Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Titik Terang


__ADS_3

drt....drt....drt


" Iya mah , ada apa?Benarkah. Adam segera kesana!"


Adam menerima telpon dari mamah Lidia yang mengabarkan jika papah Ibrahim sudah siuman dan Ia ingin berjumpa dengan Adam dan Zea.


" Ze cepat habiskan sarapanmu Kita akan ke rumah sakit!"


Zea menganggukan kepalanya mendengar ucapan daddy Adam.


" Pak Adam kalau begitu saya pamit pulang!" ucap Hanun kepada Adam.


" Aku antar, sekalian jalan kerumah sakit!"


" Apa tidak merepotkan pak!"


" Tidak! Ayo bersiap -siap lah!"


" asyiiikkk, kita pergi bersama ,Daddy setelah dari rumah sakit kita main dulu yah, ini kan hari minggu.!" Zea begitu senang mendengar daddy Adam akan mengantar pulang mommy hanum.


" tan ... maksud daddy mommy hanum kan mau pulang bukan mau main!" jawab Adam kepada Zea sambil melirik sekilas kepada Hanum.


" Zea jangan marah sayang sambil daddy Adam mengantarkan pulang Mommy sekalian kita bermain, karena rumah mommy dekat dengan Mall SUN." Jawab hanum sambil memcuil pipi cuby Zea.


" Mall yang besar itu! Horee!" Zea begitu senang Ia segera menghabiskan sarapannya.


Adam mengendarai mobilnya sendiri karena hari ini Ardi tidak bisa mengantar karena ada urusan mendadak. Zea duduk di kursi belakang sambil mendengarkan lagu, di telinganya terpasang earphone, Sedangkan Hanum duduk di kursi depan. Sesekali ia menatap Adam yang fokus menyetir.


" Ehm... Pak Adam kemarin saat di sekolah Zea, saya bertemu dengan Nyonya Bella katanya Dia ..." belum selesai hanum berbicara Adam sudah menjawabnya.


" Dia Kaka ipar ku, Bella memang tidak menyukai Zea!" Jawab Adam sambil melihat kebelakang lewat kaca spion, agar jangan sampai terdengar oleh Zea, untung saja Zea menggunakan earphone di telinganya sehingga tidak bisa mendengar percakapannya dengan Hanum.


" Terima kasih sudah membela dan menjaganya!" Kata Adam tulus.


" Bapak sudah tau masalah kemarin! " kata hanum sambil melihat Adam.


" Hem!" Adam menjawab singkat


Hening seketika .... Lalu Hanum memulai pembicaraan kembali


" Maaf pak saya mau bertanya , dimana mommy Kandung Zea ?" Dengan ragu-ragu hanum bertanya kepada Adam, karena ia tidak pernah melihat fhoto mommy nya Zea.


Mendengar pertanyaan Hanum membuat membuat Adam melirik ke arah Hanum sebentar. Ia tampak berpikir sebelum menjawab.


" Mommy zea sudah meninggal saat Zea masih bayi! Hanum jangan pernah membicarakan mommynya, aku tidak mau Zea bersedih!"


Mendengar jawaban Adam membuat hanum tidak puas dengan jawabannya , menurutnya Kenangan seorang ibu harus selalu di ingatkan kepada anaknya agar Anak bisa mengenal ibunya meski sudah tiada. Tapi Hanum tidak ingin terlalu ikut campur , mungkin ada hal lain yang membuat Pa Adam tidak pernah membahas mommy Zea. Akhirnya sampailah mereka di Wijaksono Hospital.


" Kita jenguk papah dulu, setelah dari sini aku akan mengantarkanmu pulang!" kata Adam sambil memarkirkan mobilnya.


" Baik pak!"


Mereka turun dan berjalan bersama menuju ruang rawat Papah Ibrahim di lantai 5.


Saat akan masuk ke kamar Rawat papah Ibrahim, Mereka bertemu di koridor dengan mamah Lidia.


" Adam! Siapa wanita di sampingnya!" Oma Lidia menatap aneh kepada putra bungsunya yang berjalan bersama wanita yang tidak di kenalnya, setahu oma lidia Adam tidak pernah dekat dengan wanita manapun.

__ADS_1


" Oma ... !" Zea berlari ke arah omanya dan memeluknya, melihat cucunya berlari oma langsung memeluk dan mencium zea.


"Mah! dari mana?" tanya Adam


" Habis dari Ruangan dokter!"


" Siapa wanita cantik ini? Apakah pacarmu?" Tanya oma lidia memandang wajah anaknya penuh curiga.


" Perkenalkan saya Sekertarisnya pa Adam Nyonya , nama saya Hanum!" Hanum memperkenalkan dirinya, sebelum nyonya Lidia berpikir macam-macam mengenainya.


" Oma selain sekertaris daddy tante hanum adalah mommy Zea !" Zea turun dari gendongan omanya dan memeluk Hanum.


Mendengar ucapan Zea membuat bingung oma Lidia tadi katanya sekertaris Adam tapi Barusan Zea bilang Mommy nya.


" Mom , Zea ingin memanggil Hanum dengan panggilan mommy!" Adam menjelaskan kepada oma Lidia mengapa Zea memanggil sekertarisnya Mommy. Mendengar penjelasan itu oma Lidia mengangguk anggukan kepalanya Ia juga tidak mau pusing memikirkan.


" Ya sudah ayo kita masuk papah sudah menunggumu, Zea kamu tunggu di luar dan mommy hanum ya ! Daddy dan oma masuk dulu! " oma lidia masuk ke ruangan bersama Adam , karena dari sejak semalam papah Ibrahim ingin bertemu dengan Adam.


" Pah , Adam sudah datang!" oma Lidia berbisik di telinga opa Ibrahim. Bisikannya membuat kedua matanya terbuka.


" Adam!" dengan suara lemah papah Ibrahim memanggil Anaknya yang lama tidak berjumpa , anak yang menjadi kebanggaannya anak yang membuatnya malu anak yang dia usir...tapi ia merasa menyesal dengan apa yang terjadi , selama ini ia begitu keras dalam mendidik kedua anak laki-lakinya tanpa memikirkan keinginannya.


" Maafkan papah! Maaf." Papah Ibrahim memgang tangan adam yang berdiri tepat di sampingnya.


" Pah! Adam yang harus minta maaf! Adam selalu melawan papah!" Adam lalu memeluk papah Ibrahim dengan erat sambil mengusap punggung papah Ibrahim.


Melihat suami dan anaknya berpelukan dan saling memaafkan mamah lidia menangis bahagia.


" Tidak nak, justru kau melakukan hal yang benar! Apakah papah bisa berjumpa dengan Cucu papah Zea."


" Tentu saja!"


" Zea, tidak mau memeluk opa!" Mendengar opa Ibrahim memanggilnya Zea hanya menatap kepada Daddy Adam, seolah meminta Izin padanya, Adam lalu menganggukan kepalanya meyakinkan Zea untuk pergi dan memeluk Opa Ibrahim.


Zea naik ke ranjang Opa Ibrahim Ia lalu memeluk opanya itu, ia selalu berpikir jika opanya sama seperti tante Bella dan om Bima yang tidak pernah menyukainya.


" Maafkan opa nak! Zea mau maafkan opa!" Tanya Opa Ibrahim kepada Zea.


" Iya opa! Zea sayang Opa!" Zea memeluk kembali opanya.


Di luar ruangan hanum duduk sendiri di ruang tunggu, Ia dikagetkan dengan seseorang wanita yang menghampirinya.


" Kau , sedang apa di sini !" Tanya bella ketus kepada Hanum.


" Mengapa , apa saya tidak boleh datang kemari!" Hanum berdiri dan menatap kembali Bella, Ia bukan orang yang mudah terintimidasi ia akan melawan jika ada orang yang menghina dan berbuat jahat.


" Kau...!" Bella melayangkan tangannya hendak menampar pipi halus hanum, tapi tangannya di cekal oleh Bima.


" Lepas mas ! Wanita ini tidak sopan! Dasar baru saja menjadi sekertaris tapi tingkah mu seperti nyonya besar. ciihh!" Bella melepaskan tangan Bima dan berlalu pergi meninggalkan Hanum dan Bima.


Kenapa wanita ini mirip sekali dengan Nisa. Siapa dia?


Tanya Batin Bima.


" Terima kasih pak!" Ucap hanum kepada bima berterima kasih karena sudah membelanya dari bella.


" Siapa kamu?"

__ADS_1


" Ehm... Saya sekertaris pa Adam pak!"


Mendengar itu Bima menganggukan kepalanya Ia pun pergi mengikuti istrinya dan masuk ke ruangan Papah Ibrhim. Saat masuk ke ruangan ,bella dan Bima kaget karena melihat Zea dan adam di dalam, yang semakin membuat Bella marah dan mengepalkan tangannya Ia melihat Zea berada dalam pelukan Opa Ibrahim, Sedangkan Bima hanya bisa menatap Zea dengan penuh penyesalan, menyesal kenapa dulu bukan dia saja yang merawat Zea padahal Zea jelas - jelas anak kandungnya dengan Nisa.


" Kalian sudah datang !" Mamah lidia mengagetkan lamunan Bima.


Melihat Bima datang , Adam lalu berpamitan dengan orang tuanya. Ia masih kesal dan kecewa pada kakanya itu.


Setelah Adam keluar Ruangan Bima dan Bella menghampiri Papah Ibrahim.


" Bima! Maafkan papah"


" Kenapa papah harus minta maaf! justru Bima yang harus minta maaf, bima sudah sangat mengecewakan papah. Apapun keputusan papah Bima akan menyetujuinya." Ucap Bima menyesal.


Mendengar Putra pertamanya meminta maaf papah ibrahim lalu memeluk putranya itu. Bella yang melihat Bima sudah kembali seperti dulu lagi menjadi anak yang penurut membuatnya merasa tidak suka jika Bima kembali mendukung papahnya maka akan sulit baginya untuk mengambil alih perusaan rencanya akan gagal. Ia harus segera bertindak, diam diam Ia mengirim pesan kepada Aldo Utama untuk segera mempercepat rencananya.


*


*


Di tempat Lain tepatnya Di Mall Sun, Zea ,Hanum dan Adam sedang berjalan-jalam menikmati waktu liburnya, mereka berjalan seperti keluarga kecil yang bahagia.


" Mommy Zea ingin masuk ke sana !" Zea menunjuk studio Box


" Oke mari kita masuk! "


" Daddy ayo kita di fhoto di sana!" Zea menarik lengan Daddy Adam.


" Zea daddy tidak mau, kalian saja yang berfhoto!"


" Tidak mau Ze mau kita bertiga !Pleaseee !" Zea memohon menampilkan puppy eyes nya membuat Adam tida tega melihatnya. Mereka bertigapun berfhoto bersama, Zea hanum menunjukkan wajah ceria dan manis sedangkan Adam tampak datar saja tidak ada senyum sama sekali.


Hari sudah sore, merekapun kembali pulang sebelumnya Adam mengantarkan Hanum ke rumah Alya.


" terima kasih pak! Hati-hati di jalan!" Ucap Hanum kepada Adam, sedangkan Zea tertidur di mobil.


" Iya sama-sama!" jawab Adim sambil menyalakan mesin Mobil.


Hanum masuk ke dalam rumah dan mobil adam mulai meninggalkan perumahan tersebut.


" Hanum kamu di antar siapa? " Alya mengintip dari balik tirai jendela tadi saat hanum turun dari mobil.


" Pa Adam!" hanum menjawab sambil melepas sling bagnya dan blazer karena merasa gerah.


" Jadi beneran semalam kamau tidur di tempat pa Adam!" Alya kepo ingin tahu ada hubungan apa antara hanum dengan CEO tampan nan kaya itu. Tapi yang di tanya kabur dan mengunci pintu kamarnya.


" Hach untung saja aku cepat lari ke kamar jika tidak anak itu akan terus mengintrogasiku hehe..!"


Hanum membuka laptof nya ia ingin memeriksa email yang masuk karena ponselnya tertinggal di kantor.


Terlihat ada email baru yang masuk barusan . Hanum lalu mngklik Untuk membuka email itu.


📩Nona Hanum temui aku di Cafe Florenza Besok siang pukul 13.00


Saya sudah mendapatkan informasi mengenai kaka anda.


"*kak Nisa akhirnya hanum bisa menemukan kaka."

__ADS_1


...****************...


mohon like ya ya kaka!🙏*


__ADS_2