Panggil Aku Daddy

Panggil Aku Daddy
Balasan Untuk Aldo


__ADS_3

Suara gemirincik air membangunkan Adam yang baru terjaga saat pukul 3 malam, karena badannya yang merasa sakit membuatnya tidak bisa tidur nyenyak, hingga merepotkan dr. Arka dan Istrinya dr. Ana yang akhirnya ikut bergadang bersama pasien istimewa mereka.


Adam yakin jika istri tercintanya berada di kamar mandi, pintu kamar mandi terbuka terlihat hanum keluar dengan wajah yang sudah segar.


" Mas sudah bangun, jika masih mengantuk tidur lagi saja!" Hanum berjalan ke arahnya memegang kening suaminya untuk mengecek suhu badannya.


Semalam Adam sempat demam tinggi, Ia juga merasakan nyeri pada bagian cedera di bahunya.


Pada saat adam merasakan nyeri, ia tidak mau di obati dokter lain ia hanya mau dr. Arka, dengan terpaksa Arka datang tengah malam jika bukan pemilik rumah sakit yang menelpon tidak mungkin arka akan datang di waktu istirahatnya.


Flasback on


" Achhhhh ... Sayang panggil dr Arka bahu ku sakit sekali!" Adam merasakan nyeri luar biasa pada bahunya.


" Dr. Arka sudah pulang dari tadi mas!" Aku panggil dokter Rahmat saja yah!" Hanum akan memencet bel , namun di cegal tangannya oleh adam.


" Aku mau Arka cepat panggil dia , jika dia menolak katakan padanya, Aku akan cabut izin dokternya!" wajah Adam memerah menahan rasa nyeri di bahunya.


Hanum mengambil ponsel suaminya, dengan terpaksa menelpon dr. Arka di jam istirahatnya, bagaimana bisa Suaminya meminta Arka datang tengah malam.


Tut....tut.....tut


Lama sekali Arka mengangkat telpon, jelas saja lama karena sedang terbuai dalam mimpi indah bersama istri tercintanya.


Selang beberapa lama terdengar suara serak orang bangun tidur yang masih mengantuk.


" Iya Halo!"


" Halo.. Dr Arka !" Belum sempat hanum berbicara Adam mengambil ponselnya.


" Arka cepat kemari sekarang! terlambat 5 menit siap siap aku pecat!" Ucap Adam kesal melampiaskan rasa sakit di bahunya kepada Sahabatnya itu.


" What?"


Jawab Arka bangun tiba-tiba dari tidurnya, mata yang mengantuk dengan cepat berubah menjadi mode on, ia tampak terburu-buru , hingga mengusik istrinya.


" Mas mau kemana?" Tanya ana sambil menguap


" Adam meminta mas ke rumah sakit Ia tidak mau di periksa dokter lain! "


Ana hanya mengelengkan kepalanya Ia sudah hapal betul sifat sepupu suaminya itu. Ana memutuskan untuk ikut karena ia tidak mau sendirian di rumah.


Sampailah mereka di rumah sakit dengan sigap Arka menyuntikan pereda nyeri pada selang infusan Adam, padahal hanya itu saja perawat jaga bisa ,tapi Adam hanya ingin dr. Arka yang melakukannya.


Adam meminta Arka jangan pulang Ia tidak ingin di tinggal oleh Arka takut jika Bahunya akan terasa sakit.


Ana , Hanum dan Arka hanya bisa mengikuti pasien istimewanya yang sangat manja. Dengan terpaksa Arka dan Ana menginap di ruangan kerja Arka.

__ADS_1


Flashback off


Pintu ruangan terbuka, terlihat pasangan dokter masuk dengan wajah Arka di tekuk.


" Kenapa dengan wajah mu, Tak sedap di pandang?" Tanya Adam seolah tak bersalah, padahal gara-gara dirinya mereka kelelahan karena kurang tidur.


" Ck... benar-benar tidak berprikemanusiaan kau sudah membuat direktur rumah sakit bergadanag!" Arka mendengus kesal pada Adam sepupu lucnutnya itu.


Adam hanya tertawa puas, sudah berhasil mengerjai sepupunya itu.


" Kau jangan khawatir aku akan memberikanmu imbalan, lihatlah!" Ucap Adam sambil meletakan ponselnya kembali setelah mentransfer jumlah uang yang cukup besar.


Arka mengecek ponselnya, dan tersenyum ceria melihat jumlah nominal bayaran yang diberi oleh Adam.


" Sering-sering memanggilku tengah malam!" Ardi mengedipkan sebelah matanya sepupu Bog bosnya itu selalu mengerti ada pekerjaan ada imbalan.


Pintu ruangan terbuka kembali terlihat Ardi, bagas dan Bima masuk dan menyapa semua orang yang ada diruangan. Adam yang melihat Bagas langsung faham, Ia lalu meminta Istrinya untuk membeli makanan di luar karena Ada hal yang rahasia yang akan di bahas bersama anak buahnya.


" Sayang pergilah dengan dr. Ana sarapan di luar, dan belikan aku makan dari resto Flower aku tidak mau makanan pasien!" Adam mencari alasan agar Hanum bisa pergi.


Setelah hanum pergi Adam mulai meminta bagas untuk melaporkan kejadian kemarin.


" Jadi apa yang kau temukan?" Tanya Adam penasaran


" Dugaan Anda bemar Tuan , ada yang sengaja memutuskan rantai Lampu hias tersebut untuk melukai anda." Lapor bagas


" Sudah, tapi...?"


" Tapi apa?"


" Dia bunuh diri, menelan racun yang sudah disiapkannya jika dia tertangkap!" Ardi menjawab menggantikan Bagas yang ragu untuk mengatakan pada Big Bos nya.


" Ck....sial! Ini pasti Aldo , Aku akan membalasmu! Ardi rebut semua proyeknya dan berikan dokumen rahasia itu pada polisi. Jangan sampai gagal!" Adam marah besar kepada Aldo.


Mendengar bosnya ardi hanya bisa menelan salivanya karena pastinya ia akan lembur kembali.


" Apa kau yakin dia Aldo!" Tanya Bima pada Adiknya.


" Aku yakin Ka! " jawab Adam.


Di tempat lain Di Cafe Flower Hanum dan Ana sedang mengobrol sambil menikmati teh hangat.


" Jadi dr. Ana istrinya dr. Arka!" Tanya Hanum sambil menenguk kembali teh hangatnya.


" Iya, oh iya Hanum apa kau punya saudara ?" Tanya dr Ana yang penasaran pada Hanum karena wajahnya yang mirip dengan Nisa.


" Tidak aku hanya anak tunggal!" Hanum berbohong pada Ana ia tidak ingin rencananya gagal untuk membalas dendam.

__ADS_1


Ana hanya ber oh saja saat mendengar jawaban hanum ia berpikir jika kebetulan saja Hanum mirip Nisa.


Makanan yang di pesan Adam sudah siap , Hanum dan Ana pergi meninggalkan Cafe dan kembali ke rumah sakit.


" Loh kok sepi! Mereka sudah pulang!" Tanya Hanum pada suaminya yang sedang memainkan ponselnya.


" Untuk apa berlama- lama di sini menganggu saja ! Mana makanannya aku sudah lapar!" Adam tidak sabar untuk sarapan.


Hanum pun menyiapkan makanannya dan menyuapi suaminya dengan telaten. Adam yang diperlakukan layaknya anak kecil menarik sudut bibirnya.


" Sayang apa itu di bibirmu? " Adam menjahili istrinya.


" Apa ? Di sini?" Hanum memegang bibirnya mencari sesuatu yang di tunjuk suaminya.


" Bukan di situ, sini mendekatlah!" Hanum tanpa berpikir ia lengsung mendekat ke wajah adam.


Cup....


"Mas!" Adam menciup bibir istrinya hingga membuat hanum menjadi malu.


Adam merasa gemas pada istrinya itu seandainya tidak sakit sudah habis hanum di makannya.


**


Di tempat Lain tepatnya di Utama Corporation, Direktur Utamanya mengamuk Ia menghancurkan semua barang yang ada di ruangannya.


" Achhhhh! Berengsek kau Adam berani sekali dia!" Aldo prustasi dia marah besar melampiaskan pada barang-barang mahal miliknya karena proyek besar yang Ia tunggu- tunggu di rebut oleh Adam dengan mudahnya.


Asisten Hary masuk keruangan Aldo ia kaget melihat ruangan bosnya berantakan seperti kapal pecah.


" Ada apa!" Dengan tatapa penuh amarah Aldo bertanya pada asistennya.


" Maaf Tuan di bawah ada polisi yang ingin menangkap anda!"


" Apa!" Aldo terkejut mendengar kabar dari Asistennya itu.


Ia mengeraskan rahangnya, lalu membalikan meja kerjanya hingga terjungkal.


Brak......


Berbeda dengan Aldo yang marah besar, Adam tersenyum puas saat mendapatkan laporan dari Ardi.


" Don't you ever dare to tease me!" (jangan pernah berani mengusikku).


...****************...


Tinggalkan jejaknya like dan komen

__ADS_1


Terimakasih🙏🏻


__ADS_2