untuk Ara lewat ulfa sahabatnya. Termasuk baju yang kini dipakai oleh Ara.
Rafan yang membeli baju couple berwarna dominan hitam dan sedikit corak warna maroon di bagian bawah gamis Ara, dan corak yang sama di bagian dada baju Rafan.
Sore itu selesai makan sore Rafan mengirimkan pesan ke Ara.
Rafan : Gimana bajunya muat nggak ?
Ara :Belum aku coba
Rafan :Kok belum dicoba ? kenapa ?
Ara : Belum sempat ini nanti malem mau aku coba.
Rafan : Iya dicoba dulu nanti kalau misalnya nggak muat atau kamu nggak suka, balikin lagi ke aku nanti aku tukarin.
Ara tampak gemas membaca pesan dari Rafan.
Dia kok perhatian banget si. kemarin jam dibeliin terus obat makanan sekarang baju juga dibeliin. Aduhh lama-lama baper setinggi langit aku kalau kayak gini terus. tapi nggak papa lah kan baper bersama suami sendiri malah dapet pahala, batin Ara.
Ara :Ya udah aku cobain sekarang aja,
Rafan : Kalau udah dipakai bajunya kirim ke aku ya fotonya.
Ara : Ih buat apaan dikirim memangnya mau lihat apa ?, jangan buat yang aneh-aneh lo ๐.
Rafan : Ya cuman mau lihat aja kira-kira pas nggak di kamu bagus enggak. lagian mikir aneh-aneh sama istri sendiri emang gak boleh ??๐
Ara : Au ah males.
Rafan : Iya iya ya udah pake gak usah kirim foto nggak papa, kalau kamu suka kita pakainya bareng ya.
Ara : Kapan?
Rafan : Nanti waktu penutupan kelas meeting kita pakai bajunya bareng.
Ara : Nanti ada yang curiga gimana ๐??
Rafan Nggak ada deh yang curiga kalau mereka curiga ya udah nggak papa.
Rafan : Couple of Love
Rafan : Biar kita dikira kita.jodoh gitu pake baju couple.
Ara : Kita udah nikah yaaa!
Ara : Ih kan gitu, kan nggak enak nanti kalau ketahuan sama santri yang lain.
Rafan : Memangnya kenapa sih kalau ketahuan sama santri yang lain. Toh kita udah sah jadi SUAMI ISTRI.
Ara : Ya aku belum siap.
Rafan : Siap nggak siap, suatu saat nanti semua orang pasti bakal tahu tentang hubungan kita.
Ara : Ya udah deh kalau gitu, aku mau cobain dulu bajunya.
Rafan : Buruan, nanti kalau kamu nggak suka atau nggak muat kasih ke aku lagi ya.
Ara : Is, emangnya badan aku segede apa sih. Kayak nggak tahu aku aja kan kurus ๐.
__ADS_1
Rafan : Hehehe, iya maafkan kirain udah nikah sama aku berubah nggak kurus lagi ๐.
Ara : Ngejek nihh !๐
Ara : Udah ah mau coba dulu bajunya.
Rafan : Enggak sayangg
Rafan : Ya udah sana coba.
Tring...
Pesan masuk di HP Rafan. Foto Ara memakai baju yang ia berikan.
Ara : Bagus kok bajunya, pas lagi. Makasih ๐.
Dasar katanya tadi gak mau ngirim foto.
Pake tanda hati lagi. Huhh bikin baper aja.
Rafan tersenyum sambil melihat foto yang dikirim Ara. Lalu membalas pesannya.
Rafan : Kenapa gak seluruh badan, ngeri liatnya gak ada kepalanya."
Sengaja Ara mengirimkan foto tanpa kepalanya, ia malu. Tapi tidak bagi Rafan itu terlihat mengerikan.
Ara : Kan kepalanya gak pake baju !
Rafan : Hadeuhhh. Gak gitu konsepnya SAYANGGG๐.
Ara : ๐,
Ara : Makasih, aku suka๐.
Rafan yang sedang tiduran, menendang kakinya ke udara. Ia merasa senang Ara mengirimkan tanda cinta berwarna ungu itu. Entahlah hatinya berbunga-bunga. Dia sebelumnya tak pernah seakrab dan sesenang ini berinteraksi dengan lawan jenis.
Mungkin karena memang sudah haknya, dan Ridha Allah lah, ia mendapatkan nikmat bercanda dengan istrinya.
Rafan : Ya udah kalau cocok. Dilepas terus di cuci, jangan lupa disetrika biar rapi.
Ara : Siap laksanakan komandan๐ฉโโ๏ธ.
Rafan : Aku ada kejutan lagi buat kamu
Ara : Kejutan Apa??
Rafan : Bukan kejutan namanya kalau dikasih tau sekarang SAYANG๐.
Ara : Ihh, emotnya๐คข.
Ara :Ya udah deh, aku tunggu aja kejutannya โบ๏ธ๐
Ara : Udah dulu ya, mau siap-siap solat magrib.
Rafan : Iya SAYANGGG๐๐
Ara : ๐๐๐๐
Gemesnya. Rafan
Ihh gemesnya. Ara
Hayooo siapa yang tau kejutan Rafan ??
Tebakk dong๐
Tunggu episode selanjutnya ya๐ค.
Jangan lupa untuk like, komen dan favoritnya, biar gak ketinggalan episode terbaru.
๐๐๐ค๐ค.
__ADS_1