
Malam yang indah bagi dua insan di mabuk cinta merengkuh rasa di bawah rembulan yang menerangi malam, desiran angin mengiringi, menjatuhkan dedaunan dan kelopak bunga yang menyebar menghujani Adam dan Hanum.
Hanum melepas ciumannya, Ia tatap suaminya itu.
" Untuk mengatakan cinta kita tidak perlu mengatakannya lewat kata-kata!" Hanum menyakinkan suaminya bahwa Ia memiliki perasaan yang sama, rasanya enggan bagi hanum untuk mengatakan cinta pada Adam karena Ia merasa bingung dengan perasaan di hatinya saat ini, Tapi ia harus meyakinkan adam bahwa Ia memiliki perasaan yang sama.
Adam menganggukan kepalanya , Ia memegang tengkuk Hanum dan mencium kembali bibir istrinya itu, dengan rakus hingga sebelah tangannya mulai mengelus-ngelus punggung istrinya itu. Namun ciuman itu harus terhenti dengan suara deheman seorang pedagang kaki lima.
" Ehem..... Ehem ! Anak Zaman sekarang tidak tau sopan santun!" Ucap si pedagang kaki lima yang memandang Hanum dan Adam yang sudah melepaskan tautan bibirnya.
" Ayo kita lanjutkan di rumah jika terus di sini nanti bisa di giring warga lagi!" Canda Adam membuat Hanum terkikik geli mendengar candaan suaminya, mereka sama-sama tertawa.
" Kenapa harus takut kita sudah sah sekarang!" Jawab Hanum
" hemm!" Adam membawa hanum pergi untuk menaiki mobilnya , tapi Hanum melepas pegangan suaminya. Ia ingin berjalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang.
" Mari kita berkencan! Sebelum kita pulang!" hanum mengajak suaminya berjalan-jalan di pasar malam.
" what! here, in this place dating ?" Adam tidak percaya jika istrinya mengajak kencan di taman kota.
"yes of course here!" Hanum meyakinkan suaminya. Yang menolak untuk berkencan di pasar malam yang sesak dengan banyak orang lalulalang.
Mau tidak mau Adam menuruti keinginnan istrinya itu, Hanum lalu menarik tangan Adam membawanya melangkah memasuki arena permainan dan stan makanan yang berjajar, ia begitu bahagia.
Hanum mengajak Adam masuk ke rumah hantu, Awalnya adam menolak tapi hanum terus memaksa.
" Ayolah mas hanya sebentar. Apa mas takut?"
" Hah takut tidak! "
Mereka berdua masuk, pintu terbuka dengan sendirinya, pencahayaan yang tidak begitu terang, terdengar suara burung hantu, Adam dan hanum berjalan beriringan memasuki rumah hantu, Hanum memegang tangan suaminya ia merasa takut , terasa hawa dingin meniup pada leher mereka, saat hanum memegang lehernya, ada sebuah tangan yang dingin menyentuh pergelangan tangannya.
" Achhh ..... Mas!" Hanum teriak karena di belakangnya berdiri sosok hantu perempuan berambut panjang dan wajahnya begitu pucat di penuhi darah pada baju putihnya , terdengar tangisan yang menakutkan.
Adam yang mendengar teriakan istrinya ia langsung membawa hanum ke belakang tubuhnya ia menggaruk-garuk kepalanya, merasa geli dan jijik melihat hantu perempuan dan hantu kolor ijo serta hantu-hantu lainnya yang mengelilingi adam dan hanum.
Tatapan Adam yang dingin malah membuat hantu -hantu itu kabur , entah terkesima karena ketampanannya atau takut melihat tatapan adam yang mengintimidasi.
" Ayo keluar dari sini! Kalau takut kenapa harus masuk!" Adam kesal pada istrinya itu ia menyeret paksa hanum segera keluar.
" Mas Adam gak asik tau, kita belum menjelajahi semua ruangan. Terus itu hantu kenapa juga mesti kabur melihatmu!" Mendengar istrinya mengoceh Adam hanya menggelengkan kepalanya, bisa -bisanya hanum mengajak Adam kencan masuk ke rumah hantu aneh-aneh saja.
" Mas tunggu kita main tembak-tembakan ! Boleh yah" Adam hanya bisa menarik napas dan menghembuskannya.
Hanum mulai menembakan senjatanya untuk menembak boneka yang lucu-lucu yang berjejer rapih di rak. Tapi tembakan hanum selalu meleset sudah beberapa kali menembak tetap saja meleset, hingga sampai di tembakan ke 10 hampir menjatuhkan bonekanya , tapi gagal.
__ADS_1
" achhhh...... Kenapa susah sekali!" Hanum kesal karena dari dulu setiap main permainan menembak tidak pernah menang. Melihat istrinya kesal Adam lalu membeli peluru kembali ia mulai membidik boneka yang akan di jatuhkan.
" Dengar sebelum kau menembak Arahkan dulu dengan benar senjatanya." Ucap Adam sambil bersiap untuk membidik sasarannya.
tuk.....tuk.....tuk
Tiga tembakannya berhasil menjatuhkan boneka dari raknya. Hanum yang melihat itu merasa bangga pada suaminya yang pintar membidik sasaran dengan tepat, secara Adam sangat menggemari olahraga menembak yang melibatkan tes kemahiran akurasi kecepatan dengan menggunakan berbagai jenis senjata baik itu senjata api atau senjata angin.
" Yeh Mas Kamu hebat!" Hanum bersorak riang.
" Mas aku mau boneka yang di ujung sana dan yang di tengah!" menunjuk boneka untuk di bidik Adam, Saat Adam akan menembak, pemilik stand tersebut langsung menghalangi di depan Ia menangkupkan tangannya.
" Pak bos jangn lanjutkan bisa-bisa boneka saya habis anda ambil saja Ini boneka yang tadi anda menangkan , Silahkan pak bos pergi dari sini yah!" Ucap si penjaga stan mengusir dengan lembut ia tidak ingin rugi jika adam menembak sudah di pastikan habis semua bonekanya.
Hanum dan adam saling menatap dan tertawa 'mentertawakan penjaga stand menembak. Akhirnya mereka pergi membawa boneka panda yang lucu.
" kau sudah puas!" Tanya Adam menggenggam tangan hanum dengan erat.
" Hem..... Ayo kita pulang Zea pasti menunggu! Terima kasih mas."
Hanum tersenyum dan memeluk suaminya.
**
Tuan Ibrahim bersiap akan pergi ke perusahaan bersama istrinya dan asisten Leo , sedangkan Bima dan Bella sudah berada di w Corp.
Di gedung W corporation, Pa. Ibrahim duduk di kursi roda karena belakangan ini ia sering melasa lelah jika berjalan jauh.
Sampailah mereka di ruang Utama meeting, yang sudah di tunggu oleh para pemegang saham lainnya.
Semua berdiri menyambut presdir w corporation. Meski Pak Ibrahim terlihat pucat tapi aura kepemimpinannya tetap di segani semua orang.
Pa Ibrahim memulai rapat pemegang saham itu. Dan menjelaskan agenda rapat hari ini mengenai pembagian saham miliknya untuk anak , menantunya dan 2 cucunya. Tiba-tiba sebuah pintu terbuka dan muncul laki-laki mengenakan jas berwarna hitam dan menggandeng lengan istrinya memasuki ruang rapat.
" Maaf kami terlambat!" Ucap Adam dan Hanum mereka lalu duduk bersebelahan dengan mamah Lidia. Semua orang berbisik-bisik membicarakan Putra ke 2 Tn. Ibrahim mengenai rumor di masa lalu.
" Ehem....Kita lanjutkan kembali rapatnya !" asisten leon mengalihkan perhatian semua orang untuk fokus kembali.
Dan akhirnya Pa Ibrahim membagikan saham 70 % miliknya kepada Bella 10 %, Hanum 10% dan kedua cucunya masing - masing 5 persen, karena kedua cucunya masih di bawah umur maka saham tersebut sementara di pegang oleh ibunya terlebih dahulu.
" Dan satu lagi, Saya Ibrahim Wijaksono Akan turun dari posisi saya sebagai Presdir di W Corp. Dan akan di gantikan oleh putra pertama saya Bima Wijaksono."
Semua orang bertepuk tangan di ruangan itu menyambut presdir baru di W Corporation.
Mendengar kabar baik ini Bella tersenyum menang, apa yang di tunggunya berhasil dia dapatkan.
( Tidak sia sia aku membuat pak Tua itu sakit , tinggal menyingkirkan suamiku tersayang) Ucap Bella dalam hatinya
__ADS_1
Semua orang sudah keluar dari ruangann meeting, Hanya tinggal keluarga saja dan asisten Leon yang masih berada di ruangan tersebut.
" Ka Bim, selamat!" Adam memeluk kakanya, setelah mereka saling memaafkan hubungan Adam dan Bima mulai membaik.
" Bim Papah percayakan semuanya Padamu jagalah dengan baik perusahaan W yang sudah papah bangun bersama kake kalian!" Papah Ibrahim memeluk putra sulungnya itu
" Bima akan menjaga kepercayaan Papah!"
Setelah itu Papah Ibrahim dan mamah Lidia kembali pulang di antar asisten Leon.
Sedangkan Bima Dan Adam pergi keruangan Presdir karena ada hal yang ingin didiskusikan dan meminta saran adiknya.
Tingallah dua menantu Wijaksono yang saling menatap satu sama lain. Hanum yang tidak nyaman pada iparnya itu memutuskan untuk keluar ruangan, namun Bella memanggilnya.
" Hanum.... kau pasti senangkan mendapatkan saham tanpa harus bekera keras!" Ucap Bella menyindir, Bella merasa iri pada Hanum karena baru beberapa minggu menjadi menantu Wijaksono tapi bisa dengan mudah mendapatkan perhatian papah Ibrahim.
" Tentu saja saya senang , itu tandanya aku di terima dengan baik!"
" kau ... Wanita licik aku tau kau sengaja menggoda Adam karena ingin hidup kaya. cih wanita miskin!"
" Aku memang miskin tapi saat ini nyatanya kau lebih kaya dari padamu, Kaka ipar Saham barusan sangat kecil di mataku, jika kau mau kau bisa mengambilnya, Dengar Suamiku memiliki saham lebih banyak dan ..." Hanum mendekati Bella dan berbisik di telinganya
" Suamiku lebih kaya!" Jawab Hanum puas membuat bella kepanasan.
" Dasar sombong !" Bella melempar buku didekatnya ke arah pintu yang sudah tertutup.
Adam keluar dari ruangan Bima, istrinya sudah menunggu di ruang tunggu.
" sudah selesai?" Tanya Hanum pada suaminya yang sudah keluar dari ruangan Bima
" Iyah, ayo !" Mereka pergi dari w corporation saling bergandengan tangan hingga membuat semua mata kaum hawa memandang iri.
" Oh Iya kita ke butik dulu! " Adam membelokan kendaraannya karena akan ke butik madam Eve untuk fitting baju pengantin.
Butique Madam Eve
Hanum mencoba beberapa gaun pengantin. Yang di sarankan madam Eve tapi Adam tidak menyukainya karena terlalu terbuka, Adam ingin yang tertutup bagian depan dan belakangnya jangan terlalu terbuka menampilkan dada dan punggung istrinya ia tidak rela jika istrinya di lihat laki-laki lain
setelah lama mencari akhirnya dapat juga gaun yang di inginkan Adam, rasanya hanum sudah lelah berganti-ganti gaun pengantin sebanyak 5 kali.
Drt....drt...drt
" Halo Tn. Adam Nona Zea kecelakaan!"
...****************...
__ADS_1