
...Aku mengharapkan seseorang untuk kembali. Padahal aku yang sudah menyebabkan dia pergi....
Keheningan tercipta kala itu, tatapan mata Rafan dan Ara tak terlepas satu sama lain. Terlihat banyak kerinduan yang mendalam dari sorot mata keduanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa mereka masih ada rasa kerinduan akan masa lalunya.
Tidak kalah terkejutnya Hana dengan pertemuan itu, dengan cepat Hana menggendong Rafka lalu menjauh dari Ara dan mendekati Rafan.
"Ya Ampun nak ! kamu kenapa bikin mama panik. Mama khawatir banget tau gak ?" Hana menciumi kepala Rafka sambil melirik kearah Rafan dan Ara yang belum bergeming sedari tadi.
"Mas ! Mas Rafan !" Hana memanggil Rafan yang tidak mendengarkan panggilannya. "Mas Rafan !" teriakan Hana berhasil membuat Rafan dan Ara mengalihkan pandangannya.
"Ah iya ? apa ?" tanya Rafan bingung.
"Kok apa sih ? ini Rafka udah ketemu, kok kamu gitu sih ! Malah tatapan sama wanita itu lagi !"
"Ah iya." Rafan bergantian menggendong Rafka "Rafka kamu gak papa nak ?" tanya Rafan sembari memeriksa kondisi Rafka.
"Aku gak papa kok Pa, kan tadi kakak cantik itu yang selamatkan Rafka." cerita Rafka senang hati.
Rafan lantas menatap Ara yang memalingkan wajahnya dari Rafan dan Ara. Hana sendiri meremas jarinya melihat tatapan Rafan kepada Ara.
"Mas ayo kita ajak Kakak cantik yang sudah menemukan Anak Kita ! untuk makan bersama." ucap Hana sengaja menekan kata pada anak kita.
Deg !
Ara memukul pelan dadanya karena merasakan suatu kesakitan yang dia sendiri tidak tahu karena apa.
Aku kenapa sih, Ya Allah. Wajarlah kalau mereka punya anak, mereka kan suami istri. Ya Allah tenangkan hatiku ini. Jangan biarkan setan menghasut diri ini, berikanlah kenyamanan bagi hati ini
__ADS_1
Rafan mengabaikan ajakan Hana dan masih menatap Ara yang tampak gelisah.
"Iya Pa kita ajak Kakak cantik. Tadi Rafka udah diajak makan juga sama kakak cantik, tapi Kakak cantik malah gak makan." ujar Rafka.
"Kan mas Rafka udah setuju tuh kalau Kakak cantiknya kita ajak makan. Hitung-hitung sebagai tanda terima kasih kita sama dia." tambah Hana sambil tersenyum jahat.
Biar aja aku ajak makan Ara, terus aku bakal bikin dia panas dengan aku romantis sama mas Rafan. Biar dia tahu kalau aku sama mas Rafan sudah sangat bahagia.
Rafka menggeliat minta turun dari gendongan Rafan dan menghampiri Ara. " Kakak cantik ikut sama aku yuk. Itu sudah ada Mama sama Papa Rafka, kita makan bareng tadi kan kakak udah traktir aku."
Ara menatap sendu Rafka, matanya berkaca-kaca. Ara tidak percaya semuanya sudah berlalu begitu saja dengan cepatnya. Anak dari mantan suaminya sendiri yang ia temukan, dan mempertemukannya lagi dengan masa lalu yang bahkan belum sepenuhnya ia lupakan.
"Rafka, " Ara memaksakan tersenyum dibalik rasa sedihnya sambil mengusap kepala Rafka.
" Rafka udah ketemu lagi sama mama dan papa Rafka jadi sekarang tugas Kakak sudah selesai. Lagian Kakak masih kenyang kok, Kakak mau langsung pulang ke rumah dan Rafka juga harus pulang buat istirahat. Mama dan papanya Rafka pasti juga capek cariin Rafka dari tadi." ujar Ara menjelaskan.
Rafan terus menerus menatap Ara, memperhatikan wanita itu berbincang dengan Rafka.
Dia tampak baik-baik saja, apa dia tidak merindukan ku. Dia jadi sangat cantik Senyumnya pun tidak pernah berubah. gumam Rafan sembari tersenyum. Aku merindukan mu Ra, aku ingin sekali memeluk mu. Aku pengen kita kayak dulu lagi Ra, aku kangen banget sama kamu
Hana semakin kesal saja suaminya tersenyum sambil memperhatikan mantan istrinya itu.
"Rafka ! ayo nak ajak Kakak cantik kamu makan bareng kita." ajak Hana.
Ara dengan cepat berdiri lalu meraih semua barang belanjaan yang ia beli dan berjalan menuju arah Rafan.
"Ah gak usah repot-repot bu. Kebetulan saya juga ada kepentingan lain, dan saya sudah lega Rafka sudah menemukan orang tuanya lagi. Jadi saya pulang duluan Pak Bu." pamit Ara tanpa menatap lawan bicaranya.
__ADS_1
"Rafka, kakak pulang dulu ya. Lain kali kalau kita ketemu lagi kita makan bareng oke !"
"Janji ya Kak !"
"Iya Kakak Janji." setelah mengucapkan terimakasih pada staf yang membantunya dengan bergegas Ara meninggalkan ruangan yang terasa menyesakkan dadanya dan menjauh dari tempat itu.
Rafan yang masih diam bagai patung entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu. Setelah menyadari bahwa Ara sudah pergi Rafan bergegas keluar mencari keberadaan Ara, dan tidak menghiraukan panggilan Hana dan Rafka.
Argh ! Kamu dimana sih Ra ? Kenapa cepat sekali perginya. Aku mau ngomong sama kamu Ra.
Rafan berlarian mencari Ara namun tidak menemukan keberadaan mantan istrinya.
Diparkiran Ara sudah duduk manis didalam mobilnya dan terdiam. Bulir air mata yang sedari tadi ditahannya berhasil lolos membasahi pipinya dengan cepat.
Aku gak nyangka mas, ternyata secepat itu kamu lupa sama aku. Bahkan kamu pun sudah punya keluarga kecil yang pastinya bisa bikin kamu bahagia. Ya Allah kenapa aku sesakit ini menerima kenyataan yang jelas-jelas ini sudah terjadi.
Ara mengembuskan napasnya pelan dan mengusap air matanya.
Aku harus bisa, aku kuat. Ini sudah jalannya, mas Rafan pasti sudah bahagia dengan keluarganya. Aku harus move on. Ya, aku bisa ! Semangat Zelena Araya !
Dengan semangat dan bertekad untuk melupakan masa lalunya, Ara tersenyum lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan parkiran.
Haii👋, author up lagi nih.
Jangan pernah bosan ya bacanya, walaupun ceritanya membosankan 🤭. Tetap semangat untuk membaca, dan jangan lupa untuk selalu like, coment dan klik favorit biar tahu kala author update.
Gomawo reader tercinta 🤭 💜💜
__ADS_1