Pak Ustadz I Love You

Pak Ustadz I Love You
PCOS (Part 1)


__ADS_3

"Huam." Rafan menggeliat bangun dari tidur, kemudian duduk melihat Ara sudah tidak di sampingnya lagi. Gemericik air di kamar mandi terdengar oleh Rafan.


Sudah bangun rupanya


"Sudah bangun mas ?" tanya Ara setelah keluar dari kamar mandi.


Rafan masih terpaku melihat istrinya keluar hanya menggunakan handuk, memperlihatkan kulit mulus dada dan pahanya.


"Mas." panggil Ara mendekati Rafan. "Mas !" seru Ara.


"Eh iya sayang."


"Mas kenapa ?" Ara menyentuh bahu Rafan.


"Gakpapa,"


"Oh ya udah, mas siap-siap solat subuh gih. Udah mau subuh."


Ara hendak pergi, namun tangannya di tarik Rafan dan akhirnya terjatuh. Dengan posisi Rafan di atas tubuh Ara. Tatapan mata Rafan bak singa yang ingin memangsa.


"Mas, udah mau subuh ni."


Rafan menyeringai, "Salah siapa keluar cuma pake handuk."

__ADS_1


"Kan aku abis mandi."


"Alasan." Rafan membelai rambut Ara. Pikirannya kembali teringat akan ucapan dokter Adi tadi malam.


"Maaf ruan Rafan, sebelumnya saya minta maaf harus memberi tahu tuan tentang ini. Setelah saya periksa keadaan istri tuan tadi. Sepertinya istri anda mengalami sindrom Polikistik ovarium atau POCS. Tapi ini belum pasti, ada baiknya tuan cek langsung saja ke rumah sakit untuk memastikan kebenarannya. Karena saya takut, jika tidak langsung diatasi penyakit ini maka akan berbahaya resikonya untuk istri tuan.


Rafan tercengang mendengarnya, sebenarnya apa yang terjadi dengan Ara.


"Penyakit apa itu dok ? dan apa resiko bahaya untuk istri saya dok ?"


"Saya tidak tahu persis detilnya tuan. Tapi sindrom ini bisa beresiko menyebabkan kemandulan."


Duar


"Maaf tuan saya tidak bermaksud membuat tuan cemas. Ada baiknya tuan periksa lagi ke dokter yang ahlinya."


Bagaimana cara memberitahu Ara dan keluarganya, terutama sang kakek. Jika benar nanti Ara di vonis tidak bisa hamil.


"Mas," panggilan Ara menyadarkan lamunan Rafan. "Kan ngelamun lagi, mas mikirin apa si ?"


Rafan tersenyum, "Mas gak lagi mikirin apa-apa sayang. Mas cuma lagi pandangin istri mas kok cantik kalau abis mandi, wangi lagi." Rafan mencium lembut leher Ara.


"Jadi kalau gak mandi gak cantik gitu." ucap Ara kesal sambil mendorong dada Rafan menjauh.

__ADS_1


Rafan terkekeh melihat Ara yang tampak kesal. "Nambah cantik kalau lagi kesel ya." Mencolek hidung Ara.


"Udah bangun mas, aku mau ganti." Ara berusaha mendorong dada Rafan untuk bangun. Tapi Rafan malah menjatuhkan tubuhnya menindih tubuh Ara. Bibirnya mengecup lembut leher dan bahu Ara.


Wajah Ara memanas, " Ih Mas, bangun, geli." rengek Ara masih berusaha mendorong Rafan.


"Bentar sayang." masih mengecupi leher Ara.


Ara akhirnya mengalah dan diam, membiarkan Rafan melakukan aksinya. Tapi Rafan, dikasih hati minta jantung. Tangannya mulai bergerilya nakal di tubuh Ara.


"Emmh, mas jangan. Aku gak mau mandi lagi." pinta Ara saat Rafan menggigit kecil dadanya.


"Main yang atas aja sayang. Salah siapa suruh menggoda subuh-subuh gini."


Dasar kamu aja yang mesum. batin Ara


Ara menggeleng, " Jangan nanti mas pasti khilaf. Aku gak mau mandi lagi, jangan yaa." rengek Ara.


Rafan menggeleng, Dan benar saja tangan Rafan perlahan tapi pasti sampai di area inti Ara. Tak lagi hanya bermain di atas, Rafan pun bermain di bagian bawah Ara juga.


Rengekan Ara tak lagi di dengar Rafan. Karena pasrah akhirnya Ara membiarkan lagi Rafan untuk melanjutkan kegiatannya.


Hai, author up lagi nih.

__ADS_1


Mana semangat buat author 😁. Pokoknya jangan lupa semangatin author ya, like komen, and vote nya🤗.


__ADS_2