
Pesta masih berlangsung , banyak para rekan bisnis adam dari dalam maupun luar negri yang hadir memberikan ucapan langsung.
seperti saat ini Adam dan Ka Bima sedang berbincang l dengan Pa Andrew seorang pengusaha sukses dari Jerman. Mereka berbincang cukup lama mengenai masalah bisnis, tepat di atas meja mereka terdapat lampu kristal yang besar dan mewah, terlihat satu rantai lampu yang sepertinya akan terlepas.
Hanum dari kursi pelaminan menatap lekat lampu kristal yang akan terjatuh jika rantai penyangga terputus.
Tepat di bawahnya Ada Adam, Bima dan Tn. Andrew , Hanum meremas kedua tangannya karena yang akan terluka bukan hanya Suaminya tapi kaka ipar dan rekan Bisnis suaminya akan celaka.
" Apa yang aku lakukan! Tidak.....aku harus fokus pada tujuanku tidak boleh mundur, Demi membalas rasa sakit ka Nisa!" Hanum membatin.
Terlihat di ujung dekat pintu masuk, Adam melihat kawan lamanya Brian bersama seorang pria berwajah Cina yang tidak di kenal oleh Adam.
Melihat kawan lamanya datang Adam menghampiri Brian ia berdiri dan menjauh dari lampu kristal itu, sementara Bima mengajak Andrew untuk pergi keluar Ballrooms agar bisa leluasa merokok.
Meja tersebut menjadi kosong tak berpenghuni. Hanum yang melihat itu mengulas dadanya , entah merasa bersyukur atau kecewa rencana menyakiti Adam gagal.
Dari kejauhan muncul Zea yang dikejar-kejar Rumina karena merasa cape Zea bersender di meja bersama rumina, mereka bercanda saling mengelitik membuat mereka tertawa-tawa, tanpa di sadari satu rantai penyangga lampu kristal sudah terlepas hanya tersisa satu rantai menahan berat lampu kristal yang lumayan besar itu.
Hanum melihat ke arah dimana lampu kristal yang akan jatuh matanya membola melihat Zea dan rumi ada di bawah lampu yang hampir terlepas dari pegangan rantai satu lagi, lampu mulai bergoyang-goyang tidak beraturan ke kanan dan ke kiri.
Krek....krekk..krekk
Melihat Itu Hanum segera memperhatikan sekeliling mencari seseorang untuk membawa Zea dan Rumi Menjauhi tempat itu, tapi sayang Papah Ibrahim dan Oma Lidia berada jauh di meja bersama keluarga Wijaksono, Adam terlihat di dekat pintu masuk mengobrol bersama Brian. Dan Bima berada di luar Balroom.
Hanya dirinya satu-satunya yang berdiri dekat Zea.
Ia berlari mengangkat gaun pengantin mewahnya agar tidak menghalangi saat berlari.
" Zea! Rumina ! " Hanum berteriak sekencang mungkin sambil berlari menghampiri kedua bocah itu , Zea dan rumina menatap hanum yang memanggil nama mereka dengan tatapan aneh.
Mendengar teriakan Hanum yang kencang membuat semua orang mengalihkan pandangannya serempak kepada pengantin wanita yang saat ini sedang berlari mengangkat gaun pengantinnya dan memeluk Zea dan rumi.
__ADS_1
Hanum memeluk zea dan rumi dengan erat , Sambil melihat ke atas lampu kristal yang mewah dan indah itu mulai terjatuh kebawah tepat pada tiga orang yang ada di bawahnya.
Brakkkkk........
Achhhhhh........! Semua orang di ballrooms berteriak karena lampu kristal yang lumayan besar itu terjatuh menimpa seseorang.
Hanum yang ketakutan membuka matanya Ia heran kenapa bisa Ada di samping lampu, padahal tadi dia ada di tempat lampu itu terjatuh. Bella berlari menghampiri putrinya yang berada bersama hanum Dan Zea.
" Adam....!" Mamah Lidia dan papah Ibrahim bersamaan menghampiri putranya yang tertimpa lampu kristal untuk menyelamatkan istri dan anaknya.
Ketika Hanum berteriak dan berlari ke arah Zea dan Rumi, Adam ikut berlari karena melihat hanum yang sempat melirik ke arah lampu kristal di atas yang akan terjatuh.
Hanum yang memeluk kedua anak perempuan itu memejamkan matanya ia sudah pasrah, dengan perbuatannya mungkin tuhan sedang menghukumnya karena sudah berani mencelakai suaminya sendiri.
Tapi ternyata Adam menyelamatkannya Adam mendorong Hanum ke arah kanan agar terhindar dari lampu kristal yang jatuh, Adam tidak memikirkan dirinya, Ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang-orang yang di cintainya.
" Adam Kau tidak apa apa!" Bima terlihat cemas ia mencoba mengangkat lampu yang menimpa Adam, Bersama dengan para pengawal yang berada di sana, namun tidak bisa karena lampu tersebut sangat berat, lalu Ardi datang bersama Brian dan tamu yang lainnya bekerja sama mengangkat lampu kristal untuk mengeluarkan Adam yang tertimpa lampu.
Saat Lampu berhasil di angkat terlihat Adam yang terbujur lemah darah mulai mengalir dari kepalanya ia terjatuh dalam posisi telungkup , punggungnya terkena pecahan kaca.
"Achhhh.... Stop tanganku terkilir!" Ucap Adam lirih menahan sakit.
" Cepat panggil petugas medis , dan kau Bagas hubungi ambulance sekarang !" Ucap Bima cemas.
Ia bersama dengan ardi membalikan Adam dari posisinya dengan hati-hati tidak lama kemudian para petugas medis bersama Dr. Arka datang dan memberikan pertolongan pertama pada Pemimpin Az Kingdom itu sebelum ambulance datang.
Hanum yang melihat suaminya terluka hanya berdiri mematung. Ia tidak menyangka jika orang yang ingin dia celakai malah menolongnya.
" Mommy....Daddy terluka! Hek....hek...hek!" Zea menangis kencang membuat hanum sadar dari keterkejutannya itu.
Tanpa pikir panjang Ia berjalan menghampiri suaminya itu, duduk bersimpuh memegang tangan Adam yang di penuhi luka pecahan kampu kristal.
__ADS_1
" Mas Adam! Maaf ....maaf !" Itulah yang di ucapkan oleh Hanum ia mencium tangan suaminya membawanya kepipi putihnya Air matanya terjatuh meratapi penyesalan karena telah membuatnya celaka.
Entah apa yang di rasakannya saat ini seharusnya Ia bahagia karena rencananya berhasil walau tadi sempat gagal. Tapi bukannya senang yang ia rasakan melainkan rasa sakit di hatinya , setiap luka yang Adam dapatkan, Ia bisa merasakan sakitnya itu.
Adam yang masih memiliki kesadarannya menatap istrinya yang menangisinya , Ia tersenyum istrinya itu menghawatirkannya.
VOP Adam
Kepala ku begitu pusing , rasanya aku sudah tidak mampu lagi untuk membuka mataku, tapi satu wajah yang aku kenali, menghampiriku kulihat Ia mencium tanganku dan menangis seolah merasakan luka yang aku rasakan. Setelah melihat wajah hanum Istriku, rasa sakitku seolah hilang.
Aku mengelus surai istriki dengan penuh kasih sayang
"I'm fine, you don't be sad I won't die now. because I have to get you pregnant first!" Ucapku dengan Lirih.
VOP end
Hanum yang mendengar Adam hanya tersenyum, bagaimana Bisa dia bercanda dalam keadaanya yang memprihatinkan.
" Of course, so get well soon so we can make children!" Hanum berbisik de telinga suaminya memberikan semangat.
Mendengar bisikan Istrinya Adam tersenyum, belum sempat menjawab Adam langsung tak sadarkan diri.
Ambulance datang Adam langsung di bawa ke W Hospital di dampingi Dr. Arka , dan Ardi. Sedangkan Hanum pergi bersama Bima dan Bella karena Ia harus berganti baju terlebih dahulu, akan sulit berjalan jika Ia masih mengenakan Gaun pengantinnya itu
Mobil Ambulance yang membawa Adam telah berlalu pergi , berdiri pria tinggi memakai jaket hitam menutupi wajahnya dengan topi. Tersenyum Devil, Ia lalu menempelkan benda pipih di telinganya untuk menghubungi seseorang di sebrang telpon.
" Halo , Rencana Berhasil Kau benar dia sangat mencintai istri dan putrinya. sangat mudah untuk membuatnya hancur! " Ucap Jack Ia memperbaiki topinya dan pergi meninggalkan tempat itu.
...****************...
Mohon Like dan komenya π
__ADS_1
Author menanti agar semakin semangat menulis π
terima kasih yang telah mampir di karya Authorππ»