Pak Ustadz I Love You

Pak Ustadz I Love You
Ulangan Semester


__ADS_3

Petang telah tiba, lalu lalang santri memenuhi jalanan menuju masjid pesantren. Lantunan aza terdengar merdu. Panggilan untuk menuju kemenangan telah dikumandangkan.


"Ra, suami kamu yang azan." bisik Ulfa.


"Udah tau."


Ulfa menyenggol lengan Ara."Cie cie yang udah paham sama suara suaminya"


"apaan sih Fa udah di rumah nanti kena marah loh. dilihatin tuh sama Ustadzah Ani." menunjukkan ustadzah Ani di saf depannya.


"iya ya Ustadzah Ani kok kalau aku pikir-pikir kalau ada kita itu pasti ada aja Ustadzah Ani itu heran banget aku."


"kan udah kubilang Ustadzah Ani itu kek malaikat kita." jawab Ara.


"malaikat dari mana ?, kadang kita aja kena marah terus sama ustazah Ani, dikit-dikit marah dikit-dikit marah." keluh Ulfa.


"udah diem ah, kita di pelototin sama Ustadzah Ani tuh."


Ustadzah Ani memberi isyarat meletakkan jarinya di depan bibirnya kepada Ara dan Ulfa untuk diam.


Ulfa dan Ara nyengir kemudian tersenyum lalu diam.


****


sepulang dari masjid setelah salat selesai salat isya. Ara dan Ulfa kemudian kembali ke ?asrama putri.


"kamu kan istrinya pak Rafan, nah itu kan guru ngaji kita, kenapa kamu nggak coba minta kisi-kisi soal untuk ulangan Diniyah kita Ra ?"


"mana boleh gitu Fa, enggak dibolehin lah sama Pak Rafan jangan mentang-mentang aku istrinya terus aku boleh gitu minta kisi-kisi ?yang ada nanti aku kena marah sama dia."


"Ya, siapa tahu kan dikasih kan kamu istrinya."


"udah yuk cepetan, kita pulang terus kita siap-siap berangkat Diniyah, kita kan mau ulangan." ujar Ara mempercepat langkahnya.


sesampainya di kamar.


Tring...


sebuah pesan masuk di HP Ara.


gimana udah siap belum ulangannya ?


udah belajar kan soalnya enak-enak kok Yang penting kamu belajar aja.


semangat ya sayangku jangan lupa baca doa biar di lancarin ngerjain ulangannya.


Ara pun tersenyum membaca pesan yang dikirimkan oleh Rafan. dengan fasih nya Rafan memanggilnya dengan sebutan sayang.


๐Ÿ‘ฉโ€โœˆ๏ธ siap komandan.


Ara pun mematikan HP nya dan segera berangkat ke kelas. di sisi lain Rafan tersenyum sumringah dengan balasan pesan Ara.


*****


"ayo Ra berangkat." ajak Ulfa.

__ADS_1


Ara masih sibuk mencari sesuatu. "iya bentar aku lagi nyari pena nih, kok nggak ada ya di buku aku. mana itu pena satu-satunya lagi aduh mana coba nanti ulangannya."


"Ya udah kamu ambil aja pena di atas lemari aku itu ada kalau nggak salah ada pena di sana coba liatin deh."


Ara pun beranjak menuju ke lemari Ulfa dan berhasil menemukan pena yang dimaksud oleh.


"ada nih pah aku minjem dulu ya nanti aku ganti deh, yuk berangkat."


"iya santai aja pakai aja dulu deh."


Mereka berangkat ke kelas untuk untuk mengikuti ulangan Diniyah pelajaran yang diulang oleh Rafan.


sampainya di kelas ternyata Rafan sudah ada di mejanya, dan melihat Ara masuk dia pun tersenyum sekilas melihat Ara. arah pun membalas senyuman kapan dan segera duduk di samping Ulfa.


"Ara bisa bantu saya untuk membagikan soal dan kertas jawaban ?" pinta Rafan.


"Ciee disuruh bantuin suami tuh." goda Ulfa.


"Iss apaan sih." kelas Ara. " Bisa pak." Ara maju kedepan untuk mengambil kertas di meja Rafan.


Rafan tersenyum lagi melihat Ara didepan matanya.


"Kamu bantu bagiin lembar jawaban aja, saya yang bagi soal." Rafan menyerahkan kertas ke Ara, ia sendiri ikut membagikan soal ulangan.


"Baik Pak."


ulangan semester Diniyah pun berlangsung dengan khidmat. ulangan seperti ini biasa dilakukan di akhir semester sama seperti ulangan sekolah pada umumnya. ulangan semester Diniyah dilakukan untuk mengetahui kemampuan santrinya dan untuk menaikkan kelas Diniyah santri.


di pesantren ada beberapa jumlah atau tingkatan kelas untuk Diniyah. dan Ara maupun Ulfa mereka sudah berada di kelas 5 Diniyah.


"oke semuanya ulangan sudah selesai dan nanti harap kalian bisa menerima nilai yang saya. ini nilai saya berikan sesuai dengan kegiatan kalian mengaji bersama saya dan nilai akhir dari ulangan malam ini." ucap Rafan sambil merapikan kertas dimejanya. "insyaAllah nanti nilainya saya umumkan sekitar seminggu lagi. Saya kasih ke Ara nanti nilainya, kalian bisa lihat di Ara. Bisakan Ra." lanjut Rafan meminta persetujuan Ara.


"Bisa Pak."


"Oke kalian boleh pulang, saya akhiri wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."


Rafan keluar kelas. Satu-persatu santri juga meninggalkan kelas termasuk Ara dan Ulfa.


*****


"Ciee dikasih amanah sama suami." goda Ulfa.


" Cieee, Iri ya."


"Dikittt."


"Udah yuk balik, Kan kita udah janjian sama Mbak Siti mau masak mie."


"Wahh, pasti enak banget. Yuk cepetan, perutku udah laparrr."


"Dasar, giliran makanan aja cepet ya." Ara memukul pelan lengan Ulfa.


Mereka mempercepat langkahnya menuju asrama.


****

__ADS_1


Pesan masuk di HP Ara.


Belum tidur


Belum, masih belajar untuk ulangan besok.


Masih ulangan ? bukannya jadwal ulangan sudah selesai.


"MK Pak Haidar belum ulangan. Ulangan terakhir besok sih. *Tapi susah banget ini mapelnya , gak masuk-masuk dari tadi.๐Ÿ˜ข


Baca doa gak tadi ?


Belum๐Ÿ˜.


Baca doa dulu,


Udah barusan, tapi masih gak mudengg.


Yang sabar,


Ya udah deh mau lanjut belajar lagi*.


Ya udah lanjutin belajar lagi. Tapi jangan kemalaman belajarnya ya.


Siap Komandan ๐Ÿ‘ฉโ€โœˆ๏ธ.


Ara mematikan Hpnya, lalu melanjutkan belajarnya.


Susah banget sih materinya. Sedikit banget yang nyantol diotak nih. Keluh Ara membolak-balik halaman buku Akuntansi di tangannya. Ara termasuk orang yang tak suka dengan hitung-hitungan. Dia lebih suka membaca dan menulis, menurutnya hal itu lebih menantang dibandingkan harus berurusan dengan angka-angka.


Satu jam berlalu, Ara mulai mengantuk. Buku yang dipegangnya sesekali terjatuh dari tangannya.


Ya Allah ngantuk banget lagi. Masih banyak lagi yang belum dipelajari.


Udah ah besok aja belajar lagi.


Ara memutuskan untuk segera tidur. ia pergi ke kamar mandi, melakukan aktivitas biasanya sebelum tidur. Cuci muka, dan sikat gigi selalu Ara lakukan sebelum tidurnya.


Ara keluar dari kamar mandi, dari jauh ia melihat dua sosok santri putri dengan gerakan mencurigakan, mereka tampak berbicara berbisik, sambil melihat kondisi sekitar yang sudah sepi. Ara mendekati keduanya, mencoba menguping pembicaraan dua orang itu, tapi sayangnya dia tak berhasil mendengar percakapan mereka.


Siapa itu ya, kok gerak-geriknya mencurigakan. Ngapain mereka disana.


Cukup lama Ara memperhatikan dua santri itu, lalu keduanya pergi ke kamar atas yang bersebelahan dengan gedung kamarnya.


Ara keluar dari persembunyiannya, menuju ke kamar.


Kira-kira mereka tadi ngomongin apa ya ?


Aku kok jadi penasaran.


masih memikirkan dua orang santri tadi.


Ah sudahlah aku tidur saja. Mungkin emang mereka lagi ada perlu. pikir Ara. Dia merebahkan dirinya lalu tidur terlelap.


Haii up lagi nih. Jangan lupa like ya.

__ADS_1


๐Ÿค—๐Ÿค—.


__ADS_2