
Niko melajukan kuda besinya dengan kecepatan tinggi, tidak peduli dengan amukan pengendara lainnya. Pikirannya terus tertuju pada Ara, wanita yang selama ini dia kagumi akan meninggalkannya. Niko memarkirkan motornya di tepi jalanan yang sepi,
"Arghh !" Nico meremas kesal kepalanya.
"Kenapa kamu harus pergi Ra ! Aku bahkan belum bisa mengutarakan perasaan ku !"
Nico menendang kecil ruang kosong di sekitarnya berpikir keras, apa yang harus dilakukannya.
"Ya ! aku harus menyatakan perasaan ku. Aku harus bisa !"
Dengan penuh semangat dan percaya diri Nico melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
******
Seperti biasa Ara pulang kerja tepat waktu.
"Assalamualaikum, Ara pulang."
"Waalaikumsalam,"
Ara menghempaskan bokongnya di sofa dengan lesu. Sarah memicingkan matanya, ada apa dengan adiknya ini.
"Kenapa kamu ?"
"Atasan nyuruh aku buat pindah ke kantor pusat, katanya aku berkompeten kerjanya."
"Wah, bagus dong kalau gitu. Terus kenapa sedih ?"
"Ya, aku bingung Kak."
__ADS_1
"Bingung kenapa coba ? Orang lain itu ya, malah suka dipindahkan ke tempat yang lebih besar dan bagus."
"Tapi aku sudah nyaman sama pekerjaan ku di sini Kak. teman-teman yang baik Terus bisa tinggal nemenin Kakak di sini."
"Ra, Kamu kan katanya nanti mau jadi pengusaha yang sukses kan, mau jadi pejabat tinggi perusahaan, bahkan mau jadi Presdir atau CEO apalah yang punya perusahaan sendiri itukan ?"
Ara mengangguk mantap. "Nah oleh karena itu, Kalau kamu mau jadi orang besar seperti yang kamu inginkan. Kamu harus banyak belajar lagi, kamu gak bisa maju kalau tidak punya pengalaman. Kamu harus keluar dari zona nyaman kamu, zona nyaman itu bisa menjebak. Ini kesempatan yang bagus, kamu bisa belajar lebih di tempat lain."
Ara meresapi setiap perkataan Sarah, dia perlu menambah wawasan dan pengalamannya untuk mewujudkan cita-citanya. Setelah percakapan yang cukup panjang antara Ara dan Sarah, mereka memutuskan untuk pergi berbelanja perlengkapan sekolah Fariz.
Di pusat perbelanjaan terbesar di kota Semarang, Fariz tampak antusias memilih perlengkapan sekolahnya.
"Mama, Fariz mau sepatu yang itu." menunjuk sepatu berwarna hitam putih di depannya.
"Mama ambilin ya."
"Kakak jadi gak enak loh Ra, kamu yang bayarin."
"Alah santai aja Kak. Kan hitung-hitung hadiah buat Fariz, besok-besok kan gak tahu bisa belanja bareng, kan aku mau pindah." ucap Ara sambil tersenyum.
*****
Mereka sudah kembali ke rumah lagi. Ara meraih benda pipih di dalam tasnya, melihat beberapa panggilan tidak terjawab. Ara memang tidak mau di ganggu jika sedang berurusan dengan keluarganya.
Pak Nico kenapa telepon ?
Karena takut ada masalah pekerjaan, Ara mengirim pesan teks pada Nico.
"*Assalamualaikum, maaf Pak. kenapa bapak telepon saya, apa ada masalah pekerjaan."
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Kamu dari mana Ra ? kenapa telepon saya tidak di angkat tadi ?"
"Maaf Pak, saya tadi sedang belanja dengan kakak, Handphone juga saya silent."
"Oh ya sudah tidak apa-apa. Begini Ra langsung saja, besok kamu ada waktu luang tidak ? Saya mau ajak kamu keluar ada yang ingin saya bicarakan. Bisa*?"
Read
Nico masih memantau layar handphone miliknya. Kenapa lama sekali, Apa Ara gak mau ? atau dia ketiduran. Tapi ini masih terlalu
sore. Raut muka Nico berubah bahagia mendapat balasan dari Ara.
"Insyaallah bisa Pak. Bapak share saja tempat dan waktunya kapan."
Kalian tahu bagaimana Nico sekarang. Sudah pasti dia sangat senang sekali. Nico menggulingkan tubuhnya kesana kemari, menendang udara kosong di kamarnya. Bahagia yang tengah mendera hatinya.
"Oke Ra, besok saya share lock, kamu istirahat sudah malam, selamat tidur."
Nico merutuki kebodohannya kenapa mengirim pesan yang terkesan lebay seperti itu. Ara sendiri mengernyitkan dahinya, membaca pesan dari Nico. Dasar aneh, pikirnya.
Ara tak membalas pesan Nico, dia hanya membacanya. Dia pergi untuk bersiap-siap untuk tidur. Nico masih menggenggam erat handphone nya, meski pesan tak terbalas hatinya masih terasa berbunga.
Bersambung.......
Hai para readerku, author mau minta maaf nih jarang up. Author lagi pusing ngerjain tugas UTS, jadi maaf ya gak bisa up tiap hari. 🙏
Tapi, nanti insyaallah author usahain up lagi tiap hari deh, janji ✌️.
Salam sayang buat semuanya. Jangan lupa untuk selalu semangatin author ya🤗
__ADS_1