
Malam itu setelah pulang dari pesta pernikahan saudara Ibu Dewi, mereka berkumpul di ruang tamu yang sederhana dan tidak begitu besar tapi terasa nyaman.
" Ka rumi sejak tadi di mobil mengapa tersenyum terus."
Ucap Zea sambil memperhatikan wajah Rumina yang berseri.
" Mungkin kakakmu dapat hadiah Ze." Ucap Mateo pada Zea .
Mereka bertiga berada di ruang nonton karena tadi saat di ruang tamu oma lydia meminta Zea pergi membawa mateo dan Rumina ke ruang tengah mereka sedang memakan cemilan sambil menonton film spider Man.
" Benarkah apa terlihat!" Rumina menatap Zea dan Matheo.
" Hem.."
jawab matheo dan Zea bersamaan membuat Rumina tertawa karena merasa lucu dengan wajah Zea dan Matheo yang berekspresi sama.
" ha....ha...ha Kalian lucu sekali! .... Iyah kalian benar saat ini aku sedang bahagia karena akhirnya Papah bisa menikah dengan Ibu Yasmin."
Rumina sangat bahagia jika ayahnya bisa menikah dengan Yasmin , ia bisa melihat senyum Bima yang lepas ketika bersama Yasmin.
Berbeda ketika bersama ibunya Bella yang tak pernah terlihat bahagia, bukan berarti Rumi tidak menyukai ibunya Hanya saja ia menginginkan kebahagian untuk ayahnya saat ini yang membutuhkan seorang pendamping yang setia dan bisa merawatnya dengan penuh cinta.
Rumina sangat bersyukur jika calon ibunya adalah Yasmin yang memiliki sifat keibuan dan sayang padanya perhatian seorang ibu yang tidak ia dapatkan dari Bella ia bisa merasakannya dari Yasmin.
Di ruang tamu Yasmin sedang di tanya oleh Papah Ibrahim mengenai jawaban lamaran Bima padanya.
" Bagaiman Nak Yasmin apa Kau mau menerima putra pertama kami Bima." Tanya papah Ibrahim pada Yasmin yang duduk di apit oleh Lydia dan dewi.
" Saya Menerimanya Om." Yasmin menjawab dengan tertunduk malu.
" Alhamdulillah."
Semua orang mejawab bersama dengan ucapan rasa syukur.
" Yasmin sekarang jangan memanggil kami om dan tante tapi papah dan mamah karena sebentar lagi kau akan menjadi istri Bima."
Lydia memeluk Yasmin , akhirnya keinginannya terwujud menjadikan Yasmin menantunya.
" Iya tan... Eh maksudku mah." jawab Yasmin malau malu membuat Bima gemas melihat calon istrinya.
" Bu dewi saya sangat bersyukur bisa berjumpa dengan bu Dewi dan Yasmin, saya ucapkan terima kasih Bu dewi sudah menjaga hanum da Zea saat mereka jauh dari kami." ucap lydia tulus.
" Tidak bu Lydia jangan berterima kasih , lagi pula Hanum dan Zea sudah saya anggap keluarga sendiri." jawab Bu Dewi ramah.
Lydia dan Dewi berpelukan, Dewi tidak meyangka jika ternyata Lydia yang merupaka istri pengusaha sukses begitu baik , dan ramah pantas saja Adam dan Bima sangat sopan karena orang tuanyapun juga baik. Iapun sangat bersyukur karena Yasmin bisa mendapatkan jodoh yang baik seperti Bima.
Para orang tua dan anak-anak sudah terlelap tidur, Bima tidak bisa tidur karena memikirkan Yasmin hatinya begitu bahagia hingga membuatnya susah untuk tidur. Ia memutuskan untuk keluar kamar ingin mencari udara segar di luar.
Ketika hendak melangkah ke pintu depan Ia melihat Yasmin yang keluar kamar, lalu Bima menghampiri calon istrinya itu.
" Yasmin , mengapa belum tidur?" Bima berdiri di belakang yasmin saat menutup pintu kamarnya.
" Oh aku mau ambil air minum , Kak Bima juga belum tidur?" Tanya balik Yasmin.
" Belum ... aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu!" Ucap Bima tersenyum menggoda Yasmin.
" Apa sih." Pipi yasmin memerah menahan malu.
" karena kau sudah bangun bagaimana kalau kita duduk di luar sambil menikmati malam di pantai tanjung ini."
Yasmin tersenyum dan menganggukan kepalanya , Bima lalu menyatukan jari jemarinya dengan Yasmin. Mereka berjalan bersama menuju teras rumah.
" Yasmin terima kasih!" Ucap Bima tulus.
" Mengapa harus berterima kasih?" Yasmin heran.
" Karena kau mau menerima aku yang bukan orang baik dan banyak kekurangan!"
Bima tertunduk ia merasa sesak jika mengingat dirinya yang dulu pernah meyakiti Nisa, putrinya Zea dan adiknya Adam.
Yasmin mendekat ia lalu membelai wajah Bima dengan lembut. Ia mengetahui perjalanan hidup Bima dulu begitu di penuhi dengan rasa iri dan kebencian, Hanum pernah menceritakan semuanya pada Yasmin.
" Mengapa kak Bima harus berterimakasih, Aku menerimamu karena memang aku juga jatuh cinta pada Kak Bima saat pertama kali kita berjumpa, kak ... jangan pernah melihat masa lalu yang membuat hati kita sakit. Masa lalu yang pahit biarlah berlalu dan jadikan pembelajaran hidup untuk lebih baik lagi, kak bima dan rumi adalah masa depanku. Kaka tau aku sangat bersyukur karena bisa mendapatkan kakak." Yasmin meyakinkan Bima.
" Mengapa ?" Tanya Bima penasaran.
" Karena kakak paket komplit beli satu dapat Dua ah bukan dua tapi tiga dengan Zea he...he...he!" Yasmin dan bima tertawa bersama.
" Kau ini semakin menggemaskan saja!" Bima mencubit pipi Yasmin.
" Awww. Sakit."
" Maaf sayang." Bima mengelus pipi Yasmin yang tadi Ia cubit
" Kak, boleh aku ganti panggilanmu."
" Iya gantilah aku merasa risi mendengar kata kakak , memangnya aku kakakmu apa." mendengar ucapan Bima yasmin tertawa kembali.
__ADS_1
" Ehm... apa yah yang cocok, Aa atau Mas, apa Abang?"
" Aku suka kau memanggilku dengan Abang!"
" Benarkah !"
" Hemmm."
Bima merapihkan rambut yasmin yang terkena hembusan angin malam.
" Aku panggil ..... Bang Bima saja bagaimana?"
" Aku suka !" Bima memeluk Yasmin, dengan erat sambil menatap Bulan yang nampak terang malam ini.
" Aku mencintaimu Yasmin."
" Aku juga cinta Abang."
Dua insan di mabuk cinta berpelukan di bawah sinar rembulan yang menjadi saksi cinta mereka berdua.
**
Delapan bulan Kemudian
Hari ini semua orang sibuk sekali karena akan merayakan Anniversary Opa Ibrahim dan Oma lydia yang ke 39. Acara pesta di gelar di Hotel W.
Para tamu sudah berdatangan, begitupun juga dengan Arka dan ana membawa putri cantiknya bernama Arkana sekarang sudah berusia 8 bulan lalu ada Ardi dan Alya yang membawa bayi kembarnya yang satu perempuan bernama Ardina dan satu lagi laki-laki bernama Arya di sebelah ardi ada Jack dan Zoya yang sedang mengandung, usia kandungannya sekarang memasuki usia 4 bulan mereka sudah hadir dan duduk di meja yang sama.
" Ah lihatlah pengantin baru kita, menggemaskan." ucap Ana sambil menggendong Putrinya Ardina yang sangat cantik dan lucu.
" sudah tiga bulan pernikahan bukan pengantin baru lagi suda basi itu!!" Ucap Arka spontan membuat Gelak tawa semua orang di meja itu mentertawakan Bima yang seperti pengantin baru kemarin saja.
"Oh Iya Yasmin apa sekarang masih mual!"
Ana bertanya pada Yasmin karena dua minggu yang lalu Ia memeriksa kehamilannya yang berusia delapan minggu.
" Alhamdulillah sudah tidak terlalu kak." Jawab Yasmin
"Yasmin kau sudah isi, Ah selamat yah." ucap Ana dan Zoya bersamaan.
" Iya kak Alhamdulillah,." Ucao Yasmin sambil mengelus perutnya.
" Ah aku ada teman mengidam."
Zoya begitu senang karena dirinyapun sedang mengandung usia kandungannya sudah empat bulan.
" Tapi ngomong-ngomong kemana Adam, mengapa dia belum terlihat." Ucap ardi yang mencari-cari sahabatnya itu.
Balas Jack yang hapal dengan sifat sahabatnya itu.
" Bima ... Mana Adam mengapa dia belum sampa apa dia mual lagi. Cepat telpon agar segera datang acara akan dimulai. " kata mamah Lydia pada Bima lalu berlalu pergi kembali karena ada tamu yang menghampirinya.
" Mual lagi maksud tante Lydia apa , Adam sedang sakit?" Tanya Ardi penasaran.
Bima hanya menaikan Bahunya sambil menghubungi Adam lewat ponselnya.
" Itu mereka."
Alya menunjuk ke arah Adam yang menggendong Azlan, wajah tampan Azlan begitu terlihat mirip dengan daddy Adam mereka mengenakan pakaian taxedo dengan warna biru tua membuat semua orang gemas sekaligus kagum dengan katampanan dua laki-laki berwajah sama yang berbeda usia.
Tidak jauh dari Adam Hanum dan Zea berjalan bersama mereka mengenakan Gaun mewah berwarna senada dengan Adam, wajah hanum dan Zea begitu cantik Membuat semua orang terpesona dengan keluarga kecil CEO AZ kingdom.
" Lama sekali apa kau masih mual! Pucat sekali wajahmu?" Tanya Bima pada adiknya sambil membawa Azlan dalam gendongannya.
" Hemm...!" Jawab singkat Adam dan menyerahkan putranya Pada Bima.
" Azlan mending kau bersama papa Bima dan Ibu Yasmin, lagi pula daddymu sedang mual." Ucap Bima pada keponakannya yang semakin hari semakin lucu saja.
" kau sakit Dam, sakit apa jangan bilang kalua kau ?" Ardi menunjuk Adam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Iya dugaanmu benar Istriku Sedang hamil lagi dan aku yang merasakan mualnya lagi."
Ucap Adam dengan tenang sedangkan Hanum tampak merasa malu karena azlan yang belum genap satu tahun akan memiliki adik.
" Hach.... Benar kak , kakak sedang hamil lagi?."
Semua orang tampak terkejut mendengar kabar bahagia ini.
" Iya, tadi pagi saat aku periksa ternyata hasilnya positif dan Azlan akan memiliki Adik."
jawab Hanum sambil melihat ke arah suaminya yang terlihat tenang saja.
" Oh Ya ampun Dam kau agresif sekali." ucap Ardi
" Kalian tau apa tingkatan tertinggi dalam mencintai?" Tanya Adam pada kakak dan teman-temannya.
" apa?" Jawab mereka bersamaan
__ADS_1
" Membuat istri selalu hamil!"
Jawab Adam sambil tersenyum bangga karena berhasil memberi adik utuk azlan dan Zea.
Mendengar hal itu semua orang tertawa hingga membuat para bayi yang tertidur menangis, dengan segera Ana dan Alya menenangkan bayinya lagi.
" Kau ini wajah pucat sekali masih ingin membuat anak." Ucap arka.
" Justru aku merasa bahagia merasakan mual saat Hanum hamil, Jika bisa biar rasa sakit melahirkannya aku juga yang akan rasakan agar Hanum bisa melahirkan dengan lancar tanpa merasakan sakit." Adam mencium kening istrinya, membuat para istri-istri temannya merasa cemburu.
" So Sweet!" Alya
" Ich perhatian sekali." Ana
" Enaknya kalau yang rasain mual suami." Yasmin
" Iya , Jadi kita bisa makan enak... Kak Adam yang terbaik." Zoya mengangkat jempol tangannya di ikuti yasmin, ana, dan Alya memuji adam.
Pujian para istri untuk adam membuat para suami mereka terlihat cemburu dan kesal karena bisa-bisanya mereka mengagumi pria lain selain suaminya.
*
*
Acara berlangsung dengan meriah tiba giliran Adam dan Hanum memberi ucapan selamat pada Kedua orang tuanya.
" Pah, Mah selamat smoga papah dan mamah sehat , selalu bersama panjang umur dalam keberkahan dan manfaat, terima kasih juga Sudah mendidik Adam dengan Baik."
Adam memeluk Papah Ibrahim dan Mamah Lydia bersamaan.
" Dan maafkan Adam yang sering kali membuat kalian kesal." Ucap Adam sambil mencium kedua tangan orang tuanya.
" Adam , Hanum terima kasih sudah memberikan cucu-cucu yang lucu ini mamah dan papah bahagia bisa mendapatkan menantu yang baik sepertimu dan Yasmin mamah bersyukur sekarang anak anak mamah bisa akur , tetap selalu di jaga kebersamaan."
" Iya mah."
Hanum memeluk ibu mertuanya yang sudah seperti ibu kandungnya.
Pesta masih berlangsung , semua sedang menikmati hidangan, Adam membawa istrinya ka lantai atas Hotel W ia sudah mempersiapkan kejutan untuk istrinya.
" Sayang kita mau kemana acara pesta belum selesai." Hanum merasa aneh melihat tingkah suaminya.
" sebentar saja aku punya kejutan utukmu." Hanum mengikuti langkah suaminya.
" Tapi Azlan bagaimana?"
" Azlan bersama Bi wina , ayo sebentar saja."
Adam membawa hanum masuk lift dan menekan tombol lantai paling atas.
Saat pintu elefator terbuka Mata hanum di suguhkan pemandangan yang indah ia melihat banyak bunga dan dekorasi yang begitu cantik nan mewah di rooftop yang disiapkan Adam untuknya.
Adam membawa istrinya pada satu meja yang sudah di tata dengan sangat cantik.
" Indah sekali , tapi ada apa ini perasaan ulang tahunku masih lama?" hanum Heran melihat kejutan dari Adam.
" Apa memberikan kejutan seperti ini harus menunggu ulang tahun!"
" Lalu untuk apa?"
Hanum menatap Suaminya , yang semakin tampan saja diusianya yang ke 37
" Ini untuk merayakan kehadiran anak ketiga kita." Adam mengelus lembut perut Hanum yang masih Rata.
" Sayang terima kasih karena sudah hadir dalam kehidupanku dan memberikan putra yang tampan dan menggemaskan I Love U Hanum Nabila Putri."
" I Love u to Daddy Adam Wijaksono."
Adam mengangkat tengkuk Hanum dengan lembut lalu menciumnya dengan mesra, mereka saling meluapkan rasa cintanya di temani semilir angin dan cahaya rembulan.
Adam sangat bersyukur atas karunia sang maha kuasa dengan menganugrahkan cinta padanya, Cinta Zea yang menjadikannya seorang Ayah, Cinta Hanum yang membawanya dalam kelengkapan hidup penuh warna hingga di anugrahi Azlan buah cinta mereka.
The End..........
Adam & Hanum❤️
Mengucapkan banyak terima kasih sudah setia membaca karya pertama Hawa di NT
Berkat dukungan para pembaca Di NT Hawa bisa menyelesaikan Novel " Panggil Aku Daddy"
Salam Literasi semoga Kita semua selalu di beri kesehatan
Aamiin
Hawa juga sedang menggarap Novel baru dengan Judul
" Di Atas Sajadah Cinta"
__ADS_1
🥰😀
Masih berupa kerangka Insya Allah Bulan depan bisa tayang Di NT