Pak Ustadz I Love You

Pak Ustadz I Love You
Malu


__ADS_3

Ara mencebik kan bibir kesal, Rafan tak mendengar dia memanggil. Lalu Rafan bilang tidak merasakan hujan turun.


Dasar aneh.


Mereka pun memutuskan untuk berlindung di salah satu menara yang ada pinggir danau.


“Pak kita naik ke atas aja, hujannya nambah deras nih !” seru Ara sembari menarik tangan Rafan dan menaiki tangga.


Rafan gugup tangannya di pegang oleh Ara, mukanya memerah.


Mereka sedikit berdesak-desakan di menara. Ada banyak orang disana, yang kebanyakan pasangan muda-mudi yang sedang jalan-jalan juga.


Ara agak risih karena di sampingnya ada rombongan laki-laki yang seumuran dengannya. Mereka tampak curi-curi pandang dengan Ara.


Rafan yang menyadari keadaan Ara yang risih, Ia langsung menarik Ara menghadap kearahnya.


Ara yang reflek langsung berbalik menatap Rafan. Tatapan mereka bertemu sesaat, kemudian saling mengalihkan pandangan.


“Eh maaf, saya Cuma mau bantu kamu. Tadi kamu kayak risih diliatin mereka.” tutur Rafan.


“Ehh, gak papa pak makasih.” Ara menunduk tersenyum malu menyembunyikan wajahnya yang merona.


Ya Allah Pak Rafan ganteng banget ternyata dari deket. Batin Ara.


Belum selesai Ara membatin, tiba-tiba.


Grep.


Deg-deg.


Aduh kenapa main peluk-peluk sih,kan aku jadi deg-degan gini.


Jantung Ara berdetak lebih kencang dari biasanya.


“Mereka masih liatin kamu terus.” ucap Rafan dan mengeratkan pelukkannya.


Rombongan cowok yang melihat Rafan memeluk Ara dengan mesra, mengalihkan perhatian mereka untuk tak melihat Ara lagi. Ditambah pelototan Rafan yang tajam seakan membunuh, membuat nyali mereka menciut.


Ara masih susah bernafas, ia nervous di pelukkan Rafan yang semakin erat itu.


Rafan kemudian melepaskan pelukkannya dan gugup mengalihkan mukanya yang sudah merona.


Kenapa tadi aku peluk sih. Gerutu Rafan.


Ara juga mengalihkan pendangannya, menahan malu.


“Auu” ringis Rafan, pinggangnya di cubit Ara.


“Kok di cubit sih?” Rafan menatap Ara kesal.


“Hehehe, sengaja pak.” cengir Ara.


“Sengaja ?” Rafan memicingkan matanya heran.


“Ya abis tadi pas ujan bapak gak kerasa kalau lagi ujan. Jadi aku cubit deh. Eh ternyata bapak nggak mati rasa.”

__ADS_1


“Apa ! mati rasa !” Rafan tak habis fikir dengan kelakuan istrinya itu.


Sementara Ara hanya menganggukan kepala pelan.


Mereka kembali diam, Ara masih menghadap ke tubuh Rafan. Ia melihat dada bidang Rafan yang tercetak karena terkena air hujan. Ara menelan ludahnya kasar, tangannya nakal ingin menyentuh dada itu.


Tapi Ara sadar dan kemudian menggelengkan kepalanya.


Astagfirullah, aku mikir apa sih. ihh dasar aku.


“Kamu kenapa geleng-geleng kepala gitu ?”


“Eh enggak pak, kepala saya agak pusing.” ucapnya bohong.


“Hujannya masih deras, kalau kita mau pulang malah nambah sakit kamu.”


“Kita tunggu denget lagi aja pak, nunggu ujannya agak reda.” saran Ara.


“Emm kepalamu masih sakit ?” tanya Rafan.


“Enggak terlalu sakit kok pak”


Mereka pun saling diam lagi. Ara memeluk lengannya erat sambil mengusapnya pelan mengusir dingin. Hujan disertai angin itu membuat sedikit hujan masuk ke menara yang memang tidak ada penutupnya


Rafan pun menyadari bahwa Ara kedinginan, tapi dia bingung bagaimana cara menghangatkan Ara. Dia sendiri pun sebenarnya kedinginan, ia hanya memakai kemejanya tanpa jaket ataupun hoodienya.


Apa aku peluk saja ya ? Batin Rafan.


Tapi nanti dia geer lagi. Ahh sudahlah kasihan nanti dia sakit lagi kalo kedinginan, mana tadi katanya sakit kepala.


A- apa ini kenapa pak Rafan memeluk aku lagi. Gumam Ara bingung.


“Jangan geer, saya tahu kamu kedinginan, saya gak bawa jaket. Jadi saya peluk kamu biar gak kedinginan lagi nanti malah tambah sakit, tadikan katanya kepalanya masih sakit.” jelas Rafan panjang lebar seraya mengeratkan pelukannya


Jadi Pak Rafan khawatir sama aku. Batin Ara, senyumnya mengembang, wajahnya merah merona. Dan entahlah Dia reflek atau terlalu senang di perlakukan seperti itu, kepalanya bersandar di dada Rafan dan ikut memeluk tubuh Rafan


Yang dibalas peluk merasa kaget, tapi berusaha menetralkan rasa kaget dan rona wajahnya yang bahagia.


Dan keuwuan mereka di tonton banyak orang di menara itu. Banyak dari mereka berbisik iri dengan kelakuan dua manusia yang sedang kedinginan itu.


“Yah liat deh yang muda aja pelukan kalo kedinginan, masa kita nggak.” seru seorang ibu- ibu kepada laki-laki di sampingnya yang sepertinya suaminya.


“Apaan sih ibu nih, jangan bikin malu ah ! Rame ini. Mungkin mereka baru nikah, tuh liat mukanya bahagia banget.” Sahut suaminya itu.


Ara kembali tersenyum sekaligus malu mendengar ucapan bapak itu tadi. Dia tidak menyangka jika Rafan juga tengah tersenyum bahagia seperti dirinya.


Rafan pun malu karena ketahuan sedang tersenyum.


“Bang iri deh lihat mereka pelukan, “ ucap seorang gadis kepada pacarnya yang di dekat Ara.


“Mau di peluk juga, sini” jawab cowoknya membuka lebar tangannya seolah memberi ruang untuk sebuah pelukan.


“Ihh, ogah kan belum halal kita main peluk-peluk aja !“ sungut si cewek.


“Lah tadi katanya iri, minta peluk Kok sewot !”.

__ADS_1


Ara tersenyum lagi mendengar percakapan pasangan itu yang iri dengan perlakuan Rafan padanya.


“Eh mas itu main peluk-peluk aja emang udah sah?” tanya seorang cowok yang tadi berdebat dengan pacarnya mungkin. Ara masih mengenali suaranya.


“Sudah, kami baru nikah kemaren.” jawab Rafan, lalu semakin menarik tubuh Ara ke pelukkannya sambil mengusap pelan kepala Ara.


Ya Allah, kok makin nempel aja sihh. Jantungku gak aman nihhhh lari ntar ini, hiks, hiks. Ibuuu anakmu baperrr deh buuuu.


“Wah selamat ya mas, semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah sampai surganya Allah.” ucap pria itu


“Aamiin, makasih doanya mas” jawab Rafan. Dan tanpa sadar Ara turut mengaminkan doa orang itu tadi dalam hatinya.


Amiin.


“Kan bu. apa ayah bilang mereka pengantin baru. emang lagi mesra-mesranya.”


“Iya ya ibu tau.”


Rafan dan juga Ara tersenyum kecil dengan tingkah suami istri itu.


Rafan dan Ara tanpa sadar semakin terbuai dengan kehangatan pelukan yang diberikan. Pelukan Rafan bukan lagi sekedar rasa kasihan, ada sesuatu yang tidak bisa digambarkan dihatinya.


Ya Allah, semoga keluarga ini menjadi keluarga yang selalu engkau penuhi dengan kasih sayang dan rahmat-Mu. Dan tunjukkanlah kepada kami jalan menuju keridhoanmu. Rafan.


Ya Allah, tunjukkanlah hambamu ini jalan menuju keridhoan Engkau bersama suami hamba. Ara.


Doa mereka adalah tanda cinta yang mulai mereka ukirkan di dalam hati. Meminta kebahagian untuk cintanya kepada Sang Maha Kaya akan cinta.


Hujan tak juga reda, seolah memberkahi do’a insan yang mengharap keridhoan cinta dari sang pemilik cinta.


Rafan dan Ara akhirnya memutuskan untuk pulang, meskipun hujan belum terlalu Reda. Mereka belum melaksanakan ibadah solat asar, jadi sebelum pulang mereka mencari mushola atau masjid terdekat untuk melaksanakan solat.


Selesai solat mereka meneruskan perjalanan pulang ke rumah.


“Pegangan yang kuat ya, saya mau ngebut biar cepet sampe rumah. udah mau magrib ini.” ucap Rafan sambil menghidupkan motornya.


“Iya” jawab Ara. Tangannya melingkar memeluk erat perut suaminya sebagai pegangan. Dia tak lagi terlalu malu setelah adegan pelukkannya di menara tadi.


Rafan yang merasakan pelukan Ara yang erat itu tersenyum dan mulai menjalankan motor.


Ya Allah, aku gugup. Oke Rafan tenang jangan gugup Rafan. Fokus nyetir cukup senyum aja jangan meleleh. Batin Rafan


“Kepalanya di senderin aja, biar gak sakit nanti kena ujan.” kata Refan.


“Eh iya pak.” Ara menyenderkan kepalanya di punggung Rafan menyembunyikan rona wajahnya yang malu sekaligus senang itu.


Ya Allah, serasa ikut main film Dilan. Aaaa ibu anakmu baper lagiiiiii. Batin Ara.


Mereka pulang, motor yang mereka kendarai memecah rintik hujan. Mempermalukan kinerja hujan dan angin yang sama sekali tak membuat kedua insan itu kedinginan. Dan malah menambah kehangatan yang menyeruak memenuhi rongga dada kedua insan, yang dipenuhi senyuman kebahagian.


Terimakasih pada angin dan hujan yang mampu menimbulkan ke uwu an ini.🤭


Jangan lupa semangatin author readers tersayang, like, komen kalian bikin aku semangat buat up lebih banyak loh.🤗🤗


Jangan lupa klik Favorit ya. Biar kalo Autor up, gak ketinggalan.☺️

__ADS_1


__ADS_2