Pak Ustadz I Love You

Pak Ustadz I Love You
Es krim


__ADS_3

"Kalian bener mau olahraga jam segini ?" tanya Laras heran.


"Iya ma, Ara bilang mau lihat-lihat keliling komplek." jawab Rafan.


"Ya udah, terserah kalian. Lagian aneh-aneh mau olahraga udah hampir Dzuhur gini."


"Masih jam sembilan ma." Balas Rafan tak terima dibilang aneh.


Ara terkekeh melihat tingkah Rafan dan Laras seperti tak pernah akur.


"kami tadi pagi juga udah olahraga bareng sama Ara, hehehe."


Ara menundukkan kepalanya malu.


Iss kan mas Rafan. emang suka banget deh malu-malu in.


"Dasar Rafan." Plakk. Laras menuju pelan lengan Rafan. "Lihat tuh muka istri kamu memerah."


"Dia cantik kan ma kalau malu-malu gitu. Auu sakit."


Ara dengan kesal mencubit pinggang Rafan. Bisa-bisanya ngomong gitu ke Mama, pikirnya.


Laras terkekeh kecil.


"Udah berangkat gih, nanti malah kesiangan."


Ara dan Rafan lekas menghabiskan susu yang disiapkan Laras, lalu pergi untuk joging.


*******


"Mas berenti bentar, capek." Ara menghentikan langkahnya.


"Berenti terus deh, baru juga tujuh rumah dari komplek kita." Rafan benar ini susah ke tiga kalinya Ara minta istirahat.


"Lagian, ini komplek perumahan apa komplek per ISTANAAN SI !!!." kesal Ara. "Gede-gede banget rumahnya, satu rumah ampe satu kilo panjangnya. Kan pantes aku capek." sungut Ara sambil ngos-ngosan.


Rafan tersenyum, "Gendong mau ?" tawarnya menatap Ara.


"Aku berat tau, "


"Gakpapa aku kan kuat." pamer memperlihatkan otot-otot tangannya.


"Sombong amat, is."


"Hehehe, ayo gendong aja." berjongkok di depan Ara.


"Bener gakpapa, aku berat loh." meyakinkan Rafan.

__ADS_1


"Iyaa."


Dengan segera Ara sudah di gendongan Rafan.


Rafan dengan entengnya berlari, padahal Ara di gendongannya sudah berteriak agar Rafan tak lari.


"Masss!!!, ih gak usah lari. Nanti kamu kecapean." teriaknya sambil berpegangan pada Rafan.


Rafan memperlambat langkahnya. "Aku gak cepek sayang. Lagian kamu gak berat kok."


"Jangan boong deh. aku beratkan ?"


"Gak boong suer deh." mengangkat dua jarinya. "Kamu aja kek papan triplek, jadi gak berat." gumam Rafan tapi maaih terdengar oleh Ara.


"Apa mas bilang apa tadi !!, aku papan triplek. iss jahat!!!. Turunin aku, aku mau turunnn!!!" Plakk. Pukulan cukup keras di punggung Rafan.


"Nggak sayang salah denger kamu."


"Pokoknya aku turuninnn!!!." Ara merengek sambil terus memukul punggung Rafan. Dengan terpaksa Rafan menurunkan Ara.


"Dasar jahat. Is nyebelin." Ara pergi mendahului Rafan dengan kesal.


Rafan tersenyum kecil lalu mengejar Ara. " Maaf sayang, jangan marah ya." merangkul pundak Ara, ditepis langsung dengan cepat.


"Au ah, aku ngambek." mempercepat langkahnya.


Rafan mempercepat langkahnya menghadang laju Ara. Ara ke kanan Rafan ke kanan, dan Ara ke kiri Rafan ikut ke kiri.


"Minggir mas aku mau lewat."


"Nggak mau."


"Minggir masss !!! ih !"


"Jangan ngambek deh, nambah cantik tau."


Ara tak menggubris, padahal hatinya senang. Dia malu dan bersikap tak tergoda.


Rafan sadar jurusnya tak bisa meluluhkan Ara. " Jangan ngambek deh. Mas beliin es krim ya ?"


Ara mendongak menatap Rafan. "Beneran ?"


Yess. berhasil. Rafan bersorak jika sudah tentang es krim Ara tak bisa menolak.


"Iya, ayok disana ada toko es krim." menarik tangan Ara menuju toko.


Tak butuh waktu yang lama mereka sudah sampai di toko eskrim yang dimaksud Rafan.

__ADS_1


"Wahhh, gede banget."


Ara terpesona melihat bagaimana besarnya toko es krim itu, pasti lengkap banget es krimnya, pikirnya.


"Mau masuk gak ?" tanya Rafan.


"Ayok."


Dengan semangat Ara menarik tangan Rafan. Dia sibuk memilih es krim yang akan di makannya.


"Ih mau ini mas." Ara menunjukkan es krim coklat yang menggiurkan di etalase kaca super besar.


"Ambil kalau mau." titah Rafan.


"Tapi mau yang itu juga. itu, itu terus itu." dengan semangat menunjukkan barisan eskrim yang seolah menari-nari menggodanya.


Rafan terkekeh, "Iya ambil aja yang kamu mau."


"Yang bener mas ?" menatap Rafan dengan bola mata berbinar yang sangat menggemaskan.


Rafan meneguk kasar ludahnya.


Please jangan sekarang Ra. Ini masih di luar. Janganlah pasang wajah imut gitu.


"Mass !" seru Ara.


"Oh iya, ambil aja yang kamu mau ya. Tapi jangan kebanyakan ya."


"Okee, siap komandan." Ara langsung minta penjaga toko untuk mengambil eskrim yang di maksudnya.


Rafan tersenyum, lalu beralih melihat ke luar toko. matanya tertuju pada sekumpulan orang di sebrang toko.


Kayak kenal. Bagas !


Rafan beralih melihat Ara yang masih sibuk mengurus es krimnya.


"Ara, mas tinggal bentar ya."


"Mau kemana mas ?"


"Itu ada temen mas," menunjuk sekumpulan orang tadi.


"Oh ya udah, hati-hati ya."


"Iya, kamu tunggu sini aja ya."


"Iya."

__ADS_1


Rafan segera keluar dari toko, menghampiri sekumpulan orang yang dia bilang sebagai temannya.


__ADS_2